Mengapa kita harus memandang PEKERJAAN sebagai SESUATU yang HIDUP? Sebab antara orang dengan pekerjaannya TAK DAPAT DIPISAHKAN. Orang bisa hidup dari pekerjaannya, sedangkan pekerjaan telah menjadi sebab untuk menghidupi orang itu. Di situ tampak bagaimana HARGA PEKERJAAN dalam DUNIA orang …
Baca SelengkapnyaMemandang Pekerjaan sebagai Sesuatu yang Hidup
ENAU yang telah dilambangkan sebagai PEREMPUAN dalam dunia alam budaya masyarakat Rantau Kuantan, memberi arah kepada kita, agar manusia MEMANDANG PEKERJAANNYA tidak sebagai OBYEK semata, tetapi sebagai sesuatu yang HIDUP… (Kasin Niro Penyadap Enau Rantau Kuantan, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaEnau Bagaikan Manusia, Manusia Bagaikan Enau
Kasin memandang ENAU SEBAGAI MANUSIA. Dia memberikan ancaman kepada enau setiap dia akan memotong tandan enau yang telah selesai ditetek, dengan maksud ancaman itu akan didengar dan diindahkan. Jika enau telah dipandang sebagai manusia, maka kebalikannya Kasin juga memandang MANUSIA …
Baca SelengkapnyaBudaya Ekonomi dalam Tradisi Melayu di Riau, Oleh: UU Hamidy
Kekayaan sebagai Simbol Prestasi Dunia ekonomi dewasa ini dengan kiblat kapitalisme-materialisme telah memandang kekayaan sebagai satu-satunya bukti prestasi seseorang. Dalam hal ini dilihat ada hubungan sebab-akibat antara kekayaan dengan waktu. Waktu harus bernilai uang sebagaimana terungkap dalam rangkai kata ‘’times …
Baca SelengkapnyaKasin Niro Penyadap Enau Rantau Kuantan, UU Hamidy, Balai Pustaka, 1987
Kasin Niro adalah potret kehidupan seorang penduduk kampung di ceruk Riau yang bermata pencarian sebagai penyadap air enau. Sebenarnya, dia hanyalah wakil dari banyak orang yang berpenghidupan sama, yakni yang hidup di Riau. Berangkat dari cara hidup –yang barangkali oleh …
Baca SelengkapnyaPeraturan Agaria Versus Nilai-nilai Adat yang Sederhana
Peraturan AGRARIA dari pemerintah, pada realitasnya memberi BUKTI bahwa sistem nilai yang dibuat itu BELUM MAMPU MEMBENAHI tata pemakaian hutan sebagaimana mestinya. Padahal dahulu, dengan NILAI-NILAI ADAT yang cukup SEDERHANA, namun melalui kepemimpinan ”BATIN” yang relatif bersih dan berwibawa, pemakaian …
Baca SelengkapnyaPengakuan Rimba Kepungan Sialang sebagai Hutan yang Dilindungi
Sistem EDING (hutan pemisah) telah dilakukan oleh masyarakat Petalangan untuk menjaga KELESTARIAN HUTAN atau ekologi. Dengan posisi serupa itu, RIMBA KEPUNGAN SIALANG (serta eding) juga akan mempercepat penghutanan kembali. Sebab bibit-bibit kayu dari rimba kepungan sialang, juga akan jatuh dan …
Baca SelengkapnyaRimba Kepungan Sialang, Mengatur Keseimbangan Ekologi
POSISI RIMBA KEPUNGAN SIALANG berada DI TENGAH-TENGAH LADANG. Posisinya yang demikian telah memberi suatu peranan baginya sebagai ALAT PENGATUR KESEIMBANGAN dalam SISTEM EKOLOGI di kawasan itu. Dengan adanya bagian-bagian hutan berupa rimba kepungan sialang di antara ladang-ladang pesukuan Petalangan, rimba …
Baca SelengkapnyaSistem Hutan Tanah Melayu
SISTEM HUTAN TANAH MELAYU umumnya terbagi atas tiga: rimba peladangan, rimba simpanan dan rimba kepungan sialang. Pemanfataatannya DIPAGAR oleh ikat kata: RIMBA DITEBANG, DIGANTI RIMBA. POHON DITEBANG, DIGANTI POHON. TEBAS TIDAK MERUSAK, TEBANG TIDAK MEMBINASAKAN… (Rimba Kepungan Sialang, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaPancung Alas Hutan Tanah Melayu
Jika seseorang atau suatu pihak telah mendapat izin mengambil hasil hutan seperti kayu, dia membayar semacam pajak yang disebut PANCUNG ALAS. Kata ”Pancung Alas” sudah memberi arti memotong atau menebang kayu. Pancung alas adalah pajak bagi orang yang mengambil (memancung) …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena