Adat orang hidup beriman Tahu menjaga laut dan hutan Tahu menjaga kayu dan kayan Tahu menjaga binatang hutan Tebasnya tidak menghabiskan Tebangnya tidak memusnahkan Bakarnya tidak membinasakan Siang yang cukup terik, tengah hari, di awal Januari. Para penumpang yang hendak …
Baca SelengkapnyaMenelusuri Jejak Surga Ikan Indonesia di Bagansiapi-api (Bagian 2); Ketika Pompong Berjuang Melawan Kapal Pukat, Oleh: Purnimasari
Pemasok ikan terbesar di Bagansiapi-api sebenarnya ada tiga. Yakni Panipahan, Pulau Halang dan Sinaboi. Dari ketiga tempat ini, Panipahan adalah yang terbesar. Namun, meski berada di tengah surga ikan itu, kini para nelayan tempatan menjerit melawan deraan pukat harimau. Tidak …
Baca SelengkapnyaMenelusuri Jejak Surga Ikan Indonesia di Bagansiapi-api (Bagian 1); Dulu, Sambil Tidur pun, Dapat Ikan Segunung, Oleh: Purnimasari
Di era baru kemerdekaan atau tahun 1945-an, siapa yang tak kenal nama Bagansiapi-api? Inilah daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia, bahkan ditahbiskan sebagai penghasil ikan terbesar di dunia setelah Norwegia. Untuk wilayah Asia Tenggara, ketika itu, Bagan sempat menjadi pusat …
Baca SelengkapnyaPenunggang Gelombang, Oleh: Purnimasari
Dulu membuat gerun. Kini dipandang anggun. Dulu membuat ngeri, sekarang malah dinanti. Jika para rodeo menunggang kuda di daratan, para peselancar bekudo bono di sungai. Mereka larut dalam ombak pipa dengan lorong panjang, mengejar lidah bono yang menjulang, tenggelam dalam …
Baca SelengkapnyaKetika Tata Niaga Sagu Masih Timpang; Kita Punya Produk, Orang yang Tetapkan Harga, Oleh: Purnimasari
Berpuluh tahun terkenal sebagai Kota Sagu, berpuluh tahun pula para pengusaha sagu hanya bisa protes turun temurun dalam diam. Sebab meski mereka yang sejatinya menghasilkan produk, yang menetapkan harga justru pihak lain. Di sinilah letak beda sagu Meranti dengan sagu …
Baca SelengkapnyaKetika Sagu Jadi Nafas Kehidupan; Menggantung Asa di Pelepah Rumbia, Oleh: Purnimasari
Bagi sebagian orang di Meranti, sagu adalah tempat mereka menggantungkan kehidupan. Pada abut (bibit sagu) mereka tanam azam hingga ke anak cucu. Di pelepah-pelepah rumbia, mereka rajut impian bernama masa depan. Ia telah menjadi nafas kehidupan. Baik itu sebagai induk …
Baca SelengkapnyaHikayat Negeri Sagu; Kebun Berkecai, Ikon yang Tergadai, Oleh: Purnimasari
Subuh baru saja melambaikan tangannya. Titik-titik embun masih menyelimuti dedaunan. Semburat sang surya sudah mulai mengintip di balik awan. Pagi yang tenang di Dusun Lalang, sekitar 18 kilometer dari Selatpanjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Tepatnya di Desa Tanjung, Kecamatan …
Baca SelengkapnyaPara Penggenggam Bara, Oleh: Purnimasari
Di dunia yang kian renta ini, hal-hal yang ganjil dan terbalik makin banyak terjadi. Kini, umat muslim diberi kian banyak cobaan. Beberapa di antaranya adalah kebijakan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap sebagai pelecehan. Di antara kasus yang banyak dibicarakan …
Baca SelengkapnyaManusia Simbol, Oleh: Purnimasari
Tidak perlu menjadi orang baik-baik, tapi perlu berpenampilan baik. Itulah salah satu di antara sari pati buku Il Principe (Sang Penguasa) yang ditulis oleh Niccolo Machiavelli. Buku yang ditulis pada 1513 ini banyak dijadikan panutan oleh para pemimpin dunia sehingga …
Baca SelengkapnyaBapak Dosen Sudah Menulis Buku Apa? Oleh: G Moedjanto
Pada hari Ahad, 22 November 1987, kami menghadiri suatu pesta perkawinan putri rekan kami di gedung LPP, Jalan Oerip Sumohardjo, Yogyakarta. Duduk berdampingan dengan saya beberapa rekan dosen, guru dan Pak Gardono, seniman dan pemborong karya seni terutama dari perunggu, …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena