Orang Rantau Kuantan, Riau telah merantau ke Malaysia (yang dulu mereka sebut Malaya) paling kurang semenjak abad ke-19, bahkan semasa Portugis di Malaka, kabarnya juga sudah mulai dalam jumlah yang terbatas. Tetapi gelombang yang paling besar dari migrasi dan perantau …
Baca SelengkapnyaSemokel, Oleh: Purnimasari
Riau telah jadi sejarah tua dunia semokel (penyeludupan) karena berdekatan dengan sarangnya, Singapura. Zaman dahulu, Negeri Temasek (Kota Laut) itu telah menjadi pusat semokel karena menjadi pelabuhan bebas. Karenanya, barang yang masuk maupun keluar dari Negeri Singa itu tidak dikenai …
Baca SelengkapnyaKuantan Bukan Kuantan Bak Kini
Kuantan bukan Kuantan bak kini Sungai korua daulunyo Jantan bukan panyogan bak kini Jantan paomua daulunyo Kampar bukan Kampar bak kini Sungai dore daulunyo Kampar bukan palapar bak kini Urang babore daulunyo Batangari bukan Batangari bak kini Sungai nan jonie …
Baca SelengkapnyaNilai Kejahatan, Oleh: Purnimasari
Jika para maling sendal justru tertunduk malu tak sanggup memperlihatkan wajah, para tersangka koruptor justru tersenyum melambaikan tangan bak bintang iklan. Ketika para pelaku kejahatan lainnya kerap diseret dalam keadaan sekarat, para koruptor malah masih berani tampil mewah di depan …
Baca SelengkapnyaMempertahankan Masa Silam ala Pejabat, Oleh: Purnimasari
Beberapa tahun belakangan, kita kerap menemukan pejabat atau orang yang dekat dengan kekuasaan membuat buku. Baik buku itu ditulis sendiri maupun dituliskan oleh orang lain. Pertanda apa gejala ini? Itu setidaknya memiliki lima alasan. Pertama, soal umur. Pejabat akhirnya sadar …
Baca SelengkapnyaTapak Lapan, Oleh: Purnimasari
Mata yang paling ‘kaya’ adalah matapencaharian. Sebab itu, orang yang tak punya mata pencaharian segera akan bangkrut. Inilah yang sekarang banyak dikhawatirkan orang karena lingkungan telah binasa sementara perekonomian pun tak bermaya. Dalam ruang lingkup matapencaharian tradisional, khususnya berkebun, punca …
Baca SelengkapnyaMeneroka Tradisi Pacu Jalur di Rantau Kuantan; Menjual Ayam Mengeram, Oleh: Purnimasari
Taaarrrrrrrr. Bunyi bedil menggelegar membahana memecah angkasa. Segera setelah itu, dua buah jalur pun saling berpacu. Tukang tari dengan pakaian bak orang kerajaan unjuk kebolehan meliuk-liuk dan menggoyang-goyangkan badan di atas luan (bagian depan) jalur. Tukang timbo ruang (menimba air …
Baca SelengkapnyaSenarai Karya UU Hamidy
Dalam berbagai kesempatan kami kerap menerima pertanyaan, ‘’Apa buku Pak UU yang terbaru?’’, ‘’Sudah berapa jumlah buku Pak UU?’’, atau ‘’Di mana kami bisa membeli buku-buku Pak UU?’’ Sebenarnya, jika membuka laman Bilik Kreatif ini, Anda dapat mengetahui jawaban dari …
Baca SelengkapnyaBertindak dari Keyakinan, Oleh: UU Hamidy
Manusia sekuler yang menafikan kekuasaan Allah Swt hanya menghandalkan akal pikiran untuk menghadapi tantangan hidupnya. Mereka yakin dengan ilmu dan teknologi berbagai fakta dapat diolah serta dikendalikan. Dalam batas hukum sebab akibat yang diciptakan Allah, memang hal itu dapat dilakukan. …
Baca SelengkapnyaMemukul Sarang Tabuhan, Oleh: Purnimasari
Jika ada hewan yang paling seksi, mungkin tabuhan adalah salah satu di antaranya. Dengan pinggang ramping yang mengecil indah bak biola di tengah tubuhnya, serangga terbang menyengat bergenus Vespa ini cukup unik. Beberapa spesies memiliki warna yang indah dan sangat …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena