Keutamaan terhadap minum-makan (labo kek poruik) bagi puak Melayu Kuantan Singingi dapat dilihat dalam sejumlah tingkah laku budaya, sehingga semakin jelas sosok mereka sebagai satu tipe antropologis puak Melayu. Mereka punya pepatah ‘’makan jangan diagak, salero jangan dipaturuikkan’’ (makan jangan …
Baca SelengkapnyaPustakawan Melayu di Riau, Oleh: UU Hamidy
Sejumlah karya tulis berupa naskah (baik tulisan tangan, salinan maupun yang telah dicetak) Melayu di Riau tidak akan dapat kita jumpai lagi, sekiranya tidak ada usaha dokumentasi di daerah ini. Meskipun dalam segi dokumentasi ini ada gejala kelengahan atau kelalaian …
Baca SelengkapnyaPertarungan Hidup dalam Cerita Kancil, Oleh: UU Hamidy
Sungguh menarik bagaimana pertarungan hidup dalam cerita kancil. Pertarungan hidup itu terkesan menarik, bukan karena penampilan yang garang, bengis dan sadis dalam rangkaian peristiwa cerita. Tetapi oleh cara cerita menyajikan pertarungan itu, dalam suasana hidup yang sederhana yang kadangkala membangkitkan …
Baca SelengkapnyaBayangan Orang Mukmin dalam Gurindam Duabelas Karya Raja Ali Haji, Oleh : UU Hamidy
Raja Ali Haji telah memainkan peranan dalam hidupnya pada berbagai dimensi kehidupan. Beliau seorang bangsawan Kerajaan Riau-Lingga, pengarang tata bahasa Melayu pertama dari puak Melayu, penulis sejarah yang teliti, penulis kitab hukum, penasehat yang jujur terhadap raja-raja Riau dan pengarang …
Baca SelengkapnyaTolong-menolong Orang Kaya dengan Orang Miskin dalam Adat Bersendi Syarak, Oleh : UU Hamidy
Allah Ta’ala yang berhak diibadahi dengan benar menciptakan manusia beragam suku bangsa agar saling mengenal, yang terbaik di antara mereka adalah yang paling takwa. Allah Yang Maha Kaya juga memberikan rezeki yang berbeda agar manusia menyadari kebesaran Allah sehingga tunduk …
Baca SelengkapnyaYang Menghancurkan Manusia, Oleh : UU Hamidy
Allah Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta lagi Maha Pengatur telah menciptakan alam semesta dan seisinya dengan fitrah. Apa yang ada di langit dan bumi, selalu bertasbih memuji Allah dan mengakui bahwa tak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain daripada …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (1)
Seulas Pinang : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bertepatan peringatan Isra’ Mi’raj, Sabtu 27 Rajab 1431 H/27 Apam 1431/10 Juli 2010 M, mulai hari ini saya postingkan surat-surat Bapak UU Hamidy kepada saya sejak 1403 H/1983 M sampai dengan 1429 H/2008 M. …
Baca SelengkapnyaSemangat lslam dalam Tradisi Melayu, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Kuasa, Maha Pencipta, Maha Pengatur lagi Maha Pemelihara yang punya 99 nama-nama indah telah menurunkan Alquran petunjuk bagi orang yang bertakwa, agar manusia hanya beribadah dengan benar kepada-Nya saja. Allah tidak perlu sekutu. Dialah yang awal Dialah yang …
Baca SelengkapnyaMalapetaka Terbesar, Oleh: UU Hamidy
Allah tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Dia, yang bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan bumi, yang memegang kerajaan langit dan bumi, yang mempunyai 99 nama sanjungan yang indah, yang menciptakan serta mengatur alam semesta dan seisinya, telah …
Baca SelengkapnyaIlustrasi Keadilan dalam Adat Bersendi Syarak, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Pencipta, Maha Pemelihara, Maha Pengatur lagi Maha Bijaksana berulang-ulang dalam Alquran memerintahkan kepada umat manusia supaya berbuat adil. Dan jalan menegakkan keadilan itu ialah dengan memakai hukum Allah yang dibentangkan dalam Al Qur’an serta panduan as-Sunnah dari Utusan …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena