Ada satu tradisi di keluarga kami yang mungkin aneh bagi sebagian orang : pergi berbelanja (ke pasar) adalah urusan suami. Belanja? Iya. Ke pasar tradisional? Ya iya lah. Kalau cuma ke supermarket mah yang bisa juga banyak. Di rumah kami, …
Baca SelengkapnyaMerintang Hari Puasa, Oleh: Purnimasari
Puasa pertama seperti hari ini senantiasa mengingatkan pada setangkai kenangan masa kecil ketika bulan Ramadhan tempo doeloe. Sudah tentu di Pekanbaru. Hati orangtua mana yang takkan membuncah bahagia jika si cahaya mata berazam mau puasa penuh untuk pertama kalinya? Ikhtiar …
Baca SelengkapnyaBuku Santapan Rohani Ramadhan, Oleh: Purnimasari
Anak milenial mungkin tak pernah tau buku ini. Jangankan tau, mendengar namanya saja pun mungkin sudah tak pernah. Padahal, inilah salah satu buku paling sakral pada masanya : Buku Santapan Rohani Ramadhan. Buku ini, Kawan, sungguh hebat bukan buatan. Dia …
Baca SelengkapnyaGelar Antropologis; Cara Unik Berkomunikasi di Rantau Kuantan, Oleh: Purnimasari
What’s in a name? Kata William Shakespeare. Apalah arti sebuah nama. Tapi ternyata nama penting juga gunanya. Jika tak ada nama, bagaimana kita memanggil seseorang atau sesuatu? Dalam belantara nama ada pula dikenal gelar, julukan, nama lain ataupun alias. Itu …
Baca SelengkapnyaFotografer Anti Pencitraan, Oleh: Purnimasari
Bekerja sebagai peneliti membuat lelaki itu punya dua amunisi andalan: tustel dan tape perekam. Dua benda itu memang sangat membantunya dalam menulis buku-buku yang kemudian diterbitkan. Tapi, dua alat itu juga punya kegunaan lain untuk keluarga. Dengan tustel Canon-nya, lelaki …
Baca SelengkapnyaKue Pesawat, Oleh: Purnimasari
Apakah yang paling diharapkan dari orang yang bepergian? Salah satunya tentu oleh-oleh. Sekecil dan seremeh apapun, yang namanya buah tangan tetap saja dinantikan dan membahagiakan. Tapi, sayangnya, dalam kamus ayahku, tidak ada yang namanya oleh-oleh. Sesering dan sejauh manapun dia …
Baca SelengkapnyaGuru Ngaji Kami, Oleh: Purnimasari
Salah seorang yang besar jasanya dalam hidup kita adalah orang yang mengajarkan kita mengaji. Bayangkan, dalam setiap huruf yang kita sebut hari ini, ada saham pahala untuknya. Buat kami, orang itu adalah Bang Azhar. Alih-alih memanggilnya “ustadz”, kami selalu menyebutnya …
Baca SelengkapnyaKenok Laundry, Oleh: Purnimasari
Jauh sebelum dunia cuci gosok (setrika) dihebohkan dengan menjamurnya layanan laundry kilo, laundry kilat dan yang sewaktu dengannya, kami sudah lama punya layanan super prima : Kenok Laundry. Mulai berdiri paling tidak awal ‘80-an, Kenok Laundry telah berkhidmat lebih dari …
Baca SelengkapnyaMengajar Bahasa Indonesia untuk Nyonya Tionghoa, Oleh: Purnimasari
Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965 telah menjadi semacam berkah di balik musibah bagi UU Hamidy. Ketika itu, orang Tionghoa termasuk yang banyak dicurigai sehingga sedikit banyak mereka pun merasa tidak tentram. Mereka berusaha agar lidahnya dalam berbahasa Indonesia …
Baca SelengkapnyaBeasiswa Ditolak karena Riau Katanya Kaya, Oleh: Purnimasari
Begitu menjejakkan kaki di Kota Malang tahun 1964, kesulitan hidup masih membayangi UU Hamidy. Dia terpaksa makan nasi jagung karena mahalnya harga beras. Namun, seperti janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an, setelah kesulitan ada kemudahan. Satu kesulitan takkan mengalahkan …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena