Home / Jenawi (page 16)

Jenawi

Kata-kata bernas yang disarikan dari karya-karya UU Hamidy…

Rimba Kepungan Sialang, Mengatur Keseimbangan Ekologi

POSISI RIMBA KEPUNGAN SIALANG berada DI TENGAH-TENGAH LADANG. Posisinya yang demikian telah memberi suatu peranan baginya sebagai ALAT PENGATUR KESEIMBANGAN dalam SISTEM EKOLOGI di kawasan itu. Dengan adanya bagian-bagian hutan berupa rimba kepungan sialang di antara ladang-ladang pesukuan Petalangan, rimba …

Baca Selengkapnya

Sistem Hutan Tanah Melayu

SISTEM HUTAN TANAH MELAYU umumnya terbagi atas tiga: rimba peladangan, rimba simpanan dan rimba kepungan sialang. Pemanfataatannya DIPAGAR oleh ikat kata: RIMBA DITEBANG, DIGANTI RIMBA. POHON DITEBANG, DIGANTI POHON. TEBAS TIDAK MERUSAK, TEBANG TIDAK MEMBINASAKAN… (Rimba Kepungan Sialang, UU Hamidy)

Baca Selengkapnya

Pancung Alas Hutan Tanah Melayu

Jika seseorang atau suatu pihak telah mendapat izin mengambil hasil hutan seperti kayu, dia membayar semacam pajak yang disebut PANCUNG ALAS. Kata ”Pancung Alas” sudah memberi arti memotong atau menebang kayu. Pancung alas adalah pajak bagi orang yang mengambil (memancung) …

Baca Selengkapnya

Sastra dan Budaya; Tali Berkembar Banyak

REALITAS SASTRA dan BUDAYA umumnya dalam TALI yang ”BERKEMBAR BANYAK”. Sebab tiap sektor tali (tali budaya) selalu BERKAIT SATU SAMA LAIN, sehingga menjadi BALAS MEMBALAS dalam KREATIVITAS. Hal itulah yang menuntut perhatian dan perlakuan yang BERIMBANG satu sama lain dalam …

Baca Selengkapnya

Karya Sastra sebagai Penafsiran Situasi Kultural

Padahal sebenarnya, setiap KARYA SASTRA juga merupakan sebagai bentuk PENAFSIRAN oleh sang sastrawan terhadap SITUASI KULTURAL yang dihadapi oleh sesuatu masyarakat atau sesuatu bangsa. Karena itu, POTENSI SASTRA sepatutnya DIPERHITUNGKAN sebagai suatu KEKUATAN RUHANI, sehingga juga menjadi satu MODEL dalam …

Baca Selengkapnya

Memperhitungkan Potensi Sastra dalam Arena Kehidupan

REALITAS KAJIAN SASTRA Indonesia selama ini terlalu BERAT SEBELAH melihat kepada segi kreativitas budaya dalam pengertian sempit. Hal ini tidak hanya menyebabkan sastra Indonesia semakin TERPISAH DARI KEHIDUPAN, tetapi bahkan POTENSI SASTRA sama sekali TIDAK PERNAH DIPERHITUNGKAN dalam ARENA KEHIDUPAN …

Baca Selengkapnya

Dukun Mengharmoniskan Manusia dengan Alam

DUKUN dapat dipanggil oleh warganya, bila dan di mana saja. Dia memberikan pertolongan dalam bentuk apapun juga, baik ada IMBALAN atau tidak. Dia hadir dengan SUKARELA ketika mendengar masyarakatnya mempunyai PERKARA. Dia memimpin berbagai UPACARA yang berhubungan dengan alam, seperti …

Baca Selengkapnya

Pengaruh Dukun Bagai Kadar Garam

DUKUN memang jarang memainkan peranan sebagai PEMEGANG TERAJU kerajaan atau negara. Keberadaannya di tengah masyarakat hampir tak berbekas. Ibarat air pasang, datang dan surut secara alami, tanpa membekas di tebing pantai. Tapi PENGARUHNYA bagaikan kadar GARAM dalam air laut… (Dukun …

Baca Selengkapnya

Pewaris Resam Melayu

DUKUN adalah pewaris RESAM Melayu dari nenek moyang, leluhur, para datuk dan tetua masa silam. Dukun MEMPERTEMUKAN alam pikiran PURBA Melayu dengan agama ISLAM. Bagaikan air sungai dengan daratan, bertemu dengan daratan yang luas. Kedua alam pikiran ini terkesan BERBEDA, …

Baca Selengkapnya