Home / Jenawi (page 6)

Jenawi

Kata-kata bernas yang disarikan dari karya-karya UU Hamidy…

Siapa yang Berkuasa, Kuat, Cerdik dan Bagak

Indonesia telah GAGAL berbangsa dan bernegara, karena negara dan bangsa DIBIARKAN bagaikan belantara TANPA HUKUM. Siapa yang berkuasa, kuat, cerdik dan bagak, dialah yang MENIKMATI kekayaan Tanah Air ini. Orang Melayu di Riau yang memelihara HARGA DIRI, takkan mendapatkan apa-apa. …

Baca Selengkapnya

Negara Jatuh Bangkrut oleh Hutang dan Korupsi

Mulai dari pemerintahan Soekarno, berlanjut dengan pemerintahan Soeharto yang ditaja Golkar, selama 30 tahun lebih, sumber-sumber kekayaan Tanah Air TAK MAMPU memberikan kesejahteraan pada rakyat. Yang terjadi ialah, negara jatuh BANGKRUT oleh HUTANG dan KORUPSI, sedangkan sumber-sumber kekayaan TERKURAS dan …

Baca Selengkapnya

Jatuh pada Penjajahan Elit Bangsa Sendiri

Perjalanan NASIB daerah Riau perlu dibentangkan kepada khalayak, terutama kepada budak-budak Melayu sebagai PEWARIS tradisional daerah ini, agar mereka punya PEMAHAMAN yang JERNIH tentang duduk perkara yang sebenarnya. Indonesia merdeka yang direbut dengan darah dan airmata dalam persaudaraan beragam suku, …

Baca Selengkapnya

Bagaikan Negeri Dikalahkan Garuda

Sebab, Belanda sendiri yang datang sebagai PENJAJAH, tetap menghargai OTONOMI masyarakat adat serta kekayaan hutan tanahnya. Belanda hanya mengurangi kekuasaan pemangku adat (lembaga adat) dalam hal perkara pidana. Dalam pemerintahan bangsa sendirilah, terutama kebijakan pemerintahan ORDE BARU, justru masyarakat adat …

Baca Selengkapnya

Dari Lestari Menjadi Padang Tekukur

Di HADAPAN MATA mata mereka sendiri, mereka menyaksikan bagaimana rimba belantara, sungai dan lautan yang LESTARI dalam rentang RATUSAN TAHUN, dalam tempo yang SINGKAT berubah menjadi padang tekukur. Sungguh suatu MALAPETAKA yang tak pernah terbayangkan oleh masyarakat adat puak Melayu …

Baca Selengkapnya

Dipermainkan dengan Kata ”Pembangunan”

Ironinya, ini berlaku oleh tangan-tangan yang bernama PEMIMPIN bangsa ini. Masyarakat adat yang semestinya dilindungi dan dipelihara kekayaannya, justru malah DIPERMAINKAN dengan kata PEMBANGUNAN, sehingga mereka kehilangan potensinya dan kekayaan mereka BERKECAI-KECAI jatuh ke tangan yang SERAKAH… (Kearifan Puak Melayu …

Baca Selengkapnya

Nasib Masyarakat Adat; Habis Manis Sepah Dibuang

Gambaran masyarakat adat puak Melayu di Riau harus DIDEDAHKAN kepada khalayak. Ini suatu peristiwa SEJARAH yang benar-benar MEMILUKAN dan harus DIPERTANGGUNGJAWABKAN. Betapa tidak, karena NASIB mereka telah DIPERMAINKAN bagaikan HABIS MANIS SEPAH DIBUANG… (Kearifan Puak Melayu di Riau Memelihara Lingkungan …

Baca Selengkapnya

Masyarakat Adat Takkan Punya Masa Depan di Republik Ini

Masyarakat adat hendaklah dipandang sebagai SAUDARA SENDIRI, dan berilah mereka PELUANG secara wajar sesuai dengan pontensi dan kepribadiannya. Negara hendaklah mengawasi KELEBIHAN atau keunggulan sumber daya suatu pihak atau suku, tidak sampai MELUMPUHKAN potensi suku lainnya, seperti masyarakat adat tersebut. …

Baca Selengkapnya

Masyarakat Adat Jangan Diingkari, Apalagi Dipandang Enteng

KEKUATAN bangsa ini sebenarnya bukan karena harus menjadi satu pola, tetapi justru oleh KERAGAMANNYA. Keberadaan masyarakat adat sebagai KENYATAAN dari keragaman suku di Indonesia, seyogianya janganlah DIINGKARI. Apalagi DIPANDANG ENTENG, sehingga mereka akhirnya TERSINGKIR di negerinya sendiri… (Masyarakat Adat Kuantan …

Baca Selengkapnya

Negara Tidak Layak Memaksa Bangsa Ini Satu Pola Saja

Sebab AKAR kasus ini sebenarnya, masyarakat adat di beberapa daerah TIDAK DIHARGAI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia yang bhinneka tunggal ika ini, semestinya BERSATU dalam berbagai aspek yang SAMA, tetapi juga MENGHARGAI pihak lain, dalam aspek yang BERBEDA …

Baca Selengkapnya