1. Pengarang Sejarah Lokal Nama Tenas Effendy agaknya tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan terpelajar di Riau. Dan hampir dapat dipastikan sudah dikenal dengan baik oleh puak Melayu daerah Siak, serta lebih-lebih di Pelalawan –daerah kelahiran dan bekas kerajaan …
Baca SelengkapnyaMuchtar Ahmad; Tokoh Gelisah di Belakang Layar, Oleh: UU Hamidy
1. Pemuda Pertama Riau Jadi Anggota DPRD Riau Tentu banyak orang mengenal Muchtar Ahmad sebagai ahli perikanan, pertanian tanah gambut, cendekiawan, bahkan juga sebagai birokrat. Ini tak mengherankan. Muchtar Ahmad memang seorang ahli perikanan lulusan Jepang. Disertasinya berbicara mengenai bunyi …
Baca SelengkapnyaBaniro, Mata Pencaharian yang Dekat dengan Alam
Baniro adalah sejenis mata pencaharian yang begitu ERAT dengan alam. Pencaharian ini berkaitan erat dengan pohon enau, dan meminta kepada peminatnya untuk memahami SEPERANGKAT KEMAHIRAN. Kemahiran yang dapat dikatakan teknologi tradisional itu juga SELARAS dengan alam, yaitu cukup SEDERHANA. Pekerjaan …
Baca SelengkapnyaKesederhanaan, Tajuk Mahkota Melayu (Potret Soeman Hs)
Apakah yang akan Anda KATAKAN kepada Soeman jika suatu ketika Anda BERHADAPAN dengan dia, sementara Anda BELUM tahu dia sebelum itu? Kita dengan mudah menjumpai dia. Pada tahun 1960-an, semasa dia masih kuat mendayung sepedanya, baik dia sedang pergi ke …
Baca SelengkapnyaRusydiah Klab, Perkumpulan Cendekiawan Pertama
Perkumpulan kaum cendekiawan yang bernama Rusydiah Klab mungkin merupakan suatu perkumpulan kaum cendekiawan yang PERTAMA dalam sejarah cendekiawan di rantau Asia Tenggara. Perkumpulan ini merupakan yang TERBESAR agaknya dalam abad ke-19, sebab para anggotanya tidak hanya sebatas kaum cendekiawan Melayu …
Baca SelengkapnyaHukum yang Tidak Menghukum, Oleh: Purnimasari
Banyak orang memandang hukum sebagai tindak balas terhadap kejahatan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan. Hal itu sebenarnya tidak memadai. Hukuman sebenarnya justru untuk memelihara orang baik-baik dari kejahatan atau malapetaka. Itulah sebabnya orang Melayu membuat pepatah ‘’tangan mencencang, bahu memikul’’. …
Baca SelengkapnyaTikus Tidak Pernah Membuat Lubang Hanya Satu Arah (Kiat Cerdas Ulama Masa Dulu Membina Hubungan dengan Umara)
‘’Saya TIDAK berhajat memegang jabatan (dalam pemerintahan), yang penting tolong perhatikan sekolah yang saya bina. Hubungan dengan umara itu jika TIDAK HATI-HATI bisa MENCELAKAKAN, tidak hanya sang ulama tetapi juga MASA DEPAN umat. Sebab itu, ulama yang ARIF juga harus …
Baca SelengkapnyaJangan Terbalik, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahu wa ta‘ala pencipta jagad raya dan seisinya menurunkan Alquran untuk mengatur kehidupan umat manusia agar kembali kepada Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Nabi Muhammad Saw, manusia terbaik di dunia dan akhirat memberi bimbingan dan tauladan kepada para sahabatnya …
Baca SelengkapnyaSejarah di Mata Pejabat, Oleh: Purnimasari
City without old buildings is like a man without memory. Itu kata Konrad Smiglisky. Dan memang, bangunan adalah sejarah yang paling jujur menyuarakan masa lalu kita. Melihat arsitektur sebuah bangunan tua, seakan membuat kita punya mesin waktu yang bisa membawa …
Baca SelengkapnyaTidak Hanya Mencari Hidup, Tapi Juga Menyediakan Kematian (Jawaban Ulama Masa Dulu Ketika Ditawari Jabatan)
‘’Mendidik orang jadi muslim LEBIH BESAR amalnya. Bohong, dengan Pengadilan Agama kebenaran dapat DITEGAKKAN. Kalau kebenaran tidak tegak bukan kesalahan ulama, sebab ulama hanya orang yang MEMBERI PERINGATAN. Apakah orang yang mencuri atau penjahat yang sampai dijatuhi hukuman ‘potong tangan’ …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena