2. Tradisi Kelahiran Kelahiran seorang anak telah dipandang oleh orang Melayu di Riau sebagai suatu berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Anak dipandang sebagai penyambung zuriat. Kelakuan sang anak yang bernada jenaka akan menjadi pelipur hati sedangkan perangainya yang menjunjung …
Baca SelengkapnyaRentangan Kehidupan Orang Melayu di Riau (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
1. Tradisi Kehidupan Bangsa yang bermartabat niscaya bangsa yang tahu identitas dirinya. Dia tidak hanya sekadar mencari dan mengumpulkan benda dalam hidupnya, tetapi juga berusaha mencari dan mendapatkan makna hidup. Untuk itu dia berusaha mengenal dan menghayati rangkaian nilai-nilai luhur …
Baca SelengkapnyaDunia Makin Lengang, Oleh: UU Hamidy
Allah Swt selalu sibuk mengurus makhluk-Nya. Allah tidak mengantuk, apalagi tidur dan lalai. Dia sepanjang waktu mendengar permohonan segala makhluk-Nya. Allah juga sepanjang waktu bersedia menerima taubat hamba-Nya yang hendak kembali kepada jalan yang lurus. Hidup dengan syariah Islam, berpedoman …
Baca SelengkapnyaUmat yang Terkepung, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahuwata’ala Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana bertasbih kepada-Nya segala yang ada di langit dan di bumi, menurunkan Alquran kepada Hamba-Nya yang pilihan Nabi Muhammad Saw, agar manusia hidup merdeka tidak terjajah oleh makhluk atau oleh dirinya sendiri. Dengan memahami …
Baca SelengkapnyaPayung Hukum Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahuwata’ala telah menciptakan hidup dan mati dengan tujuan yang benar untuk membuktikan siapakah yang terbaik amalnya. Jika amal manusia di dunia tidak dibuktikan mana yang baik, maka hidup manusia jadi sia-sia sehingga perjalanan hidupnya tidak bernilai. Allah Yang Maha …
Baca SelengkapnyaTingkat Emosi Orang Melayu, Oleh: UU Hamidy
Sentuhan perasaan atau tingkat emosi puak Melayu di Riau, dapat direntang dari tingkat malu, menghindar dan merajuk, disusul oleh latah dan aruk, berakhir dengan amuk. Senarai reaksi lahir batin ini, tentu saja berbeda intesitas dan kualitasnya dalam berbagai ragam puak …
Baca SelengkapnyaTukang Panjat Kelapa, Oleh: UU Hamidy
1. Lindap dari Padang Kehidupan Berbagai mata pencaharian telah pernah ada di pedesaan. Paling kurang ada 8 mata pencaharian tradisional: berladang, beternak, berdagang, bertukang, berkebun, berpekarangan (mempergunakan alat penangkap ikan), baniro (membuat gula enau, gula kelapa), dan mendulang. Tetapi karena …
Baca SelengkapnyaAlat dan Perkembangan Bahasa Melayu Riau, Oleh: UU Hamidy
Setelah persoalan-persoalan pokok mengenai bahasa diselesaikan seperti membuat tata bahasa dan ejaan, cendikiawan Riau memperluas horizon kegiatannya menjangkau lapangan budaya lainnya. Dalam hal ini, perhatian kerajaan Riau-Lingga amat besar artinya. Kerajaan ini telah tercatat mendirikan tiga percetakan, membuat satu perpustakaan …
Baca SelengkapnyaDi Singapura, Sejarah Hanya Dimulai Semenjak Kehadiran Raffles, Oleh: UU Hamidy
Pembicaraan ini terpaksa membawa kita kembali berbalik ke belakang, memandang apa-apa yang telah dikisahkan oleh peristiwa sejarah. Lukisan itu sebagian besar merupakan hasil daripada tingkahlaku manusia, sedangkan sebagian lagi tentulah tergantung kepada nasib, sebagaimana Tuhan Yang Maha Esa mempunyai kodrat …
Baca SelengkapnyaTukang Anggik Atok, Oleh: UU Hamidy
Rakyat kecil di pedesaan kita sampai hari ini dalam kehidupan yang serba sederhana, masih dapat melanjutkan kehidupan dengan berbagai jalan. Jalan kehidupan mereka, pertama-tama telah diambil dengan cara memanfaatkan alam di sekitar mereka. Sungguhpun begitu, cara mereka mengolah alam, bukanlah …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena