Kerusakan Hutan oleh Ladang Gambir Tauke-tauke China dan Hak Orang Melayu atas Tanah Paya untuk Tanaman Mengkuang dan Rumbia dalam Kerajaan Riau-Lingga PLAKAT NO 4 Bahwa kita Sri Paduka Yang Dipertuan Muda Riau dan Lingga dengan segala daerah takluknya yaitu …
Baca SelengkapnyaKearifan Puak Melayu Riau Menjaga Lingkungan Hidup (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Sistem budaya masyarakat Melayu di Riau mempunyai muatan yang cukup baik untuk mengelola lingkungan dengan gaya yang harmonis. Dalam sistem budaya orang Melayu di Riau bisa terbaca dengan jelas bagaimana nilai-nilai budaya mereka memberi pedoman dan arah, agar lingkungan dapat …
Baca SelengkapnyaKearifan Puak Melayu Riau Menjaga Lingkungan Hidup (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Orang Melayu tradisional telah memperlakukan alam bagaikan manusia, sehingga ada sentuhan emosi dalam hubungan manusia dengan alam. Baik enau maupun padi telah diperlakukan sebagai perempuan. Enau telah ditetek (diolah tandannya) sehingga menghasilkan air enau yang disebut air niro. Air niro …
Baca SelengkapnyaKeanehan Umat Islam, Oleh: UU Hamidy
Pada awalnya agama Islam telah mengejutkan bangsa Arab jahiliyah. Ini terjadi, karena Islam telah muncul melalui penampilan penganutnya dengan perbedaan yang amat mendasar dari pengalaman mereka selama itu. Karena itu tidak heran, jika Arab jahiliyah telah memandang kehadiran Islam melalui …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (5)
Pekanbaru, 12 Jumadil Awal 1415 Bung TA Sakti di Darussalam, Banda Aceh Surat Bung yang dulu ditulis bulan Shafar sebenarnya sudah sampai kepada saya. Tetapi setelah saya baca, saya tidak bisa menulis surat dengan segera, sebab ada kegiatan saya membuat …
Baca SelengkapnyaPandangan Hidup Para Penulis Riau, Oleh: UU Hamidy
Dalam pandangan para penulis Riau, amat kentara sekali bagaimana agama Islam menjadi pusat segala aktivitas kehidupan. Mereka menulis dalam dua posisi. Pertama sebagai amal kepada Ilahi. Dalam hal ini mereka memandang bagaimana kedudukan mereka sebagai hamba yang hina sehingga dalam …
Baca SelengkapnyaKepentingan Perut pada Batinnya, Oleh: UU Hamidy
Poruik atau perut di samping pertama merujuk pada minum-makan, juga sebagai lambang untuk ibu. Sebab para ibulah yang melahirkan anak-anaknya, melalui kandungan dalam perut mereka. Itulah sebabnya di Teluk Kuantan ada Suku Tigo, Suku Ompek, Suku Limo dan Suku Onam. …
Baca SelengkapnyaKepentingan Perut pada Lahirnya, Oleh: UU Hamidy
Keutamaan terhadap minum-makan (labo kek poruik) bagi puak Melayu Kuantan Singingi dapat dilihat dalam sejumlah tingkah laku budaya, sehingga semakin jelas sosok mereka sebagai satu tipe antropologis puak Melayu. Mereka punya pepatah ‘’makan jangan diagak, salero jangan dipaturuikkan’’ (makan jangan …
Baca SelengkapnyaPustakawan Melayu di Riau, Oleh: UU Hamidy
Sejumlah karya tulis berupa naskah (baik tulisan tangan, salinan maupun yang telah dicetak) Melayu di Riau tidak akan dapat kita jumpai lagi, sekiranya tidak ada usaha dokumentasi di daerah ini. Meskipun dalam segi dokumentasi ini ada gejala kelengahan atau kelalaian …
Baca SelengkapnyaSurat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (4)
Pekanbaru, 23 Maret 1989 Bung TA Sakti yang punya denyut hidup, Saya gembira sekali setelah menerima surat Bung, yang memberitahukan bahwa Anda dewasa ini telah bermukim di Aceh. Betapa tidak demikian, sebab dalam diri Bung saya melihat bayangan, betapa suatu …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena