Home / Jenawi (page 17)

Jenawi

Kata-kata bernas yang disarikan dari karya-karya UU Hamidy…

Dukun Melayu

DUKUN merupakan sosok yang KHAS dalam masyarakat Melayu di Riau. Bahkan juga mungkin dalam puak lainnya. Kesejahteraannya cukup panjang ke belakang. Dukun berkelindan dengan PAWANG, BOMO, KEMANTAN, pemangku adat bahkan juga dengan TUKANG CERITA dalam dunia Melayu… (Dukun Melayu Rantau …

Baca Selengkapnya

Jalur, Karya Seni yang Utuh

Pada dasarnya, setiap penampilan JALUR sebagai hasil karya budaya masyarakat, juga merupakan PENAMPILAN sejumlah karya SENI lainnya. Sebab jalur dan karya seni yang lain itu, terutama RARAK, tari, dan ukiran, merupakan SALING ISI mengisi dan saling membutuhkan, sehingga jalur dapat …

Baca Selengkapnya

Ruh dan Akar Sikap

Masyarakat Rantau Kuantan memperlihatkan kecenderungan sikapnya, bahwa kehidupan mereka sedemikian jauh ditentukan oleh batang Kuantan dan hutannya. Mereka tidak SEMBARANGAN mengambil kayu di hutan, karena HUTAN itu dipandang ada yang memilikinya. Mereka memandang pohon yang akan ditebangnya, bukanlah sebagai benda …

Baca Selengkapnya

Melihat dari Kabut Emosi

Masyarakat Rantau Kuantan melihat Batang Kuantan dan hutan belantara yang dihuni oleh berbagai binatang sebagai suatu misteri. Mereka MELIHATNYA dari KABUT EMOSI, di mana pohon-pohon, binatang dan sungai yang dapat mempunyai berbagai TINGKAH itu, bagaikan MEMPUNYAI WATAK sebagai MANUSIA… (Kesenian …

Baca Selengkapnya

Jalur Mempengaruhi Alam Pikiran

JALUR bukanlah hanya tampil ke dalam kehidupan masyarakat Rantau Kuantan sebagai wujud KARYA BUDAYA saja. Jalur sedemikian rupa telah memasuki dan MEMPENGARUHI beberapa PANDANGAN dan ALAM PIKIRAN masyarakatnya… (Kesenian Jalur di Rantau Kuantan Riau, UU Hamidy)

Baca Selengkapnya

Pacu Jalur Sejak Tahun 1900

PACU JALUR sudah dikenal penduduk Rantau Kuantan paling kurang SEMENJAK TAHUN 1900. Dalam sekitar tahun 1900 itu, yang dipacukan penduduk kebanyakan adalah perahu-perahu besar yang biasa dipakai untuk PENGANGKUT HASIL BUMI, misalnya tebu, pisang, dan lain-lainnya. PERAHU BESAR tersebut dapat …

Baca Selengkapnya

Belenggu Rantai Nasib

RANTAI NASIB yang menimpa Riau serupa itu, tampak bagaikan BELENGGU. Kesan sebagai daerah perburuan, menyebabkan RASA MEMILIKI akan daerah ini dari pihak penduduknya amat tipis sekali. Sebab itu, tak dapat diharapkan timbulnya KEMAUAN untuk MEMBANGUN daerah itu. Jika rasa memiliki …

Baca Selengkapnya

Ironi yang Jadi Nyata

Keadaan sebagai PADANG PERBURUAN inilah yang banyak menampar daerah Riau. Siapapun yang mempunyai kesempatan mencari di rantau ini, sebagian besar telah tergoda MEMBAWA segala HASIL USAHANYA ke LUAR RIAU. Ini menyebabkan, hasil berbagai usaha dan kegiatan di daerah ini, tidak …

Baca Selengkapnya

Logika Padang Perburuan

Wajah sebagai PADANG PERBURUAN inilah yang telah menjadi pangkal bala bagi Riau, sehingga amat sulit memegang tali terajunya, ke arah kemajuan yang positif bagi sebagian besar penduduknya. Dengan mitos sebagai padang perburuan, sebagai tempat menyalurkan HAWA NAFSU YANG RENDAH, maka …

Baca Selengkapnya

Riau, Kisahmu sebagai Padang Perburuan

Adanya mitos, sifat sosial budaya masyarakat tempatan dan geografi daerah yang demikian rupa, telah berpadu kepada diri daerah Riau, sehingga wajahnya tampak sebagai PADANG PERBURUAN. Dikatakan bagaikan ‘padang perburuan’, karena Riau dapat memenuhi hasrat kepada siapa saja untuk mencari harta …

Baca Selengkapnya