Pekanbaru, 12 Jumadil Awal 1415 Bung TA Sakti di Darussalam, Banda Aceh Surat Bung yang dulu ditulis bulan Shafar sebenarnya sudah sampai kepada saya. Tetapi setelah saya baca, saya tidak bisa menulis surat dengan segera, sebab ada kegiatan saya membuat …
Baca SelengkapnyaPandangan Hidup Para Penulis Riau, Oleh: UU Hamidy
Dalam pandangan para penulis Riau, amat kentara sekali bagaimana agama Islam menjadi pusat segala aktivitas kehidupan. Mereka menulis dalam dua posisi. Pertama sebagai amal kepada Ilahi. Dalam hal ini mereka memandang bagaimana kedudukan mereka sebagai hamba yang hina sehingga dalam …
Baca SelengkapnyaKepentingan Perut pada Batinnya, Oleh: UU Hamidy
Poruik atau perut di samping pertama merujuk pada minum-makan, juga sebagai lambang untuk ibu. Sebab para ibulah yang melahirkan anak-anaknya, melalui kandungan dalam perut mereka. Itulah sebabnya di Teluk Kuantan ada Suku Tigo, Suku Ompek, Suku Limo dan Suku Onam. …
Baca SelengkapnyaKepentingan Perut pada Lahirnya, Oleh: UU Hamidy
Keutamaan terhadap minum-makan (labo kek poruik) bagi puak Melayu Kuantan Singingi dapat dilihat dalam sejumlah tingkah laku budaya, sehingga semakin jelas sosok mereka sebagai satu tipe antropologis puak Melayu. Mereka punya pepatah ‘’makan jangan diagak, salero jangan dipaturuikkan’’ (makan jangan …
Baca SelengkapnyaPustakawan Melayu di Riau, Oleh: UU Hamidy
Sejumlah karya tulis berupa naskah (baik tulisan tangan, salinan maupun yang telah dicetak) Melayu di Riau tidak akan dapat kita jumpai lagi, sekiranya tidak ada usaha dokumentasi di daerah ini. Meskipun dalam segi dokumentasi ini ada gejala kelengahan atau kelalaian …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (4)
Pekanbaru, 23 Maret 1989 Bung TA Sakti yang punya denyut hidup, Saya gembira sekali setelah menerima surat Bung, yang memberitahukan bahwa Anda dewasa ini telah bermukim di Aceh. Betapa tidak demikian, sebab dalam diri Bung saya melihat bayangan, betapa suatu …
Baca SelengkapnyaPeranan Raja Ali Haji dalam Perwujudan Bahasa Indonesia (Bagian 4), Oleh: UU Hamidy
4. Bahasa Melayu Harus Dominan Pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia 25 tahun belakangan ini cukup pesat. Dalam pertumbuhannya, bahasa itu telah diperkaya begitu rupa dengan menyerap berbagai unsur dari bermacam bahasa. Pada mulanya, paling kurang dalam zaman kerajaan Melayu Sriwijaya, …
Baca SelengkapnyaPeranan Raja Ali Haji dalam Perwujudan Bahasa Indonesia (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
3. Konsep Bahasa Menunjukkan Bangsa, dari Raja Ali Haji Sampai abad ke-19 Bahasa Melayu telah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Bahasa ini telah kaya perbendaharaannya sementara daerah pemakainya terhampar paling kurang dari Selat Melaka sampai Ternate dan Tidore. Bahasa Melayu …
Baca SelengkapnyaPeranan Raja Ali Haji dalam Perwujudan Bahasa Indonesia (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
2. Pertumbuhan dan Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia Sejarah bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia telah mengalami dua hal. Yakni pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan menyangkut aspek bentuk dan kekayaan bahasa (aspek linguistik), sedangkan perkembangan menyangkut peranan dan perluasan masyarakat daerah …
Baca SelengkapnyaPeranan Raja Ali Haji dalam Perwujudan Bahasa Indonesia (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
1. Latar Belakang Sejarah Bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, tidak dimungkiri lagi. Hal ini telah disepakati dalam Kongres Bahasa Indonesia di Medan tahun 1954. Tetapi dari bahasa Melayu yang mana bahasa Indonesia itu ditaja atau mengambil pedoman, hampir …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena