Yang Haq Menghancurkan yang Bathil Allah Yang Maha Bijaksana menciptakan alam dan seisinya dengan tujuan yang benar, bukan main-main. Dia ciptakan manusia (dan juga jin) hanya untuk beribadah dan menyembah kepada-Nya. Dia turunkan syariah Islam agar umat manusia menempuh jalan …
Baca SelengkapnyaMenempuh Lautan Hidup dengan Perahu Kecap Cap Benteng dan Layar Cabe Lempuyang (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Nasib saya dengan sebab Yayasan Beasiswa Bakti diurus oleh beberapa orang keturunan Tionghoa menyebabkan saya berkenalan dengan mereka. Maka saya pikir, ini ada peluang untuk ‘menjerat’ nyonya orang kaya keturunan Tionghoa menjadi langganan pembeli barang saya. Tapi, mendatangi rumah orang …
Baca SelengkapnyaMenempuh Lautan Hidup dengan Perahu Kecap Cap Benteng dan Layar Cabe Lempuyang (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Bertawakkal kepada Allah Ta’ala Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan alam serta segala isinya agar Dia dikenal oleh makhluk-Nya, sehingga segala ciptaan-Nya baik yang di langit maupun di bumi selalu bertasbih memuji-Nya. Karena itu, hanyalah Dia Rabb yang berhak diibadahi …
Baca SelengkapnyaMenjadi Anak Angkat Bupati Madura, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Kuasa Pemegang Kuda Takdir Apa yang Engkau kehendaki terjadi Meskipun aku tidak menghendaki Apa yang aku kehendaki tidak terjadi Apabila Engkau tidak menghendaki Yang ini Engkau karuniai Sementara yang itu Engkau rendahkan Yang ini Engkau beri pertolongan …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
3. Rembang Petang “Rembang Petang” adalah sajak Rida K Liamsi yang benar-benar teduh, tenang, sunyi dan transendensi. Sebelumnya Rida menyentak kehidupan dengan semangat kilatan tajam tempuling. Rida menggesa agar bertindak kreatif, bahkan hampir menganjurkan bertarung habis-habisan memenangkan tekad yang telah …
Baca SelengkapnyaKritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
2. Kritik terhadap Melayu Dari penjelasan Rida K Liamsi mengenai puisinya, kita harus menyadari bahwa tak mungkin kita dapat memahami dan menghayati bermacam sikap dan pandangan, bahkan angan hati, yang telah mewarnai sajak-sajaknya. Ketidakmampuan itu pertama, karena begitu banyaknya warna …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (12)
Pekanbaru, Jum’at 10 Agustus 2007 Bung TA Sakti, Surat Bung tanggal 5 Agustus telah saya terima. Kalau memang tulisan saya yang bertajuk “Aceh Gudang Hikayat Nusantara” belum dimuat karena yang saya berikan lapis kedua, bukan lapis pertama, maka dengan ini …
Baca SelengkapnyaBeberapa Tokoh Pendidikan Islam di Riau (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Bagaimanapun juga risiko yang dihadapi oleh Tuanku Tambusai, namun ternyata jalan yang telah dirintisnya membuka peluang melapangkan gerak langkah tokoh pendidikan Islam di belakangnya. Meskipun hubungannya sampai kurang baik dengan pihak Kerajaan Rantau Binuang Sakti, karena pendekatannya yang bergaya Wahabi, …
Baca SelengkapnyaBeberapa Tokoh Pendidikan Islam di Riau (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Ruang lingkup, waktu dan muatan pendidikan Islam ternyata meliputi seluruh dimensi kehidupan manusia, yang terbentang dari perjalanan hidupnya di dunia sampai ajal yang akan disusul oleh kehidupan yang kekal di akhirat. Memandang muatan konsep yang demikian maka sejumlah tokoh telah …
Baca SelengkapnyaBeberapa Pusat Pendidikan Islam di Riau (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Bekas kerajaan Tambusai yang meliputi daerah aliran sungai Rokan, Pasir Pengaraian dan Rambah, juga merupakan pusat pendidikan Islam. Imam Maulana Kali yang menjadi Wali Syarak (Imam Kerajaan) dengan anaknya Muhammad Saleh (yang kemudian terkenal dengan Tuanku Tambusai) telah menyegarkan pula …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena