Adat orang hidup beriman Tahu menjaga laut dan hutan Tahu menjaga kayu dan kayan Tahu menjaga binatang hutan Tebasnya tidak menghabiskan Tebangnya tidak memusnahkan Bakarnya tidak membinasakan Siang yang cukup terik, tengah hari, di awal Januari. Para penumpang yang hendak …
Baca SelengkapnyaMenelusuri Jejak Surga Ikan Indonesia di Bagansiapi-api (Bagian 2); Ketika Pompong Berjuang Melawan Kapal Pukat, Oleh: Purnimasari
Pemasok ikan terbesar di Bagansiapi-api sebenarnya ada tiga. Yakni Panipahan, Pulau Halang dan Sinaboi. Dari ketiga tempat ini, Panipahan adalah yang terbesar. Namun, meski berada di tengah surga ikan itu, kini para nelayan tempatan menjerit melawan deraan pukat harimau. Tidak …
Baca SelengkapnyaApa Sebabnya Pemuda Tidur di Surau dan Orangtua Tidur di Dapur? (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Pembatasan hubungan antara pihak anak gadis dan pemuda dalam satu kesatuan keluarga ini, mencapai titik puncaknya, ketika salah seorang saudaranya yang perempuan itu sudah bersuami. Kalau saudara perempuannya sudah bersuami, pihak saudara yang laki-laki biasanya tidak begitu suka lagi memasuki …
Baca SelengkapnyaMenelusuri Jejak Surga Ikan Indonesia di Bagansiapi-api (Bagian 1); Dulu, Sambil Tidur pun, Dapat Ikan Segunung, Oleh: Purnimasari
Di era baru kemerdekaan atau tahun 1945-an, siapa yang tak kenal nama Bagansiapi-api? Inilah daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia, bahkan ditahbiskan sebagai penghasil ikan terbesar di dunia setelah Norwegia. Untuk wilayah Asia Tenggara, ketika itu, Bagan sempat menjadi pusat …
Baca SelengkapnyaApa Sebabnya Pemuda Tidur di Surau dan Orangtua Tidur di Dapur? (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Surau sebenarnya bukan hanya sekadar berfungsi sebagai tempat belajar mengaji Al-Qur’an, shalat dan kegiatan agama lainnya. Di samping fungsinya yang demikian, masih ada manfaatnya yang lain, yang juga cukup besar artinya bagi masyarakat. Suku-suku Melayu yang mendiami pesisir Timur Sumatera …
Baca SelengkapnyaGelar Antropologis dalam Keseharian Kita, Oleh: UU Hamidy
Sebenarnya, baik nama maupun gelar dari garis darah dan suku juga telah mempunyai kadar antropologis, dalam arti memberikan gambaran tentang kondisi-kondisi manusia dan budayanya. Tetapi, memandang hal itu hampir telah menjadi kebiasaan yang umum dan universal, maka keadaannya tidak lagi …
Baca SelengkapnyaTuanku Tambusai; yang Haq Tak Mungkin Bertemu dengan yang Bathil
Jika kita sandingkan perlawanan yang dipimpin oleh Tuanku Tambusai dengan perlawanan Tuanku Rao dan Tuanku Imam Bonjol, maka perlawanan tiap ulama ini tampaknya memang telah timbul sebagai konsekuensi logis dari pendirian mereka sendiri yang tak mungkin menerima Belanda dengan tingkahlaku …
Baca SelengkapnyaApa Peninggalan Tuanku Tambusai untuk Zuriatnya?
Pandangan hidup yang membentuk sikap seperti itu (menegakkan kebenaran yang semata-mata hanya dari Allah) telah menjelma dalam tingkahlaku sosial budaya, dalam bentuk berarti meninggalkan kepentingan diri sendiri, dan memilih berperang di medan jihad sebagai pembelaan atas kepentingan umat atau bangsa. …
Baca SelengkapnyaPenunggang Gelombang, Oleh: Purnimasari
Dulu membuat gerun. Kini dipandang anggun. Dulu membuat ngeri, sekarang malah dinanti. Jika para rodeo menunggang kuda di daratan, para peselancar bekudo bono di sungai. Mereka larut dalam ombak pipa dengan lorong panjang, mengejar lidah bono yang menjulang, tenggelam dalam …
Baca SelengkapnyaSiak Sri Indrapura; Bacaan Sejarah di Kala Senja, Oleh: UU Hamidy
Kata SIAK tidak asing lagi bagi kita, terutama dalam kehidupan bumi putera Riau. Kata itu telah menjadi perbendaharaan kata bahasa Melayu yang cukup PENTING. Paling kurang dia dapat menunjuk kepada DUA maksud. Pertama, menunjukkan sebuah KERAJAAN, yang paling kurang berawal …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena