Menjelang pertengahan abad ke-20, dunia Melayu melahirkan lagi dua pengarang yang CEMERLANG, yakni TUAN GURU ABDURRAHMAN SIDDIK BIN MUHAMMAD APIP dan SOEMAN HS. Tuan Guru Abdurrahman Siddik yang juga merangkap MUFTI Kerajaan Inderagiri, mengarang paling kurang TUJUH KITAB, di antaranya …
Baca SelengkapnyaSyarat Cendekiawan di Rusydiah Klab
Rusydiah Klab-lah yang memberi SYARAT, bahwa seorang cendekiawan, PALING KURANG harus bisa membuat SATU karangan. Para tokohnya antara lain Raja Ali Kelana yang telah mengarang ”Pohon Perhimpunan”, Abu Muhammad Adnan pengarang tata bahasa Melayu ”Pembuka Lidah”, Raja Aisyah Sulaiman dengan …
Baca SelengkapnyaRusydiah Klab; Perkumpulan Cendekiawan Terbesar di Asia Tenggara
Di belakang Raja Ali Haji muncullah RUSYDIAH KLAB, yakni perkumpulan kaum cendekiawan Riau di penghujung abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Perkumpulan kaum cendekiawan Riau ini merupakan perkumpulan YANG TERBESAR masa itu di rantau Asia Tenggara. Para anggotanya, di samping …
Baca SelengkapnyaMelayu Berjaya dengan Tradisi Mengarang
Tradisi MENGARANG telah BERJAYA dalam dunia Melayu paling kurang 500 tahun. Dimulai oleh HAMZAH FANSURI dengan ”Syair Perahu” pada ABAD KE-16, diteruskan oleh TUN SRI LANANG dengan karangannya ”Sulatus Salatin”, yang lebih dikenal dengan ”Sejarah Melayu” pada ABAD KE-17. Kemudian …
Baca SelengkapnyaMemelihara Hati sebagai Rumah Allah
Dengan memelihara hati sebagai rumah Allah, manusia mendapat PELUANG untuk mengenal Allah. Jika Allah tidak dikenal, hidup tidak punya ARTI. Hanya dengan mengenal dan menyembah Allah, hidup manusia mempunyai makna… (Rahasia Penciptaan, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaDunia sebagai Batu Asah
Memperhatikan diri dan memandang dunia dengan BERLEBIHAN, hanya membuat sang hamba semakin lalai mengingat Tuhannya. Padahal sang diri harus memperlakukan dunia sebagai BATU ASAH, agar dapat memiliki hati yang jernih yang akan menjadi RUMAH Allah… (Rahasia Penciptaan, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaQur’an Membimbing Menyadari Diri Kita yang Sebenarnya
Merenungkan makna Al-Qur’an dapat membimbing kita untuk MENYADARI siapa kita yang SEBENARNYA. Kita diciptakan sebagai hamba Allah. Maka, seyogianya hiduplah kita sebagai HAMBA seraya sujud dan bertasbih memuji-NYA… (Rahasia Penciptaan, UU Hamidy)
Baca SelengkapnyaMembaca Quran Memberi Sentuhan Ruhani
Membaca Al-Qur’an benar-benar dapat memberi SENTUHAN RUHANI yang mendalam. Betapa tidak, Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad Saw yang terbesar, juga dapat memberikan SEMANGAT qur’ani terhadap pembacanya. Ini terjadi karena meskipun dalam redaksinya Qur’an ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi SASARAN …
Baca SelengkapnyaBingkai Budaya Melintasi Geografi Politik
Maka BINGKAI budaya yang terpelihara dapat MELINTASI geografi politik, sehingga antar pendukung budaya yang sama, dapat merasakan suatu persaudaraan. Itulah yang bisa berlaku pada jagad Melayu. Dengan bingkai budaya Melayu yang terpelihara di rantau Selat Melaka, penduduk kawasan itu mendapat …
Baca SelengkapnyaManusia Merasa Terpisah Oleh Budaya
PERSAUDARAAN BUDAYA terasa semakin penting, karena manusia ternyata tidak lagi TERSEKAT oleh tanah dan air yang telah menjadi peta geografi politik. Manusia rupanya MERASA TERPISAH oleh budaya… (Jagad Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau, UU Hamidy)
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena