Sementara itu muncul OTONOMI daerah yang SEPINTAS lalu memberi angin segar kepada daerah seperti Riau. Tapi kenyataannya, otonomi bukan atas dasar KESADARAN memberi PELUANG pada daerah untuk memberikan kesejahteraan pada rakyatnya, otonomi daerah diberikan atas dasar pertimbangan SIASAT. Pemerintah Pusat …
Baca SelengkapnyaBila Mencapai Kedudukan, Bukan Hendak Meninggalkan Jasa
Kehadiran reformasi yang ditandai dengan pemerintahan Abdurrahman Wahid, juga TAK MAMPU memperbaiki bangsa dan negara yang sudah terpuruk. Ini terjadi karena PEMEGANG TERAJU negara dan bangsa masih BERMENTAL Orde Baru, yang bila diberi kekuasaan bertindak ZALIM. Mereka TIDAK BISA disebut …
Baca SelengkapnyaRiau Disadap Darah dan Nafasnya sehingga Hidup Terlunta-lunta
Masyarakat adat puak Melayu di Riau lumpuh, berhadapan dengan PERMAINAN CURANG para pejabat, elit partai, kaki tangan pemerintah, pemilik modal dan sejumlah orang bagak yang bekerjasama MEMPERMAINKAN HUKUM. Riau DISADAP DARAH DAN NAFASNYA, sehingga hidup TERLUNTA-LUNTA. Padahal leluhurnya meninggalkan kekayaan …
Baca SelengkapnyaSiapa yang Berkuasa, Kuat, Cerdik dan Bagak
Indonesia telah GAGAL berbangsa dan bernegara, karena negara dan bangsa DIBIARKAN bagaikan belantara TANPA HUKUM. Siapa yang berkuasa, kuat, cerdik dan bagak, dialah yang MENIKMATI kekayaan Tanah Air ini. Orang Melayu di Riau yang memelihara HARGA DIRI, takkan mendapatkan apa-apa. …
Baca SelengkapnyaNegara Jatuh Bangkrut oleh Hutang dan Korupsi
Mulai dari pemerintahan Soekarno, berlanjut dengan pemerintahan Soeharto yang ditaja Golkar, selama 30 tahun lebih, sumber-sumber kekayaan Tanah Air TAK MAMPU memberikan kesejahteraan pada rakyat. Yang terjadi ialah, negara jatuh BANGKRUT oleh HUTANG dan KORUPSI, sedangkan sumber-sumber kekayaan TERKURAS dan …
Baca SelengkapnyaJatuh pada Penjajahan Elit Bangsa Sendiri
Perjalanan NASIB daerah Riau perlu dibentangkan kepada khalayak, terutama kepada budak-budak Melayu sebagai PEWARIS tradisional daerah ini, agar mereka punya PEMAHAMAN yang JERNIH tentang duduk perkara yang sebenarnya. Indonesia merdeka yang direbut dengan darah dan airmata dalam persaudaraan beragam suku, …
Baca SelengkapnyaRiau Doeloe – Kini dan Bayangan Masa Depan, UU Hamidy, UIR Press, 2002
Perjalanan nasib daerah Riau perlu dibentangkan kepada khalayak, terutama kepada budak-budak Melayu sebagai pewaris tradisional daerah ini, agar mereka punya pemahaman yang jernih tentang duduk perkara yang sebenarnya. Indonesia merdeka yang direbut dengan darah dan air mata dalam persaudaraan beragam …
Baca SelengkapnyaSaya Hanya Siapa, Oleh: UU Hamidy
Tanpa taufiq, rahmat dan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, saya tidak dapat berbuat apa. Saya hanyalah siapa. Tak ada yang patut dibanggakan apalagi disombongkan. Saya diciptakan Allah dari setetes air yang hina, yang tidak dapat disebut dengan redaksi apa. Lagi …
Baca SelengkapnyaBagaikan Aur dengan Tebing, Oleh: UU Hamidy
Bagaimana tebing sungai sekarang ini? Keadannya lebih daripada mencemaskan. Sementara hampir tak ada pihak yang memperhatikannya, apalagi memeliharanya. Beberapa negeri atau kampung di pinggir sungai sudah runtuh ke dalam sungai. Ada kampung yang terkepung disebut Pulau Kepung, karena tanah di …
Baca SelengkapnyaBagaikan Negeri Dikalahkan Garuda
Sebab, Belanda sendiri yang datang sebagai PENJAJAH, tetap menghargai OTONOMI masyarakat adat serta kekayaan hutan tanahnya. Belanda hanya mengurangi kekuasaan pemangku adat (lembaga adat) dalam hal perkara pidana. Dalam pemerintahan bangsa sendirilah, terutama kebijakan pemerintahan ORDE BARU, justru masyarakat adat …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena