Allah Maha Pencipta, Maha Pemelihara, Maha Pengatur lagi Maha Bijaksana berulang-ulang dalam Alquran memerintahkan kepada umat manusia supaya berbuat adil. Dan jalan menegakkan keadilan itu ialah dengan memakai hukum Allah yang dibentangkan dalam Al Qur’an serta panduan as-Sunnah dari Utusan …
Baca SelengkapnyaPandangan Tradisional Melayu terhadap Negara, Oleh: UU Hamidy
Allah Maharaja Umat Manusia pada Hari Kemudian telah menurunkan Alquran, kitab yang tiada diragukan kebenarannya. Untuk memahami Alquran, Allah Yang Maha Bijaksana, memberi manusia mata, telinga dan hati. Bagaimana memakai mata, telinga dan hati untuk memahami Alquran agar menjadi panduan …
Baca SelengkapnyaOrang Buta dan Dua Macam Seniman Melayu di Riau, Oleh: UU Hamidy
Dalam bidang sastera, masyarakat Melayu di Riau membedakan antara seniman sebagai orang yang mengarang atau menggubah suatu karya dengan seniman yang hanya sekadar menampilkan karya itu dalam realisasi yang artistik. Seniman yang menggubah karya sastera disebut sebagai ‘’pengarang’’, sedangkan seniman …
Baca SelengkapnyaMenumbai sebagai Kata Kunci Kebudayaan, Oleh: UU Hamidy
Membicarakan suatu kegiatan budaya seperti menumbai (upacara mengambil madu lebah) akan merupakan suatu kajian yang mempelajari aspek-aspek manusia atau kelompok masyarakat tertentu dalam hubungannya dengan alam pikiran, perasaan dan cara mereka memandang alam. Kajian serupa itu lazim disebut sebagai kajian …
Baca SelengkapnyaNilai-nilai Kepemimpinan Melayu (Bagian 4), Oleh: UU Hamidy
4. Beberapa Perkara yang Patut Dipertimbangkan Demikianlah lintasan kepemimpinan dunia Melayu di Riau. Dengan gambaran ini dapat dikesan betapa puak Melayu punya tradisi kepemimpinan yang mampu membuat warga masyarakat punya potensi untuk mengurus dirinya sendiri. Mereka punya pemimpin dengan gaya …
Baca SelengkapnyaNilai-nilai Kepemimpinan Melayu (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
3. Pengawasan Kepemimpinan Melayu Kepemimpinan Melayu sebagai hasil budaya dari masyarakat perairan yang egaliter, juga punya piranti agar kadar kepemimpinannya tetap terpelihara. Piranti itu berupa bangsawan yang berlaku dalam dunia budaya Melayu itu sendiri. Pertama, perhatikanlah nilai budaya malu dalam …
Baca SelengkapnyaNilai-nilai Kepemimpinan Melayu (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
2. Etika Kepemimpinan Melayu Dalam pandangan tradisional puak Melayu di Riau, kerajaan atau negara bukanlah didirikan untuk memenuhi ambisi politik seseorang atau suatu kaum (golongan), tetapi didirikan untuk memelihara dan melindungi rakyat dari penindasan oleh pihak yang satu terhadap yang …
Baca SelengkapnyaNilai-nilai Kepemimpinan Melayu (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
1. Bingkai Kepemimpinan Melayu Satu di antara malapetaka sistem Orde Baru adalah kepemimpinan yang bertingkahlaku sentralistik, monokultur dan otoriter. Orde Baru hanya memakai bingkai kepemimpinan masyarakat petani yang agraris, di mana tiap puak dan suku bangsa harus tunduk dan terikat …
Baca SelengkapnyaDemokrasi Membentuk Generasi Bingung, Oleh: UU Hamidy
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam untuk menyampaikan kebenaran kepada umat manusia. Kebenaran Al-Quran itu disampaikan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam dengan perkataan dan perbuatan, yang kemudian disebut as-Sunnah. Karena itu, Al-Quran dan as-Sunnah …
Baca SelengkapnyaMenumbai : Upacara Mengambil Madu Lebah dalam Masyarakat Petalangan, Oleh: UU Hamidy
Beberapa puak dan persukuan Melayu di pantai Timur Sumatera agaknya sudah cukup lama mengenal lebah dalam dunia kehidupan mereka. Di beberapa daerah, lebah dipandang sebagai lambang pertanda kesehatan dan rezeki yang murah. Karena itu, bila ada lebah bersarang di rumah …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena