Apakah yang paling diharapkan dari orang yang bepergian? Salah satunya tentu oleh-oleh. Sekecil dan seremeh apapun, yang namanya buah tangan tetap saja dinantikan dan membahagiakan. Tapi, sayangnya, dalam kamus ayahku, tidak ada yang namanya oleh-oleh. Sesering dan sejauh manapun dia …
Baca SelengkapnyaMemelihara Tradisi Cendekiawan Melayu, Oleh: UU Hamidy
Saya menulis karena ingin memelihara tradisi cendekiawan Melayu yang bernafaskan Islam. Tradisi mengarang telah berjaya dalam dunia Melayu paling kurang 500 tahun yang lalu. Dimulai oleh Hamzah Fansuri dengan Syair Perahu pada abad ke-16, diteruskan oleh Tun Sri Lanang dengan …
Baca SelengkapnyaGuru Ngaji Kami, Oleh: Purnimasari
Salah seorang yang besar jasanya dalam hidup kita adalah orang yang mengajarkan kita mengaji. Bayangkan, dalam setiap huruf yang kita sebut hari ini, ada saham pahala untuknya. Buat kami, orang itu adalah Bang Azhar. Alih-alih memanggilnya “ustadz”, kami selalu menyebutnya …
Baca SelengkapnyaKenok Laundry, Oleh: Purnimasari
Jauh sebelum dunia cuci gosok (setrika) dihebohkan dengan menjamurnya layanan laundry kilo, laundry kilat dan yang sewaktu dengannya, kami sudah lama punya layanan super prima : Kenok Laundry. Mulai berdiri paling tidak awal ‘80-an, Kenok Laundry telah berkhidmat lebih dari …
Baca SelengkapnyaMenahan Jerat Lewat Rarak Kuantan, Oleh: UU Hamidy
Masih ada satu matarantai silaturahmi yang dicari oleh UU Hamidy selama melanjutkan studi di Malaysia. Setelah berhasil menjumpai adik ayahnya, UU Hamidy mencari Ahmadun. Mereka berdua dipertalikan oleh datuk mereka yang bersaudara. Jejak Bang Ahmadun benar-benar g e l a …
Baca SelengkapnyaSepeda yang Dijual Penipu Ditemukan Kembali, Oleh: UU Hamidy
Saya membuat rumah dengan cara angsuran. Mula-mula dibeli tanah dengan cicilan. Sudah itu jika ada uang terkumpul, mulai dibangun pondasi rumah. Setelah itu beberapa lama baru dibangun dinding. Terakhir mungkin mendekati setahun, baru pasang atap. Jadi rumah itu baru selesai …
Baca SelengkapnyaLontaran Ide dan Gagasan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Pada pusaran wilayah Melayu Selat Melaka itulah Riau telah memainkan peranan dalam jagad Melayu paling kurang sejak abad ke-19 sebagai pusat bahasa dan budaya Melayu serta pengembangan agama Islam (Jagad Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau) Dengan bingkai budaya Melayu …
Baca SelengkapnyaLontaran Ide dan Gagasan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Banyak orang menyangka, akal pikirannya telah membuat dia lebih mulia dari binatang. Mereka lalai, tidak memperhatikan bagaimana akal pikiran yang digunakan manusia telah melahirkan perbuatan dan karya budaya yang jauh lebih berbahaya daripada tingkahlaku binatang (Kebudayaan sebagai Amanah Tuhan) Hanya …
Baca SelengkapnyaKonfrontasi Malaysia; Minta Paksa Ubi Kayu, Oleh: UU Hamidy
Semasa saya bersekolah di Sekolah Guru A (SGA) Jambi (1961-1963) meletuslah konfrontasi dengan Malaysia. Presiden Soekarno memusuhi saudaranya sendiri Tengku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia. Inilah taktik Partai Komunis Indonesia (PKI) yang makin berkuasa dengan sistem Nasakom yang dibuat Soekarno. …
Baca SelengkapnyaHidup Bagaikan Alam di Tepi Rimba Belantara (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
3. Berkebun untuk Mengatasi Kelaparan Selanjutnya marilah kita tinjau apa niat Haji Harun dan tetua Melayu lainnya membuat kebun di pematang Guloan itu. Pertama untuk kepentingan jangka pendek mendapatkan bahan makanan. Setelah penjajahan Jepang 1942-1943 disusul agresi Belanda 1947-1948, penduduk …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena