Jika TIDAK DIPANDU dengan WAHYU Tuhan, manusia akan selalu cenderung MELAMPAUI BATAS. Perbuatan melampaui batas haruslah disadari sebagai PERBUATAN KONYOL. Sebab, berarti MENGHANCURKAN DIRI SENDIRI… (Kebudayaan sebagai Amanah Tuhan, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaManusia Menjadi Bencana Jika Tak Memperhitungkan Wahyu Tuhan
Manusia yang TIDAK MEMPERHITUNGKAN WAHYU Tuhan dalam tingkah dan perbuatannya, malah TIDAK HANYA KEHILANGAN HARGA DIRI, tapi juga membawa BENCANA kepada SEMUA MAKHLUK hidup. Sebab itu, manusia sebenarnya TIDAK BISA LEPAS dari KENDALI kekuasaan Tuhan… (Kebudayaan sebagai Amanah Tuhan, UU …
Baca SelengkapnyaKaya di Dunia, Harga Diri Tetap Mulia
HANYA SEDIKIT sekali yang ingin KAYA di DUNIA oleh ilmu dan teknologi, sedangkan HARGA DIRINYA tetap MULIA baik di mata manusia dan lebih-lebih di hadapan Tuhan. Umat manusia abad ini kebanyakan hanya MEMPERHITUNGKAN kehidupan DUNIA SEMATA. Hampir TAK ada ingatan …
Baca SelengkapnyaKetika Perbuatan dan Karya Budaya Manusia Lebih Berbahaya dari Tingkahlaku Binatang
BANYAK orang menyangka, akal pikirannya telah membuat dia LEBIH MULIA dari binatang. Mereka LALAI, tidak memperhatikan bagaimana AKAL PIKIRAN yang digunakan manusia telah melahirkan PERBUATAN dan KARYA BUDAYA yang jauh LEBIH BERBAHAYA daripada tingkahlaku binatang. Manusia sebenarnya baru dapat menjadi …
Baca SelengkapnyaPemimpin Tidak Disebut Penguasa, Tetapi Orang Patut
Karena itulah dalam masyarakat Melayu di Riau, ulama cenderung LEBIH DIHORMATI daripada para pengendali pemerintahan, sekurang-kurangnya dalam masyarakat pedesaan. Ada pertanda KUAT dalam masyarakat ini menuntut sekedar PENGAMALAN AGAMA (dan ilmunya) sebagai syarat bagi calon PEMIMPIN. Pemimpin yang MENGABAIKAN nilai-nilai …
Baca SelengkapnyaYang Akan Dipakai untuk Hidup, yang Akan Ditumpangi untuk Mati
Dalam masyarakat Melayu umumnya ada DUA belahan yang menjadi PERHITUNGAN dalam KEHIDUPAN. Pertama, yang akan DIPAKAI untuk HIDUP. Yang kedua, yang akan DITUMPANGI untuk MATI. Adat, resam dan qanun HANYA dapat ditumpangi untuk hidup, karena ketiga macam ragam nilai itu …
Baca SelengkapnyaCendikiawan Alam Animisme Versus Cendikiawan Era Islam
Kehadiran Islam ke dalam kehidupan orang Melayu telah MENGUBAH pula ARAH dan PANDANGAN HIDUP mereka. Jika dalam masa sebelumnya –semasa mereka menganut animisme disusul oleh zaman Hindu– dengan gaya yang relatif sama cendikiawan Melayu terdiri dari para BOMO, MANTAN, DUKUN …
Baca SelengkapnyaPergi Tempat Bertanya, Pulang Tempat Berberita
Ulama telah menjadi TOKOH dalam kehidupan masyarakat, yang meskipun tidak mengemudikan kehidupan masyarakat melalui KEKUASAAN, namun amat MENENTUKAN terhadap JALAN PIKIRAN dan ARAH TINDAKAN yang diambil oleh umat, karena ulama menjadi pihak ”PERGI TEMPAT BERTANYA, PULANG TEMPAT BERBERITA” (Sikap dan …
Baca SelengkapnyaUlama dalam Sejarah Kepemimpinan Melayu
ULAMA adalah satu di antara ORANG PATUT dalam puak Melayu di Riau. Gelombang kehidupannya memainkan PERANAN PENTING dalam SEJARAH KEPEMIMPINAN Melayu. Ulama juga telah tampil sebagai PEMEGANG TALI TERAJU kehidupan masyarakat seperti yang diperlihatkan Raja Haji Fisabilillah dengan amat sanggamnya. …
Baca SelengkapnyaPengarang Melayu: Meletakkan Kebenaran di Atas Keindahan
Pada pandangan PENGARANG Melayu, KEBENARAN harus DILETAKKAN DI ATAS KEINDAHAN (tidak sebaliknya dan tidak pula disamakan), sehingga karya seni semisal sastra benar-benar mempunyai NILAI. Meskipun dalam pandangan para pengarang Melayu, karya sastra harus DIALAMATKAN kepada MANUSIA, tetapi karya itu JAUH …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena