Home / Jenawi / Teknik Pangkah dalam Gasing
Foto: Dokumentasi Bilik Kreatif.

Teknik Pangkah dalam Gasing

Ada beberapa teknik pangkah dalam main gasing. Pertama, PANGKAH RUNGGU. Pangkah ini dilakukan dengan posisi merunggu atau seperti orang menekur atau rukuk dengan memakai UKURAN TALI pemangkah yang pendek. Gasing lawan yang kena biasanya ialah bagian kepalanya. Sebab itu pangkah ini disebut juga PANGKAH NYONYAK, lantaran gasing lawan yang kena dipukul dari arah atas dengan begitu rupa hampir tidak bergerak lagi. Gerakan pangkah runggu, muali dari atas ke bawah, mendekati sudut kira-kira 15 derajat. Dengan pangkah nyonyak, meskipun gasing lawan kena dengan baik pada kepalanya, tapi gasing yang memangkah biasanya tidak begitu lama berpusing setelah memangkah, sebab ukuran talinya yang pendek.

Kedua, PANGKAH TEGAK. Pangkah tengak memakai ukuran tali kira-kira sepertiga ukuran dari untuk pusing. Gasing lawan dipangkah dengan posisi berdiri. Tangan kanan memangkah gasing lawan dari atas ke bawah kira-kira membentuk sudut 30 derajat. Gasing lawan biasanya kena pada bagian kuduknya, yaitu bagian di bawah sedikit dari leher gasing. Pangkah ini menyebabkan gasing lawan jauh TERPELANTING, dan gasing pemangkah berpusing dengan laju.

Ketiga, PANGKAH LAYANG. Pangkah ini merupakan jenis pangkah yang mengambil jarak jauh dari gasing lawan yang kita pangkah. Ukuran tali untuk memangkah biasanya cukup panjang, sekitar dua pertiga dari tali untuk memusingkan gasing. Gasing lawan yang sedang pusing (berputar) kita pangkah dari jarak yang agak jauh, sehingga gasing kita tiba dalam posisi melayang terhadap gasing lawan. Mungkin sudut yang terjadi oleh gasing pemangkah kita kira-kira 30 derajat dengan dataran tanah. Pangkah ini tidak begitu kuat, tetapi putaran gasing kita setelah memangkah bisa diharapkan tetap laju atau lama berpusing, sebab tali pemangkah yang dipakai cukup panjang.

(Beberapa Aspek Sosial Budaya Daerah Riau, UU Hamidy dan Muchtar Ahmad)

Check Also

Apa Peninggalan Tuanku Tambusai untuk Zuriatnya?

Pandangan hidup yang membentuk sikap seperti itu (menegakkan kebenaran yang semata-mata hanya dari Allah) telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.