Dalam tingkahlaku budaya puak Melayu di Riau, cukup kentara suatu kesan atau sikap budaya yang memandang bahwa tiap pekerjaan hanya akan mendapat keselamatan jika dilakukan dengan ikhlas. Tiap pekerjaan harus dimulai dengan ucapan ‘’bismillah’’, melakukan pekerjaan dengan niat karena Allah, …
Baca SelengkapnyaKeagungan Tuhan dalam Tingkahlaku Budaya (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Kemampuan daya cipta Tuhan sungguh tak dapat diduga. Dalam Hikayat Tengkorak Kering (versi lain dari Hikayat Raja Jumjumah) dikisahkan bagaimana qudrat dan iradat Allah, dapat menghidupkan kembali tengkorak yang sudah kering. Dalam Hikayat Tengkorak Kering yang telah menjadi semacam cerita …
Baca SelengkapnyaNama Negeri dalam Jejak Dakwah Islam di Kuantan Singingi, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana serta Maha Pengatur telah memberitakan dalam Al Quran negeri yang telah dihancurkan oleh Allah karena ulah penduduk negeri itu berbuat maksiat. Penduduk yang durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya itu dibinasakan Allah dengan hujan …
Baca SelengkapnyaWarisan Budaya; Sisi Kehidupan yang Sering Diabaikan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Masyarakat desa di Riau, bukan sama sekali tidak memahami apa artinya hidup bahagia. Mereka juga mengaharapkan hidup dengan bahan makanan, pakaian dan kondisi perumahan yang layak. Mereka juga sudah mengerti dan dapat membaca apa artinya pendidikan bagi perbaikan hidup. Tetapi …
Baca SelengkapnyaWarisan Budaya; Sisi Kehidupan yang Sering Diabaikan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Setiap masyarakat dikenal melalui seperangkat tanda-tanda yang dimilikinya. Dalam seperangkat tanda itu, ada sisi warisan budaya yang diterima dan terus berlanjut. Sisi warisan ini lazim disebut tradisi. Setiap tradisi sebenarnya tidak lain daripada semacam bingkai. Orang yang terpengaruh oleh uap …
Baca SelengkapnyaJalur yang Berhasil Merebut Hadiah Pertama Periode 1955-1977 di Teluk Kuantan
Tahun 1955-1957: Nama jalur: Binuang Sati II Kepunyaan kampung: Tobiang Tara Mendapat hadiah I: 3 kali Tahun 1958: Nama jalur: Pulau Mungkuar Kepunyaan kampung: Gunuang Mendapat hadiah I: 1 kali Tahun 1959: Nama jalur: Pulau Godang Kepunyaan kampung: Kari Mendapat …
Baca SelengkapnyaSariamin Ismail dalam Horison Sastra dan Budaya Indonesia (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
‘’Saya bukan seorang yang ingin menonjolkan diri atau ditonjolkan, tetapi di akhir hidup saya ingin juga orang tahu siapa saya yang sebenarnya. Jangan ada yang menyangka, bahwa Sariamin Ismail itu hanya seorang penulis roman atau pengubah syair yang kuno, kolot …
Baca SelengkapnyaSariamin Ismail dalam Horison Sastra dan Budaya Indonesia (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
3. Kegiatan dalam Pendidikan Tahun ajaran 1915/1916 dia masuk sekolah yang bernama Gouvernement School dan tamat tahun ajaran 1920/1921. Berkat kehidupan orangtuanya yang di samping bertani juga bekerja sebagai pemborong bangunan (yang di tempat itu disebut ‘’andema’’) tapi terutama tentu …
Baca SelengkapnyaSariamin Ismail dalam Horison Sastra dan Budaya Indonesia (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
5. Kegiatan dalam Organisasi dan Politik Suatu tujuan, akan tetap tinggal tujuan bila dibiarkan tanpa ada suatu strategi dan badan yang mau bekerja untuk mencapainya. Sariamin Ismail juga telah lama paham apa artinya suatu organisasi. Dia melihat organisasi sebagai tali …
Baca SelengkapnyaHukum Boruak Godang di Rimbo (Beruk Besar di Rimba) (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Jika dia memperkuat kedudukannya dengan mempergunakan kekuasaan yang menimbulkan rasa takut, maka dia telah memakai hukum sigiriak angek. Sigiriak merupakan semacam besi yang digunakan untuk melubangi papan atau jenis kayu lainnya. Sigiriak yang terbuat dari besi itu, dengan kelebihannya tentulah …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena