Hari berganti, bulan berselang, tahun berlalu, sehingga jadi masa lampau. Maka tibalah era Orde Baru yang ditaja oleh Golkar, yang kemudian memberikan kekuasaan mutlak kepada Soeharto selama 30 tahun lebih. Maka muncullah dari lidah Soeharto kata ‘’pembangunan’’. Sepintas lalu, kata …
Baca SelengkapnyaSelamat Berkat Menyamar Pakai Nama Nabi Muhammad, Oleh: Purnimasari
* Tulisan ini adalah kisah nyata. Seperti diceritakan oleh UU Hamidy kepada Purnimasari. Dituliskan kembali oleh Purnimasari. Dalam agresi Belanda tahun 1948, terjadilah perlawanan masyarakat Melayu di Rantau Kuantan, Riau terhadap Belanda. Para gerilyawan yang lebih tepat disebut mujahidin, melawan …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Dia bernama gunung. Tapi sebenarnya menurut ukuran ilmu bumi, bukanlah gunung. Dia disebut kasiangan, yang berarti ‘’kesiangan’’ sebagai lawan kemalaman. Namun dia juga sesungguhnya bukanlah benda hidup yang bergerak, yang dapat menghitung perjalanan waktu. Dia dikenal dalam alam nyata sebagai …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Masing-masing kenegerian mengirimkan calon gerilya menurut kemampuan masing-masing. Tapi pada umumnya berjumlah sekitar 10 sampai 30 orang. Tiap kenegerian komandannya adalah: 1. Kari > Matdusin 2. Koto Taluk > Malik 3. Seberang Taluk > Kamaluddin 4. Kopah > Ali Basa …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
Berikutnya, masih muncul lagi ujian mental itu. Dalam perjalanan menuju Cerenti, melalui Pulau Kulur dan Selat Panjang Inuman, para gerilya ini berjalan dalam beberapa rombongan dengan jarak antara rombongan sekitar 250 meter. Rupanya, dalam rombongan yang terdahulu ada pula orang-orang …
Baca SelengkapnyaPersaudaraan dalam Bulan Puasa Tempo Doeloe, Oleh: UU Hamidy
Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana menggilirkan kemenangan dan kekalahan agar menjadi pelajaran supaya diketahui dengan jelas siapa yang sebenarnya beriman serta untuk memberi peluang kepada orang beriman untuk mati syahid. Begitulah sampai tahun 1950-an puak Melayu di Riau belum …
Baca SelengkapnyaKegiatan Tuan Guru Abdurrahman Siddik bin Muhammad Apip di Indragiri (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Tak diketahui dengan jelas bila ulama ini lahir, sedangkan data mengenai kegiatan dan riwayat hidupnya juga masih terbatas dapat dikumpulkan. Sungguhpun begitu, beliau merupakan ulama yang paling besar pengaruhnya di Indragiri. Tuan Guru atau ulama ini diangkat menjadi mufti Kerajaan …
Baca SelengkapnyaKegiatan Tuan Guru Abdurrahman Siddik bin Muhammad Apip di Indragiri (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Kitab syair yang dikarangnya telah dirangkai dengan mengambil pedoman kepada hadist-hadist Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Kitab ini memakai dua macam tulisan, Arab-Melayu dan Latin. Pada bagian atas kitab dalam tulisan Arab-Melayu tertulis Syair Ibarat dan Khabar Akhirat, sedangkan di …
Baca SelengkapnyaRumah Melayu dalam Kenangan, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana menciptakan manusia dari setetes air yang hina untuk mengujinya dengan perintah dan larangan. Untuk melaksanakan perintah dan larangan, Allah Yang Maha Kuasa menurunkan Al Quran kepada Junjungan Alam Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. …
Baca SelengkapnyaAdat Beternak Puak Melayu Kuantan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Puak Melayu Kuantan Singingi telah mempunyai keragaman mata pencaharian demikian rupa. Hampir tak ada seorang pun yang hanya punya satu mata pencaharian saja. Di rantau ini telah terkenal ada 8 macam mata pencaharian yang pernah mendukung kehidupan warganya. Adapun 8 …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena