1. Konsep Melayu tentang Permainan Dalam kehidupan sehari-hari dapat dengan mudah kita kesan betapa besarnya jumlah pemakaian kata ‘’permainan’’ yang sering disingkat dengan kata ‘’main’’ oleh puak Melayu di mana saja pada belahan Riau ini. Mereka mengatakan misalnya main gasing, …
Baca SelengkapnyaPermainan Gasing Puak Melayu Rantau Kuantan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
3. Permainan Gasing a. Cara Menonekkan (Memusing) Gasing Gasing dinonekan atau dipusing dengan mempergunakan tali. Biasanya yang dipakai ialah tali terap yang dikembar. Tali ini dililitkan pada leher gasing dari kiri ke kanan (berlawanan dengan arah jarum jam) sehingga sampai …
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia yang Baik, Oleh: UU Hamidy
Pengucapan bunyi bahasa (fonem) harus baik. Bunyi bahasa itu sebaiknya diucapkan seperti diucapkan oleh pemakai bahasa ibu (native speaker). Karena bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Melayu yang terbina di Riau oleh Raja Ali Haji yang kemudian terpelihara menjadi bahasa …
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia yang Benar, Oleh: UU Hamidy
Bahasa Indonesia yang benar lebih banyak berhubungan dengan aspek arti, sedangkan bahasa Indonesia yang baik lebih banyak ditentukan oleh aspek pengucapan. Karena itu, pertama-tama haruslah diperhatikan arti kata-kata jangan sampai dikacaukan begitu saja. Sepintas lalu, beberapa kata terkesan sama artinya. …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Dia bernama gunung. Tapi sebenarnya menurut ukuran ilmu bumi, bukanlah gunung. Dia disebut kasiangan, yang berarti ‘’kesiangan’’ sebagai lawan kemalaman. Namun dia juga sesungguhnya bukanlah benda hidup yang bergerak, yang dapat menghitung perjalanan waktu. Dia dikenal dalam alam nyata sebagai …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Masing-masing kenegerian mengirimkan calon gerilya menurut kemampuan masing-masing. Tapi pada umumnya berjumlah sekitar 10 sampai 30 orang. Tiap kenegerian komandannya adalah: 1. Kari > Matdusin 2. Koto Taluk > Malik 3. Seberang Taluk > Kamaluddin 4. Kopah > Ali Basa …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
Berikutnya, masih muncul lagi ujian mental itu. Dalam perjalanan menuju Cerenti, melalui Pulau Kulur dan Selat Panjang Inuman, para gerilya ini berjalan dalam beberapa rombongan dengan jarak antara rombongan sekitar 250 meter. Rupanya, dalam rombongan yang terdahulu ada pula orang-orang …
Baca SelengkapnyaPersaudaraan dalam Bulan Puasa Tempo Doeloe, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana menggilirkan kemenangan dan kekalahan agar menjadi pelajaran supaya diketahui dengan jelas siapa yang sebenarnya beriman serta untuk memberi peluang kepada orang beriman untuk mati syahid. Begitulah sampai tahun 1950-an puak Melayu di Riau belum …
Baca SelengkapnyaKegiatan Tuan Guru Abdurrahman Siddik bin Muhammad Apip di Indragiri (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Tak diketahui dengan jelas bila ulama ini lahir, sedangkan data mengenai kegiatan dan riwayat hidupnya juga masih terbatas dapat dikumpulkan. Sungguhpun begitu, beliau merupakan ulama yang paling besar pengaruhnya di Indragiri. Tuan Guru atau ulama ini diangkat menjadi mufti Kerajaan …
Baca SelengkapnyaKegiatan Tuan Guru Abdurrahman Siddik bin Muhammad Apip di Indragiri (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Kitab syair yang dikarangnya telah dirangkai dengan mengambil pedoman kepada hadist-hadist Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Kitab ini memakai dua macam tulisan, Arab-Melayu dan Latin. Pada bagian atas kitab dalam tulisan Arab-Melayu tertulis Syair Ibarat dan Khabar Akhirat, sedangkan di …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena