DUKUN merupakan sosok yang KHAS dalam masyarakat Melayu di Riau. Bahkan juga mungkin dalam puak lainnya. Kesejahteraannya cukup panjang ke belakang. Dukun berkelindan dengan PAWANG, BOMO, KEMANTAN, pemangku adat bahkan juga dengan TUKANG CERITA dalam dunia Melayu… (Dukun Melayu Rantau …
Baca SelengkapnyaTempua Bersarang Rendah, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Perkasa telah menegaskan, hanya amal yang dilakukan dengan ikhlas serta sesuai pelaksanaannya dengan tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang hanya akan diterima di sisi-Nya. Amal tanpa niat ikhlas dan menyalahi Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hanya …
Baca SelengkapnyaDukun Melayu Rantau Kuantan Riau, UU Hamidy, Melayulogi, 1986
Dukun merupakan sosok yang khas dalam masyarakat Melayu di Riau. Bahkan juga mungkin dalam puak lainnya. Kesejahteraannya cukup panjang ke belakang. Dukun berkelindan dengan pawang, bomo, kemantan, pemangku adat bahkan juga dengan tukang cerita dalam dunia Melayu. Dialah pewaris resam …
Baca SelengkapnyaJalur, Karya Seni yang Utuh
Pada dasarnya, setiap penampilan JALUR sebagai hasil karya budaya masyarakat, juga merupakan PENAMPILAN sejumlah karya SENI lainnya. Sebab jalur dan karya seni yang lain itu, terutama RARAK, tari, dan ukiran, merupakan SALING ISI mengisi dan saling membutuhkan, sehingga jalur dapat …
Baca SelengkapnyaRuh dan Akar Sikap
Masyarakat Rantau Kuantan memperlihatkan kecenderungan sikapnya, bahwa kehidupan mereka sedemikian jauh ditentukan oleh batang Kuantan dan hutannya. Mereka tidak SEMBARANGAN mengambil kayu di hutan, karena HUTAN itu dipandang ada yang memilikinya. Mereka memandang pohon yang akan ditebangnya, bukanlah sebagai benda …
Baca SelengkapnyaMelihat dari Kabut Emosi
Masyarakat Rantau Kuantan melihat Batang Kuantan dan hutan belantara yang dihuni oleh berbagai binatang sebagai suatu misteri. Mereka MELIHATNYA dari KABUT EMOSI, di mana pohon-pohon, binatang dan sungai yang dapat mempunyai berbagai TINGKAH itu, bagaikan MEMPUNYAI WATAK sebagai MANUSIA… (Kesenian …
Baca SelengkapnyaJalur Mempengaruhi Alam Pikiran
JALUR bukanlah hanya tampil ke dalam kehidupan masyarakat Rantau Kuantan sebagai wujud KARYA BUDAYA saja. Jalur sedemikian rupa telah memasuki dan MEMPENGARUHI beberapa PANDANGAN dan ALAM PIKIRAN masyarakatnya… (Kesenian Jalur di Rantau Kuantan Riau, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaPacu Jalur Sejak Tahun 1900
PACU JALUR sudah dikenal penduduk Rantau Kuantan paling kurang SEMENJAK TAHUN 1900. Dalam sekitar tahun 1900 itu, yang dipacukan penduduk kebanyakan adalah perahu-perahu besar yang biasa dipakai untuk PENGANGKUT HASIL BUMI, misalnya tebu, pisang, dan lain-lainnya. PERAHU BESAR tersebut dapat …
Baca SelengkapnyaMakna Sirih Pinang, Oleh: UU Hamidy
Allah Maharaja umat manusia telah menyampaikan kebenaran ada pula yang memakai perumpamaan atau perlambangan. Allah Yang Maha Indah telah memakai perlambangan seperti nyamuk, laba-laba, anjing, lebah dan lalat, sehingga bahasa Al-Qur’an kitab rujukan alam semesta itu benar-benar memancarkan keindahan lagi …
Baca SelengkapnyaKesenian Jalur di Rantau Kuantan Riau, UU Hamidy, Bumi Pustaka, 1986
Buku ini menggambarkan kehidupan dan alam pikiran puak Melayu Rantau Kuantan dalam tradisi baharinya. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana ”Proses Pembuatan Jalur”, ”Peralatan Jalur”, ”Organisasi Jalur”, ”Jalur dalam Masyarakat Kuantan” serta segala sesuatu yang berkait kelindan dengan jalur.
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena