Yang Haq Menghancurkan yang Bathil Allah Yang Maha Bijaksana menciptakan alam dan seisinya dengan tujuan yang benar, bukan main-main. Dia ciptakan manusia (dan juga jin) hanya untuk beribadah dan menyembah kepada-Nya. Dia turunkan syariah Islam agar umat manusia menempuh jalan …
Baca SelengkapnyaMenempuh Lautan Hidup dengan Perahu Kecap Cap Benteng dan Layar Cabe Lempuyang (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Nasib saya dengan sebab Yayasan Beasiswa Bakti diurus oleh beberapa orang keturunan Tionghoa menyebabkan saya berkenalan dengan mereka. Maka saya pikir, ini ada peluang untuk ‘menjerat’ nyonya orang kaya keturunan Tionghoa menjadi langganan pembeli barang saya. Tapi, mendatangi rumah orang …
Baca SelengkapnyaMenempuh Lautan Hidup dengan Perahu Kecap Cap Benteng dan Layar Cabe Lempuyang (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Bertawakkal kepada Allah Ta’ala Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan alam serta segala isinya agar Dia dikenal oleh makhluk-Nya, sehingga segala ciptaan-Nya baik yang di langit maupun di bumi selalu bertasbih memuji-Nya. Karena itu, hanyalah Dia Rabb yang berhak diibadahi …
Baca SelengkapnyaMenjadi Anak Angkat Bupati Madura, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Kuasa Pemegang Kuda Takdir Apa yang Engkau kehendaki terjadi Meskipun aku tidak menghendaki Apa yang aku kehendaki tidak terjadi Apabila Engkau tidak menghendaki Yang ini Engkau karuniai Sementara yang itu Engkau rendahkan Yang ini Engkau beri pertolongan …
Baca SelengkapnyaJejak Kasih yang Hampir Putus Setengah Abad Lebih, Oleh: Purnimasari
Pada penghujung tahun 1974, selesailah UU Hamidy mengikuti Pusat Latihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Aceh yang diterajui Dr Alfian dari pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan tenaga ahli teori penelitian ‘’Grounded Research’’ Prof Dr Stuart A Schlegel dari University California. …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
3. Rembang Petang “Rembang Petang” adalah sajak Rida K Liamsi yang benar-benar teduh, tenang, sunyi dan transendensi. Sebelumnya Rida menyentak kehidupan dengan semangat kilatan tajam tempuling. Rida menggesa agar bertindak kreatif, bahkan hampir menganjurkan bertarung habis-habisan memenangkan tekad yang telah …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
2. Kritik terhadap Melayu Dari penjelasan Rida K Liamsi mengenai puisinya, kita harus menyadari bahwa tak mungkin kita dapat memahami dan menghayati bermacam sikap dan pandangan, bahkan angan hati, yang telah mewarnai sajak-sajaknya. Ketidakmampuan itu pertama, karena begitu banyaknya warna …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
1. Dimensi Kebenaran dalam Karya Karya apapun juga di muka bumi ini, baru bermakna bila bicara tentang kebenaran. Karya yang tidak bicara tentang kebenaran, hanya akan sebatas selera hawa nafsu, meskipun karya itu juga dapat mendunia. Sebaliknya, karya yang berbicara …
Baca Selengkapnya”Apa yang Sudah Bung Tulis?”, Oleh: Purnimasari
Selain karena berkah dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang paling utama, salah satu hal yang menempa UU Hamidy menjadi seorang peneliti adalah terpilih sebagai salah seorang peserta di Pusat Latihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial (PLPIIS) di Aceh tahun 1974. PLPIIS …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (12)
Pekanbaru, Jum’at 10 Agustus 2007 Bung TA Sakti, Surat Bung tanggal 5 Agustus telah saya terima. Kalau memang tulisan saya yang bertajuk “Aceh Gudang Hikayat Nusantara” belum dimuat karena yang saya berikan lapis kedua, bukan lapis pertama, maka dengan ini …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena