Dalam penelitian sastera Melayu abad ke-19 yang ditujukan terutama kepada dua tokoh besar sastera Melayu yakni Raja Ali Haji dari Riau dan Abdullah Munsyi dari Singapura, saya mencari data ke Pulau Penyengat seberang Kota Tanjung Pinang yaitu Raja Hamzah Yunus. …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (13)
Pekanbaru, 8 Sya’ban 1429 Hijrah 10 Agustus 2008 Masehi Yth Bung TA Sakti di Darussalam, Aceh. Surat ini memang pantas ditulis atas pertimbangan beberapa perkara. Pertama, jika masih ada umur, insya Allah bulan depan kita melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Karena …
Baca SelengkapnyaKenangan Selama Merantau di Aceh, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Bijaksana telah menurunkan Al-Qur’an untuk pelajaran, pedoman, dan petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Al-Qur’an memberi pelajaran lewat kisah umat-umat terdahulu. Sebagian di antara mereka telah taat kepada Rasul yang diutus Allah kepada mereka. Sebagian lagi menolak sehingga …
Baca SelengkapnyaBadan Dakwah Islam IKIP Malang Menangkis Maksiat PKI di Kampus, Oleh: UU Hamidy
Yang Haq Menghancurkan yang Bathil Allah Yang Maha Bijaksana menciptakan alam dan seisinya dengan tujuan yang benar, bukan main-main. Dia ciptakan manusia (dan juga jin) hanya untuk beribadah dan menyembah kepada-Nya. Dia turunkan syariah Islam agar umat manusia menempuh jalan …
Baca SelengkapnyaMenempuh Lautan Hidup dengan Perahu Kecap Cap Benteng dan Layar Cabe Lempuyang (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Nasib saya dengan sebab Yayasan Beasiswa Bakti diurus oleh beberapa orang keturunan Tionghoa menyebabkan saya berkenalan dengan mereka. Maka saya pikir, ini ada peluang untuk ‘menjerat’ nyonya orang kaya keturunan Tionghoa menjadi langganan pembeli barang saya. Tapi, mendatangi rumah orang …
Baca SelengkapnyaMenempuh Lautan Hidup dengan Perahu Kecap Cap Benteng dan Layar Cabe Lempuyang (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Bertawakkal kepada Allah Ta’ala Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan alam serta segala isinya agar Dia dikenal oleh makhluk-Nya, sehingga segala ciptaan-Nya baik yang di langit maupun di bumi selalu bertasbih memuji-Nya. Karena itu, hanyalah Dia Rabb yang berhak diibadahi …
Baca SelengkapnyaMenjadi Anak Angkat Bupati Madura, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Kuasa Pemegang Kuda Takdir Apa yang Engkau kehendaki terjadi Meskipun aku tidak menghendaki Apa yang aku kehendaki tidak terjadi Apabila Engkau tidak menghendaki Yang ini Engkau karuniai Sementara yang itu Engkau rendahkan Yang ini Engkau beri pertolongan …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
3. Rembang Petang “Rembang Petang” adalah sajak Rida K Liamsi yang benar-benar teduh, tenang, sunyi dan transendensi. Sebelumnya Rida menyentak kehidupan dengan semangat kilatan tajam tempuling. Rida menggesa agar bertindak kreatif, bahkan hampir menganjurkan bertarung habis-habisan memenangkan tekad yang telah …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
2. Kritik terhadap Melayu Dari penjelasan Rida K Liamsi mengenai puisinya, kita harus menyadari bahwa tak mungkin kita dapat memahami dan menghayati bermacam sikap dan pandangan, bahkan angan hati, yang telah mewarnai sajak-sajaknya. Ketidakmampuan itu pertama, karena begitu banyaknya warna …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
1. Dimensi Kebenaran dalam Karya Karya apapun juga di muka bumi ini, baru bermakna bila bicara tentang kebenaran. Karya yang tidak bicara tentang kebenaran, hanya akan sebatas selera hawa nafsu, meskipun karya itu juga dapat mendunia. Sebaliknya, karya yang berbicara …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena