Home / Jenawi (page 15)

Jenawi

Kata-kata bernas yang disarikan dari karya-karya UU Hamidy…

Mengarang, Anak Tangga bagi Mendapat Orang Bijaksana

Orang yang mampu MENGARANG identik dengan orang BERILMU, dan kemampuan itu menjadi ANAK TANGGA bagi mendapatkan orang-orang yang BIJAKSANA. Para pengarang dipandang bekarya untuk MEMBERI MAKNA bagi KEHIDUPAN, bukan kepada harta benda. Pandangan ini telah memberikan TEKANAN kepada kepemimpinan Melayu, …

Baca Selengkapnya

Pantulan Metaforik Kehidupan Nabi Muhammad pada Orang Melayu

Tidak hanya BAHASA AL-QUR’AN yang SIMBOLIK, yang MENCAPAI DUNIA orang MELAYU. BERBAGAI PERISTIWA KEHIDUPAN Nabi MUHAMMAD, para sahabat dan keturunannya juga banyak MEMANTULKAN hal-hal yang METAFORIK kepada orang Melayu. Penghayatan dan renungan yang MENDALAM terhadap ayat-ayat Qur’an, banyak menimbulkan suasana …

Baca Selengkapnya

Orang Melayu Berpikir Metaforik

CARA BERPIKIR orang MELAYU yang mempergunakan unsur SIMBOL dan KIASAN (metaforik) menyebabkan RAMPAKNYA karya SASTRA dalam KEHIDUPAN mereka. Cara berpikir seperti ini AMAT SESUAI dengan agama dan budaya ISLAM. Agama Islam dengan kitab sucinya yang KAYA dengan LAMBANG-LAMBANG serta kiasan, …

Baca Selengkapnya

Ego Meremehkan Alam Sekitar

Jika orang telah memandang lapangan PEKERJAANNYA sebagai SESUATU yang HIDUP, maka orang tak mungkin BERLAKU SESUKA HATI terhadap pekerjaannya itu. Dalam pandangan ini akan tampak bahwa masyarakat yang mempunyai pandangan serupa itu, tidak mungkin akan melakukan pekerjaan untuk KEPENTINGAN DIRINYA …

Baca Selengkapnya

Harga Pekerjaan dalam Dunia Melayu

Mengapa kita harus memandang PEKERJAAN sebagai SESUATU yang HIDUP? Sebab antara orang dengan pekerjaannya TAK DAPAT DIPISAHKAN. Orang bisa hidup dari pekerjaannya, sedangkan pekerjaan telah menjadi sebab untuk menghidupi orang itu. Di situ tampak bagaimana HARGA PEKERJAAN dalam DUNIA orang …

Baca Selengkapnya

Memandang Pekerjaan sebagai Sesuatu yang Hidup

ENAU yang telah dilambangkan sebagai PEREMPUAN dalam dunia alam budaya masyarakat Rantau Kuantan, memberi arah kepada kita, agar manusia MEMANDANG PEKERJAANNYA tidak sebagai OBYEK semata, tetapi sebagai sesuatu yang HIDUP… (Kasin Niro Penyadap Enau Rantau Kuantan, UU Hamidy)

Baca Selengkapnya

Enau Bagaikan Manusia, Manusia Bagaikan Enau

Kasin memandang ENAU SEBAGAI MANUSIA. Dia memberikan ancaman kepada enau setiap dia akan memotong tandan enau yang telah selesai ditetek, dengan maksud ancaman itu akan didengar dan diindahkan. Jika enau telah dipandang sebagai manusia, maka kebalikannya Kasin juga memandang MANUSIA …

Baca Selengkapnya

Peraturan Agaria Versus Nilai-nilai Adat yang Sederhana

Peraturan AGRARIA dari pemerintah, pada realitasnya memberi BUKTI bahwa sistem nilai yang dibuat itu BELUM MAMPU MEMBENAHI tata pemakaian hutan sebagaimana mestinya. Padahal dahulu, dengan NILAI-NILAI ADAT yang cukup SEDERHANA, namun melalui kepemimpinan ”BATIN” yang relatif bersih dan berwibawa, pemakaian …

Baca Selengkapnya