4. Tapisan Dari uraian ini tampaklah bagaimana bahasa Melayu dibina dan dikembangkan di Riau. Pembinaan dan pengembangan bahasa serta budaya ternyata berpadu dalam satu kebulatan dengan akhlak, sehingga ‘’Islam telah menjadi dasar dan semangat bagi kemajuan ilmu pengetahuan’’. Agama ini …
Baca SelengkapnyaDimensi Bahasa dalam Budaya Melayu (Merujuk pada Bahasan Melayu Riau) (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
3. Sarana dan Perkembangan Bahasa Melayu Riau Setelah persoalan-persoalan pokok mengenai bahasa diselesaikan seperti membuat tatabahasa dan ejaan, cendekiawan Riau memperluas horison kegiatannya menjangkau lapangan budaya lainnya. Dalam hal ini perhatian kerajaan Riau Lingga amat besar artinya. Kerajaan ini telah …
Baca SelengkapnyaDimensi Bahasa dalam Budaya Melayu (Merujuk pada Bahasan Melayu Riau) (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
2. Pembinaan Bahasa Melayu di Riau Di daerah yang disebut provinsi Riau sekarang ini, terdapat beberapa puak Melayu, seperti Rantau Kuantan, Kampar, Pasir Pengarayan, Pelalawan, Siak, Tambusai, Indragiri, dan Riau kepulauan (bekas daerah kerajaan Riau Lingga). Puak-puak itu terjadi karena …
Baca SelengkapnyaDimensi Bahasa dalam Budaya Melayu (Merujuk pada Bahasan Melayu Riau) (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Perhatian yang Khas terhadap Bahasa Bahasa sebagai satu dimensi budaya dalam dunia Melayu, ternyata telah mendapat perhatian yang khas. Mengapa dimensi budaya ini sampai mendapat tempat begitu rupa dalam budaya Melayu, belum pernah dikuak dan diketengahkan dengan panjang lebar. Berawal …
Baca SelengkapnyaIndah Ukhuwah Sunnah, Oleh: Purnimasari
Alhamdulillah, kami diberi musibah oleh Allah dengan meninggalnya Ibu kami (rahimahallah) di saat kami telah mengenal dakwah sunnah. Sedih, tentu sudah pasti. Tetapi, sungguh tak terbayangkan rasanya jika kami menerima musibah ini dalam kondisi kami yang dahulu. Semoga Allah Azza …
Baca SelengkapnyaJejak Langkah Mengenal Sunnah, Oleh: Purnimasari
Ibu bukan orang terkenal. Tidak pula sekolah tinggi-tinggi. Beliau hanya seorang guru Sekolah Dasar. Hampir 90 persen masanya ketika berkhidmat sebagai cikgu, dihabiskan dengan menjadi wali kelas I. Jenjang pendidikan paling bawah yang mengajarkan para murid membaca, menulis dan berhitung. …
Baca SelengkapnyaTiti Teliti, Oleh: Purnimasari
Sebenarnya apa ya pekerjaan Ayah? Ketika masuk Sekolah Dasar dan sudah bisa membaca, di ijazah Taman Kanak-kanak dia membaca bahwa pekerjaan Ayahnya adalah : Peneliti. Untuk level bebudak, profesi peneliti ini adalah sesuatu yang ganjil. Karena ketika itu, kebanyakan ayah …
Baca SelengkapnyaRantau Kuantan, Rantau Nan Kurang Oso Duo Pulua, Oleh: UU Hamidy
Kira-kira abad ke-14/15 M, Adityawarman keturunan Darah Jingga putri Melayu dari Damasraya dengan suami raja Mojopahit, berhasil menjadi raja Minangkabau, tahun 1347 M. Dia dinobatkan oleh Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang menjadi raja Pagarruyung (Minangkabau). Adityawarman kemudian mengutus …
Baca SelengkapnyaSolidaritas Antar Kenegerian di Rantau Kuantan (Julukan Nama-nama Negeri di Rantau Kuantan) (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Di hilir Benai kita jumpailah negeri Siberakun. Negeri ini bernama demikian, karena di situlah asal mula silat Kuantan dirancang yang kemudian berkembang dengan subur di negeri Pangean. Disebut dengan nama itu karena berasal dari ‘’barqu’’, yang artinya kilat. Silat Kuantan …
Baca SelengkapnyaSolidaritas Antar Kenegerian di Rantau Kuantan (Julukan Nama-nama Negeri di Rantau Kuantan) (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Penghargaan dan saling menghargai antara sesama pada masa dulu di Kuantan Singingi tidak hanya dalam batas-batas kepentingan pertanian saja. Dalam federasi yang berada di bawah pimpinan para datuk yang juga merupakan orang cerdik pandai (bahkan arif bijaksana) juga berlaku solidaritas …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena