Masyarakat Melayu tradisional mempunyai empat macam pemegang teraju kepemimpinan. Pertama, tokoh tradisi yakni dukun, bomo, pawang, kemantan dan guru silat. Kedua, tokoh adat seperti datuk, batin dan penghulu. Ketiga, teraju kerajaan yakni Yang Dipertuan Besar atau Sultan dan Yang Dipertuan …
Baca SelengkapnyaPerangkap Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Manusia abad ini tidak menyadari bahwa demokrasi yang dipuja-puja sebagai jalan hidup telah mengurung mereka dalam satu perangkap. Demokrasi telah membuat umat manusia berada bagaikan katak di bawah tempurung. Mereka hanya mengenal hidup sebatas dunia di bawah kolong langit. Di …
Baca SelengkapnyaNilai Kelestarian Hutan Tanah Melayu, Oleh: UU Hamidy
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, suri tauladan bagi yang ingin mulia di muka bumi dan selamat di akhirat, telah berpesan bahwa umat manusia berserikat pada air, api dan padang rumput. Maksudnya, umat manusia sama-sama punya kepentingan atau hajat untuk memperoleh …
Baca SelengkapnyaJual Beli Hati Nurani dalam Pemilu, Oleh: UU Hamidy
Islam membenarkan jual beli harta benda. Sebab jual beli harta benda pada pokoknya adalah perubahan ujud benda saja. Sedangkan perubahan ujud benda itu hanya sebatas untuk kepentingan hajad hidup jasmani. Jika perubahan atau pertukaran ujud benda seperti uang menjadi barang …
Baca SelengkapnyaKilat Cermin, Oleh: UU Hamidy
Banyak sekali sekarang terjadi musibah dan malapetaka. Baik malapetaka yang datang dari alam maupun dari pihak manusia itu sendiri. Dari pihak alam yang paling dahsyat adalah tsunami di Aceh, letusan gunung Merapi Jawa Tengah, gempa Bumi di Sumatera Barat dan …
Baca SelengkapnyaPejabat Besar dan Penjahat Besar, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Indah dan suka pada keindahan. Keindahan ciptaan-Nya telah terpancar dari segenap penjuru jagad raya. Segala sesuatu berlaku dalam kendali kebijaksanaan Allah Yang Maha Bijaksana. Tak ada sedikitpun perubahan apalagi kekurangan pada sunnatullah itu. Insan yang mau mengambil ibarat …
Baca SelengkapnyaTajam Keris Raja, Tajam Lagi Pena Pujangga, Oleh: UU Hamidy
Judul tulisan di atas adalah kutipan puisi penyair Malaysia Usman Awang, dengan nama pena T Tongkat Waran, yang mendapat kehormatan sebagai seniman negara. Sebagai seniman negara dia mendapat berbagai kemudahan dari negara Malaysia, terutama jaminan biaya perawatan kesehatan seumur hidup. …
Baca SelengkapnyaJaring Laba-Laba, Oleh UU: Hamidy
Sudah dekat hari kiamat, tapi manusia ternyata masih tetap lalai bahkan berpaling. Mereka hampir tak pernah membayangkan nasib malang yang akan menimpanya. Manusia bermain-main dengan hidupnya. Terlena oleh dunia dengan kesenangan yang menipu. Dia telah diciptakan oleh Tuhan sebaik-baik makhluk. …
Baca SelengkapnyaKutub Khanah Marhum Ahmadi; Pustaka Islam Pertama di Asia Tenggara, Oleh: UU Hamidy
Kejutan Minat Bicara tentang budaya, Riau punya sejumlah aspek yang cukup menarik. Malah dapat dikatakan bisa mengagumkan. Tapi puak Melayu di Riau, hampir tak pernah membanggakannya, apalagi menjadi kesombongannya. Ini terjadi karena resam dan adat Melayu yang bersandar pada agama …
Baca SelengkapnyaBayangan Jihad dalam Catur Melayu, Oleh: UU Hamidy
Jihad dewasa ini hampir dipandang sebagai hantu, sebab diberi topeng teroris. Padahal jihad adalah keberanian membela yang benar. Kalau tak ada keberanian membela yang benar, kita tak akan pernah kuat dan punya harga diri. Tetapi sebaliknya dipandang enteng, sehingga diperalat …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena