Prof Suwardi MS dengan jasa-jasanya bagaikan perahu sarat muatan. Muatan apa? Ya, apalagi, kalau bukan berbagai jasa, darma bakti dan jerih payah, yang telah dibentangkan oleh dirinya kepada masyarakat dan kaum muslimin. Begitu saratnya pribadi Prof Suwardi dengan jasa-jasanya, sehingga …
Baca SelengkapnyaKekuasaan Menikam Cinta dalam ‘’Sayap Cinta Sang Sapurba’’ Cerpen Karangan Hang Kafrawi, Oleh: UU Hamidy
1. Mitos Sang Sapurba Sang Sapurba adalah pewaris terakhir Kerajaan Sriwijaya. Dia punya ambisi memelihara kebesaran kerajaan itu. Maka dia menjelajahi semua bekas kerajaan yang sudah mulai terpecah-belah. Dia melakukan perjalanan mulai dari Palembang, Tanjung Pura sampai ke Lingga dan …
Baca SelengkapnyaPenampilan Seni Tradisional Melayu di Museum Sang Nila Utama, Oleh: UU Hamidy
1. Semakin Pudar Pergiliran masa yang berlaku dalam sunatullah, juga telah melanda kehidupan seni tradisional Melayu di Riau. Pergiliran masa berupa menang-kalah, maju-mundur dan kejayaan serta keredupan, tak dapat dihindari oleh perjalanan seni tradisonal tersebut. Masa kejayaannya masih berlaku sampai …
Baca SelengkapnyaTabrani Rab; ’’Tempias’’ yang Bisa Menjengkelkan, Oleh: UU Hamidy
1. Bayangan Nasib Riau dan Reformasi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah menyampaikan pesan, bahwa siapa yang ingin bahagia di dunia harus dengan ilmu, mau bahagia di akhirat juga dengan ilmu. Bagi orang yang bertakwa, kehidupan di akhirat adalah …
Baca SelengkapnyaTenas Effendy; Gudang Pantun Melayu Riau, Oleh: UU Hamidy
1. Pengarang Sejarah Lokal Nama Tenas Effendy agaknya tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan terpelajar di Riau. Dan hampir dapat dipastikan sudah dikenal dengan baik oleh puak Melayu daerah Siak, serta lebih-lebih di Pelalawan –daerah kelahiran dan bekas kerajaan …
Baca SelengkapnyaMuchtar Ahmad; Tokoh Gelisah di Belakang Layar, Oleh: UU Hamidy
1. Pemuda Pertama Riau Jadi Anggota DPRD Riau Tentu banyak orang mengenal Muchtar Ahmad sebagai ahli perikanan, pertanian tanah gambut, cendekiawan, bahkan juga sebagai birokrat. Ini tak mengherankan. Muchtar Ahmad memang seorang ahli perikanan lulusan Jepang. Disertasinya berbicara mengenai bunyi …
Baca SelengkapnyaMengenang Jasa Profesor Datuk Ismail Hussein; Perangkai Penulis Riau dengan Gapena, Oleh: UU Hamidy
Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun, telah berpulang ke rahmatullah Profesor Datuk Ismail Hussein pada Senin malam 20 Oktober 2014 dalam usia 82 tahun di Kuala Lumpur. Beliau adalah tokoh besar lagi cemerlang dalam budaya Melayu, semoga jerih payahnya berbalas kebajikan …
Baca SelengkapnyaVisi Riau Pusat Budaya Melayu (Beberapa Perkara yang Dapat Dipertimbangkan), Oleh: UU Hamidy
Visi Riau Pusat Budaya Melayu sampai saat ini masih banyak jadi pertelingkahan daripada jadi tindakan. Karena itu gerak langkah menuju pandangan itu tidak dapat berjalan dengan memadai. Dalam batas-batas tertentu sebenarnya beda pendapat tentang hal itu bisa memberi manfaat. Tapi …
Baca SelengkapnyaHasan Junus; Pena yang Tak Kunjung Kering, Oleh: UU Hamidy
1. Pewaris Darah Pengarang Kalau ada pengarang kreatif di Riau tidak mengenal nama Hasan Junus, maka akan diragukan kepengarangannya. Betapa tidak, sebab tokoh yang kita ketengahkan ini, sudah mengharu-biru belantara dunia kreatif di Riau. Mulai dari Kepulauan Riau (Tanjungpinang) sampai …
Baca SelengkapnyaSampah Bahasa, Oleh: UU Hamidy
1. Tak Mampu Merasa Bangsa Indonesia, tidak hanya sekedar merasa tak mampu, tapi juga tak mampu merasa. Perhatikanlah tindakan kekerasan dan perlakuan kasar dalan perilaku bangsa ini. Baik dari kalangan rakyat jelata, juga para pejabat yang mestinya memberi teladan yang …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena