DUKUN merupakan sosok yang KHAS dalam masyarakat Melayu di Riau. Bahkan juga mungkin dalam puak lainnya. Kesejahteraannya cukup panjang ke belakang. Dukun berkelindan dengan PAWANG, BOMO, KEMANTAN, pemangku adat bahkan juga dengan TUKANG CERITA dalam dunia Melayu… (Dukun Melayu Rantau …
Baca SelengkapnyaJalur, Karya Seni yang Utuh
Pada dasarnya, setiap penampilan JALUR sebagai hasil karya budaya masyarakat, juga merupakan PENAMPILAN sejumlah karya SENI lainnya. Sebab jalur dan karya seni yang lain itu, terutama RARAK, tari, dan ukiran, merupakan SALING ISI mengisi dan saling membutuhkan, sehingga jalur dapat …
Baca SelengkapnyaRuh dan Akar Sikap
Masyarakat Rantau Kuantan memperlihatkan kecenderungan sikapnya, bahwa kehidupan mereka sedemikian jauh ditentukan oleh batang Kuantan dan hutannya. Mereka tidak SEMBARANGAN mengambil kayu di hutan, karena HUTAN itu dipandang ada yang memilikinya. Mereka memandang pohon yang akan ditebangnya, bukanlah sebagai benda …
Baca SelengkapnyaMelihat dari Kabut Emosi
Masyarakat Rantau Kuantan melihat Batang Kuantan dan hutan belantara yang dihuni oleh berbagai binatang sebagai suatu misteri. Mereka MELIHATNYA dari KABUT EMOSI, di mana pohon-pohon, binatang dan sungai yang dapat mempunyai berbagai TINGKAH itu, bagaikan MEMPUNYAI WATAK sebagai MANUSIA… (Kesenian …
Baca SelengkapnyaJalur Mempengaruhi Alam Pikiran
JALUR bukanlah hanya tampil ke dalam kehidupan masyarakat Rantau Kuantan sebagai wujud KARYA BUDAYA saja. Jalur sedemikian rupa telah memasuki dan MEMPENGARUHI beberapa PANDANGAN dan ALAM PIKIRAN masyarakatnya… (Kesenian Jalur di Rantau Kuantan Riau, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaPacu Jalur Sejak Tahun 1900
PACU JALUR sudah dikenal penduduk Rantau Kuantan paling kurang SEMENJAK TAHUN 1900. Dalam sekitar tahun 1900 itu, yang dipacukan penduduk kebanyakan adalah perahu-perahu besar yang biasa dipakai untuk PENGANGKUT HASIL BUMI, misalnya tebu, pisang, dan lain-lainnya. PERAHU BESAR tersebut dapat …
Baca SelengkapnyaBelenggu Rantai Nasib
RANTAI NASIB yang menimpa Riau serupa itu, tampak bagaikan BELENGGU. Kesan sebagai daerah perburuan, menyebabkan RASA MEMILIKI akan daerah ini dari pihak penduduknya amat tipis sekali. Sebab itu, tak dapat diharapkan timbulnya KEMAUAN untuk MEMBANGUN daerah itu. Jika rasa memiliki …
Baca SelengkapnyaIroni yang Jadi Nyata
Keadaan sebagai PADANG PERBURUAN inilah yang banyak menampar daerah Riau. Siapapun yang mempunyai kesempatan mencari di rantau ini, sebagian besar telah tergoda MEMBAWA segala HASIL USAHANYA ke LUAR RIAU. Ini menyebabkan, hasil berbagai usaha dan kegiatan di daerah ini, tidak …
Baca SelengkapnyaLogika Padang Perburuan
Wajah sebagai PADANG PERBURUAN inilah yang telah menjadi pangkal bala bagi Riau, sehingga amat sulit memegang tali terajunya, ke arah kemajuan yang positif bagi sebagian besar penduduknya. Dengan mitos sebagai padang perburuan, sebagai tempat menyalurkan HAWA NAFSU YANG RENDAH, maka …
Baca SelengkapnyaRiau, Kisahmu sebagai Padang Perburuan
Adanya mitos, sifat sosial budaya masyarakat tempatan dan geografi daerah yang demikian rupa, telah berpadu kepada diri daerah Riau, sehingga wajahnya tampak sebagai PADANG PERBURUAN. Dikatakan bagaikan ‘padang perburuan’, karena Riau dapat memenuhi hasrat kepada siapa saja untuk mencari harta …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena