Satu-satunya kata yang paling menakutkan, bahkan dapat mengundang maut sekarang ini adalah kata teroris. Kata ini begitu mengerikan, sebab hampir tak ada tulisan yang jujur menjelaskannya. Pernyataan tentang teroris selalu cuma dari pihak yang berkuasa yang memegang bedil. Perhatikanlah tindakan …
Baca SelengkapnyaLubang Biawak, Oleh: UU Hamidy
Pribadi agung Nabi Muhammad Saw telah memancar dari segala sisi kehidupan Beliau. Pantaslah Beliau mendapat sanjungan Junjungan Alam, sebab akhlak mulia Beliau adalah contoh tauladan bagi umat manusia yang mengharapkan hidup terhormat di muka bumi dan mati dalam kemuliaan di …
Baca SelengkapnyaAir di Hulu, Oleh: UU Hamidy
Hubungan antara pemerintah dengan rakyat dalam tatanan sistem demokrasi sekuler hampir tak pernah diperhatikan dengan saksama serta dievaluasi dengan teliti. Cogan kata demokrasi ”dari, oleh dan untuk rakyat” ternyata hanya fatamorgana — lautan pasir pada panas matahari yang kelihatan bagaikan …
Baca SelengkapnyaAmuk Massa, Tingkat Emosi dan Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Amuk massa makin banyak terjadi. Dulu semasa Orde Baru hampir tak terjadi, karena ada sistem otoriter yang menekan terus gejolak perasaan rakyat. Sistem otoriter itu memperlambat gejolak yang bagaikan bengkak akan meletus. Tekanan itu berlaku terus bagaikan pompa yang menekan …
Baca SelengkapnyaDemokrasi Direbut Bukan Dipilih, Oleh: UU Hamidy
Banyak orang terpukau oleh demokrasi yang bersifat munafik. Kemampuan kritis dan akal sehatnya surut, karena mengikuti selera orang banyak. Padahal kalau kita mengikuti orang banyak, niscaya kita disesatkannya dari jalan Allah. Mereka mengatakan demokrasi memakai kebebasan memilih. Padahal yang berlaku …
Baca SelengkapnyaPermainan Pemilukada, Oleh: UU Hamidy
Kehidupan telah berlangsung bagaikan permainan. Permainan juga telah terjadi bagaikan kehidupan. Kenyataan ini menjadi bukti kebenaran firman Allah Swt dalam Alquran kitab semesta alam, yang maksudnya dapat terbaca bahwa tiadalah kehidupan dunia itu melainkan permainan dan senda gurau. Dunia ini …
Baca SelengkapnyaHarga Diri dalam Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Harga diri, inilah perlombaan hidup manusia abad ini. Pertarungan ini terjadi setelah manusia penghuni planet bumi ini mengikuti ajaran demokrasi yang membuka pintu kehidupan liberal, sekuler, kapitalis dan kesamaan jenis kelamin atau gender. Masing-masing merasa punya harga diri dan tidak …
Baca SelengkapnyaBudi Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam satu-satunya pribadi yang menampilkan sekaligus memberi contoh kehidupan ini hendaklah dilalui dengan budi pekerti yang mulia. Pantaslah Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendapat julukan Junjungan Alam, karena alam memberi salam kepada baginda, sebab dengan risalah yang …
Baca SelengkapnyaDemokrasi Tidak Bermalu, Oleh: UU Hamidy
Malu, inilah kata yang dibuang bagaikan sampah. Padahal inilah benteng akhlak mulia. Dalam tradisi Melayu tua, malu menjadi adat, sedangkan pada Melayu muda, malu bersehati dengan iman. Seorang lelaki yang mau ke tepian, dia harus mendehem lebih dahulu, memberi tanda …
Baca SelengkapnyaCerdas dan Cerdik dalam Pemilu, Oleh: UU Hamidy
Masyarakat Melayu tradisional mempunyai empat macam pemegang teraju kepemimpinan. Pertama, tokoh tradisi yakni dukun, bomo, pawang, kemantan dan guru silat. Kedua, tokoh adat seperti datuk, batin dan penghulu. Ketiga, teraju kerajaan yakni Yang Dipertuan Besar atau Sultan dan Yang Dipertuan …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena