Para koruptor memandang apapun juga jenis kejahatan, tipu daya, perbuatan culas yang korup dan segala perbuatan yang memperkaya diri sendiri, semuanya dipandang baik. Semua kelakuan dan tabiat itu dianggap biasa-biasa saja. Dalam hati mereka tak pernah terlintas suatu beban batin, …
Baca SelengkapnyaHancur karena Model, Oleh: UU Hamidy
Allah Ta’ala menciptakan manusia dan jin untuk menyerahkan diri beribadah hanya kepada-Nya saja. Bagaimana cara beribadah yang benar, Allah mengutus Nabi (Rasul) menyampaikan perintah dan larangan Allah kepada manusia. Perintah dan larangan ada dalam wahyu Allah kepada Nabi. Maka Nabi …
Baca SelengkapnyaTiga Macam Pengemis, Oleh: UU Hamidy
Berbicara mengenai pengemis mungkin orang hanya membayangkan kemiskinan. Sebab di sana yang sering disaksikan ialah penampilan orang cacat seperti lumpuh dan buta, badan yang sarat oleh penyakit dan serta usia tua dengan fisik yang rapuh. Mereka ini memang sudah menjadi …
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia yang Benar, Oleh: UU Hamidy
Bahasa Indonesia yang benar lebih banyak berhubungan dengan aspek arti, sedangkan bahasa Indonesia yang baik lebih banyak ditentukan oleh aspek pengucapan. Karena itu, pertama-tama haruslah diperhatikan arti kata-kata jangan sampai dikacaukan begitu saja. Sepintas lalu, beberapa kata terkesan sama artinya. …
Baca SelengkapnyaBeberapa Jalur yang Laju dalam Zaman Belanda dan Sebelumnya
1. Nama jalur : Singo Barantai Kepunyaan kampung : Basrah Merebut hadiah pertama : kira-kira 2 kali 2. Nama jalur : Lopak-lopak Dionjai Kepunyaan kampung : Koto Taluk Merebut hadiah pertama : kira-kira 3 kali 3. Nama jalur : Olang …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Dia bernama gunung. Tapi sebenarnya menurut ukuran ilmu bumi, bukanlah gunung. Dia disebut kasiangan, yang berarti ‘’kesiangan’’ sebagai lawan kemalaman. Namun dia juga sesungguhnya bukanlah benda hidup yang bergerak, yang dapat menghitung perjalanan waktu. Dia dikenal dalam alam nyata sebagai …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Masing-masing kenegerian mengirimkan calon gerilya menurut kemampuan masing-masing. Tapi pada umumnya berjumlah sekitar 10 sampai 30 orang. Tiap kenegerian komandannya adalah: 1. Kari > Matdusin 2. Koto Taluk > Malik 3. Seberang Taluk > Kamaluddin 4. Kopah > Ali Basa …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
Berikutnya, masih muncul lagi ujian mental itu. Dalam perjalanan menuju Cerenti, melalui Pulau Kulur dan Selat Panjang Inuman, para gerilya ini berjalan dalam beberapa rombongan dengan jarak antara rombongan sekitar 250 meter. Rupanya, dalam rombongan yang terdahulu ada pula orang-orang …
Baca SelengkapnyaPersaudaraan dalam Bulan Puasa Tempo Doeloe, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana menggilirkan kemenangan dan kekalahan agar menjadi pelajaran supaya diketahui dengan jelas siapa yang sebenarnya beriman serta untuk memberi peluang kepada orang beriman untuk mati syahid. Begitulah sampai tahun 1950-an puak Melayu di Riau belum …
Baca SelengkapnyaKegiatan Tuan Guru Abdurrahman Siddik bin Muhammad Apip di Indragiri (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Tak diketahui dengan jelas bila ulama ini lahir, sedangkan data mengenai kegiatan dan riwayat hidupnya juga masih terbatas dapat dikumpulkan. Sungguhpun begitu, beliau merupakan ulama yang paling besar pengaruhnya di Indragiri. Tuan Guru atau ulama ini diangkat menjadi mufti Kerajaan …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena