Sentuhan perasaan atau tingkat emosi puak Melayu di Riau, dapat direntang dari tingkat malu, menghindar dan merajuk, disusul oleh latah dan aruk, berakhir dengan amuk. Senarai reaksi lahir batin ini, tentu saja berbeda intesitas dan kualitasnya dalam berbagai ragam puak …
Baca SelengkapnyaAlat dan Perkembangan Bahasa Melayu Riau, Oleh: UU Hamidy
Setelah persoalan-persoalan pokok mengenai bahasa diselesaikan seperti membuat tata bahasa dan ejaan, cendikiawan Riau memperluas horizon kegiatannya menjangkau lapangan budaya lainnya. Dalam hal ini, perhatian kerajaan Riau-Lingga amat besar artinya. Kerajaan ini telah tercatat mendirikan tiga percetakan, membuat satu perpustakaan …
Baca SelengkapnyaDi Singapura, Sejarah Hanya Dimulai Semenjak Kehadiran Raffles, Oleh: UU Hamidy
Pembicaraan ini terpaksa membawa kita kembali berbalik ke belakang, memandang apa-apa yang telah dikisahkan oleh peristiwa sejarah. Lukisan itu sebagian besar merupakan hasil daripada tingkahlaku manusia, sedangkan sebagian lagi tentulah tergantung kepada nasib, sebagaimana Tuhan Yang Maha Esa mempunyai kodrat …
Baca SelengkapnyaGelar Antropologis dalam Keseharian Kita, Oleh: UU Hamidy
Sebenarnya, baik nama maupun gelar dari garis darah dan suku juga telah mempunyai kadar antropologis, dalam arti memberikan gambaran tentang kondisi-kondisi manusia dan budayanya. Tetapi, memandang hal itu hampir telah menjadi kebiasaan yang umum dan universal, maka keadaannya tidak lagi …
Baca SelengkapnyaWajah dan Semangat Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Tuhan Maha Pencipta telah menampilkan jasad sebagai wajah dan ruh sebagai semangat. Begitulah sunnatullah berlaku pada jagad raya ini, sehingga kehidupan jadi bergerak dan berubah serta mengalir dengan semangatnya masing-masing. Hikayat ‘’Malem Dewa’’ telah menggambarkan kehidupan manusia dari tingkat dunia …
Baca SelengkapnyaPesan-pesan Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Akhlak yang merosot saat ini banyak dikeluhkan orang. Kehidupan begitu gersang, padahal hiburan ada di mana-mana. Lebih ironi lagi, generasi muda tercemar budi pekertinya. Tugas sekolah hanya mengajar bukan mendidik. Padahal namanya Departemen Pendidikan. Berbagai penyimpangan pun terjadi, mulai narkoba, …
Baca SelengkapnyaPerempuan dalam Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Kita disuruh Allah untuk merenungkan ciptaan-Nya, agar dapat memahami betapa Maha Kuasa dan Maha Besar-Nya. Dari penciptaan jagad ini menjadi kesadaran betapa kecilnya kita. Sang pemilik (Allah Swt) mengganti siang dengan malam, menggilirkan cuaca dan musim, mengeluarkan yang hidup dari …
Baca SelengkapnyaTipologi Manusia dalam Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Al-Quran surah Ash-Shaffaat ayat 96 dapat dibaca ayat yang maksudnya; ‘’Allah menjadikan kamu dan apa-apa yang kamu perbuat’’. Penegasan betapa Maha Kuasa Allah Swt. Andai ada sesuatu di jagad raya ini yang bisa menggerakkan dirinya sendiri tanpa kudrat dan iradat …
Baca SelengkapnyaRekonstruksi Nilai Budaya Masyarakat Aceh dalam Membangun Peradaban Melayu, Oleh: UU Hamidy
1. Pentingnya Rekontruksi Nilai Budaya Rekonstruksi nilai budaya mau tidak mau harus disadari sebagai suatu hal yang amat penting, bahkan hampir dapat dikatakan akan sangat menentukan jalan hidup umat manusia masa depan. Budaya dunia dewasa ini yang mendapat pengaruh dominan …
Baca SelengkapnyaAceh Gudang Hikayat Nusantara, Oleh: UU Hamidy
Banyak orang memandang Aceh dari sudut politik semata. Itu hal wajar, sebab kehendak Tuhan telah berlaku demikian rupa. Marilah melihat Aceh dari sudut pandang budaya, karena akan lebih menarik. Tak bisa dinafikan bahwa Aceh pernah menjadi pusat bahasa Melayu, paling …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena