Sentuhan perasaan atau tingkat emosi puak Melayu di Riau, dapat direntang dari tingkat malu, menghindar dan merajuk, disusul oleh latah dan aruk, berakhir dengan amuk. Senarai reaksi lahir batin ini, tentu saja berbeda intesitas dan kualitasnya dalam berbagai ragam puak …
Baca SelengkapnyaTukang Panjat Kelapa, Oleh: UU Hamidy
1. Lindap dari Padang Kehidupan Berbagai mata pencaharian telah pernah ada di pedesaan. Paling kurang ada 8 mata pencaharian tradisional: berladang, beternak, berdagang, bertukang, berkebun, berpekarangan (mempergunakan alat penangkap ikan), baniro (membuat gula enau, gula kelapa), dan mendulang. Tetapi karena …
Baca SelengkapnyaSiak Sri Indrapura; Bacaan Sejarah di Kala Senja, Oleh: UU Hamidy
Kata SIAK tidak asing lagi bagi kita, terutama dalam kehidupan bumi putera Riau. Kata itu telah menjadi perbendaharaan kata bahasa Melayu yang cukup PENTING. Paling kurang dia dapat menunjuk kepada DUA maksud. Pertama, menunjukkan sebuah KERAJAAN, yang paling kurang berawal …
Baca SelengkapnyaMemandang Dunia dari Akhirat, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahuwata’ala pencipta langit dan bumi dan seisinya telah menegaskan dalam Alquran kitab rahasia alam semesta, bila tiba kiamat, langit dan bumi serta seisinya akan berakhir. Umat manusia memasuki babak baru kehidupan yakni kehidupan yang kekal di akhirat. Berita tentang …
Baca SelengkapnyaAndaikan Malam Terus-menerus, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahuwata’ala tiada Tuhan yang berhak diibadahi dan disembah selain Dia Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Pemelihara jagad raya dan seisinya. Jika ada Ilah (Tuhan) selain Dia, niscaya sudah binasa, sebab jika dikatakan tuhan itu berbilang maka hampir runtuh …
Baca SelengkapnyaPelanduk Melupakan Jerat, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang mengulang-ulang dalam Alquran kitab panduan hidup umat manusia bahwa setan adalah musuh yang nyata. Setelah Iblis terkutuk karena membangkang kepada Allah tidak mau menghormati Adam, maka ia bersumpah dan minta tempo kepada Allah untuk …
Baca SelengkapnyaPesan-pesan Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Akhlak yang merosot saat ini banyak dikeluhkan orang. Kehidupan begitu gersang, padahal hiburan ada di mana-mana. Lebih ironi lagi, generasi muda tercemar budi pekertinya. Tugas sekolah hanya mengajar bukan mendidik. Padahal namanya Departemen Pendidikan. Berbagai penyimpangan pun terjadi, mulai narkoba, …
Baca SelengkapnyaPerempuan dalam Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Kita disuruh Allah untuk merenungkan ciptaan-Nya, agar dapat memahami betapa Maha Kuasa dan Maha Besar-Nya. Dari penciptaan jagad ini menjadi kesadaran betapa kecilnya kita. Sang pemilik (Allah Swt) mengganti siang dengan malam, menggilirkan cuaca dan musim, mengeluarkan yang hidup dari …
Baca SelengkapnyaTipologi Manusia dalam Hikayat Aceh, Oleh: UU Hamidy
Al-Quran surah Ash-Shaffaat ayat 96 dapat dibaca ayat yang maksudnya; ‘’Allah menjadikan kamu dan apa-apa yang kamu perbuat’’. Penegasan betapa Maha Kuasa Allah Swt. Andai ada sesuatu di jagad raya ini yang bisa menggerakkan dirinya sendiri tanpa kudrat dan iradat …
Baca SelengkapnyaRekonstruksi Nilai Budaya Masyarakat Aceh dalam Membangun Peradaban Melayu, Oleh: UU Hamidy
1. Pentingnya Rekontruksi Nilai Budaya Rekonstruksi nilai budaya mau tidak mau harus disadari sebagai suatu hal yang amat penting, bahkan hampir dapat dikatakan akan sangat menentukan jalan hidup umat manusia masa depan. Budaya dunia dewasa ini yang mendapat pengaruh dominan …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena