Masyarakat Melayu tradisional mempunyai empat macam pemegang teraju kepemimpinan. Pertama, tokoh tradisi yakni dukun, bomo, pawang, kemantan dan guru silat. Kedua, tokoh adat seperti datuk, batin dan penghulu. Ketiga, teraju kerajaan yakni Yang Dipertuan Besar atau Sultan dan Yang Dipertuan …
Baca SelengkapnyaKeajaiban Demokrasi Tiga Lawan Satu, Oleh: UU Hamidy
Allah Swt memerintahkan umat manusia setelah beribadah salat carilah rezki yang telah ditebarkan-Nya di muka bumi. Jadi, rezki dari Allah Swt itu sangat banyak, berada di mana-mana, karena Allah memang telah menjamin semua rezki segala makhluk. Umat manusia tinggal berusaha …
Baca SelengkapnyaReformasi; Arang Habis Besi Binasa, Oleh: UU Hamidy
Paling kurang ada dua ketegangan dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini. Pertama, ketegangan tentang reformasi. Kedua, ketegangan tentang kenyataan hidup bangsa Indonesia itu sendiri. Reformasi berembus dengan kencang sejak tahun 2000-an, yakni setelah tumbangnya rezim Orde Baru yang pernah berkuasa …
Baca SelengkapnyaJual Beli Hati Nurani dalam Pemilu, Oleh: UU Hamidy
Islam membenarkan jual beli harta benda. Sebab jual beli harta benda pada pokoknya adalah perubahan ujud benda saja. Sedangkan perubahan ujud benda itu hanya sebatas untuk kepentingan hajad hidup jasmani. Jika perubahan atau pertukaran ujud benda seperti uang menjadi barang …
Baca SelengkapnyaPolitisi sebagai Barang Dagangan, Oleh: UU Hamidy
Memperhatikan budaya dan tingkahlaku politik dewasa ini cukup menarik. Bagaimana tidak akan dikatakan begitu, hampir semua berita, baik yang tertulis maupun yang lisan, baik yang didengar maupun yang dilihat, selalu bicara tentang budaya dan tingkahlaku politik. Singkatnya budaya kekuasaan. Tidaklah …
Baca SelengkapnyaPejabat Besar dan Penjahat Besar, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Indah dan suka pada keindahan. Keindahan ciptaan-Nya telah terpancar dari segenap penjuru jagad raya. Segala sesuatu berlaku dalam kendali kebijaksanaan Allah Yang Maha Bijaksana. Tak ada sedikitpun perubahan apalagi kekurangan pada sunnatullah itu. Insan yang mau mengambil ibarat …
Baca SelengkapnyaTajam Keris Raja, Tajam Lagi Pena Pujangga, Oleh: UU Hamidy
Judul tulisan di atas adalah kutipan puisi penyair Malaysia Usman Awang, dengan nama pena T Tongkat Waran, yang mendapat kehormatan sebagai seniman negara. Sebagai seniman negara dia mendapat berbagai kemudahan dari negara Malaysia, terutama jaminan biaya perawatan kesehatan seumur hidup. …
Baca SelengkapnyaBayangan Jihad dalam Catur Melayu, Oleh: UU Hamidy
Jihad dewasa ini hampir dipandang sebagai hantu, sebab diberi topeng teroris. Padahal jihad adalah keberanian membela yang benar. Kalau tak ada keberanian membela yang benar, kita tak akan pernah kuat dan punya harga diri. Tetapi sebaliknya dipandang enteng, sehingga diperalat …
Baca SelengkapnyaBudaya Kekuasaan dalam Tradisi Melayu di Riau, Oleh: UU Hamidy
Kekuasaan sebagai Bunga Kehidupan Dunia Kekuasaan dewasa ini merupakan satu di antara bunga-bunga kehidupan dunia yang banyak didambakan oleh umat manusia. Kekuasaan dipandang dapat melapangkan jalan untuk menikmati berbagai kesenangan duniawi. Sebab, dengan kekuasaan orang dapat bertindak sebagai panglima untuk …
Baca SelengkapnyaJabatan: Meminta atau Diminta? Oleh: UU Hamidy
1. Penjajahan kebudayaan Satu-satunya penjajahan yang paling hebat di muka bumi dewasa ini ialah penjajahan kebudayaan. Penjajahan kebudayaan tidak tersekat oleh geografi politik, tetapi merambah dengan sendirinya melalui dukungan media cetak dan elektronik. Karena itu perjalanannya juga berlangsung tanpa dapat …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena