1. Lindap dari Padang Kehidupan Berbagai mata pencaharian telah pernah ada di pedesaan. Paling kurang ada 8 mata pencaharian tradisional: berladang, beternak, berdagang, bertukang, berkebun, berpekarangan (mempergunakan alat penangkap ikan), baniro (membuat gula enau, gula kelapa), dan mendulang. Tetapi karena …
Baca SelengkapnyaAlat dan Perkembangan Bahasa Melayu Riau, Oleh: UU Hamidy
Setelah persoalan-persoalan pokok mengenai bahasa diselesaikan seperti membuat tata bahasa dan ejaan, cendikiawan Riau memperluas horizon kegiatannya menjangkau lapangan budaya lainnya. Dalam hal ini, perhatian kerajaan Riau-Lingga amat besar artinya. Kerajaan ini telah tercatat mendirikan tiga percetakan, membuat satu perpustakaan …
Baca SelengkapnyaDi Singapura, Sejarah Hanya Dimulai Semenjak Kehadiran Raffles, Oleh: UU Hamidy
Pembicaraan ini terpaksa membawa kita kembali berbalik ke belakang, memandang apa-apa yang telah dikisahkan oleh peristiwa sejarah. Lukisan itu sebagian besar merupakan hasil daripada tingkahlaku manusia, sedangkan sebagian lagi tentulah tergantung kepada nasib, sebagaimana Tuhan Yang Maha Esa mempunyai kodrat …
Baca SelengkapnyaTukang Anggik Atok, Oleh: UU Hamidy
Rakyat kecil di pedesaan kita sampai hari ini dalam kehidupan yang serba sederhana, masih dapat melanjutkan kehidupan dengan berbagai jalan. Jalan kehidupan mereka, pertama-tama telah diambil dengan cara memanfaatkan alam di sekitar mereka. Sungguhpun begitu, cara mereka mengolah alam, bukanlah …
Baca SelengkapnyaApa Sebabnya Pemuda Tidur di Surau dan Orangtua Tidur di Dapur? (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Pembatasan hubungan antara pihak anak gadis dan pemuda dalam satu kesatuan keluarga ini, mencapai titik puncaknya, ketika salah seorang saudaranya yang perempuan itu sudah bersuami. Kalau saudara perempuannya sudah bersuami, pihak saudara yang laki-laki biasanya tidak begitu suka lagi memasuki …
Baca SelengkapnyaApa Sebabnya Pemuda Tidur di Surau dan Orangtua Tidur di Dapur? (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Surau sebenarnya bukan hanya sekadar berfungsi sebagai tempat belajar mengaji Al-Qur’an, shalat dan kegiatan agama lainnya. Di samping fungsinya yang demikian, masih ada manfaatnya yang lain, yang juga cukup besar artinya bagi masyarakat. Suku-suku Melayu yang mendiami pesisir Timur Sumatera …
Baca SelengkapnyaGelar Antropologis dalam Keseharian Kita, Oleh: UU Hamidy
Sebenarnya, baik nama maupun gelar dari garis darah dan suku juga telah mempunyai kadar antropologis, dalam arti memberikan gambaran tentang kondisi-kondisi manusia dan budayanya. Tetapi, memandang hal itu hampir telah menjadi kebiasaan yang umum dan universal, maka keadaannya tidak lagi …
Baca SelengkapnyaSiak Sri Indrapura; Bacaan Sejarah di Kala Senja, Oleh: UU Hamidy
Kata SIAK tidak asing lagi bagi kita, terutama dalam kehidupan bumi putera Riau. Kata itu telah menjadi perbendaharaan kata bahasa Melayu yang cukup PENTING. Paling kurang dia dapat menunjuk kepada DUA maksud. Pertama, menunjukkan sebuah KERAJAAN, yang paling kurang berawal …
Baca SelengkapnyaMemandang Dunia dari Akhirat, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahuwata’ala pencipta langit dan bumi dan seisinya telah menegaskan dalam Alquran kitab rahasia alam semesta, bila tiba kiamat, langit dan bumi serta seisinya akan berakhir. Umat manusia memasuki babak baru kehidupan yakni kehidupan yang kekal di akhirat. Berita tentang …
Baca SelengkapnyaWajah dan Semangat Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Tuhan Maha Pencipta telah menampilkan jasad sebagai wajah dan ruh sebagai semangat. Begitulah sunnatullah berlaku pada jagad raya ini, sehingga kehidupan jadi bergerak dan berubah serta mengalir dengan semangatnya masing-masing. Hikayat ‘’Malem Dewa’’ telah menggambarkan kehidupan manusia dari tingkat dunia …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena