Kehidupan masa kini tak dapat dipisahkan begitu saja dari kehidupan masa silam. Tiap zaman akan masuk satu demi satu menjadi masa lampau. Meskipun kehidupan mengalir dan terus berubah, namun tidak semua yang silam pupus dalam kehidupan. Ini terjadi karena dalam …
Baca SelengkapnyaTeroris dan Lanun, Seligi Tajam Bertimbal, Oleh: UU Hamidy
Satu-satunya kata yang paling menakutkan, bahkan dapat mengundang maut sekarang ini adalah kata teroris. Kata ini begitu mengerikan, sebab hampir tak ada tulisan yang jujur menjelaskannya. Pernyataan tentang teroris selalu cuma dari pihak yang berkuasa yang memegang bedil. Perhatikanlah tindakan …
Baca SelengkapnyaTipologi Anggota DPR, Oleh: UU Hamidy
Pemilu untuk memilih anggota legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat, sudah usai. Ada yang merasa lega karena tidak terjadi huru-hara. Tetapi ketika hasil Pemilu anggota DPR ini dihadapkan kepada masa depan, sebagian besar rakyat masih cemas, apakah barangkali yang akan dilakukan …
Baca SelengkapnyaLubang Biawak, Oleh: UU Hamidy
Pribadi agung Nabi Muhammad Saw telah memancar dari segala sisi kehidupan Beliau. Pantaslah Beliau mendapat sanjungan Junjungan Alam, sebab akhlak mulia Beliau adalah contoh tauladan bagi umat manusia yang mengharapkan hidup terhormat di muka bumi dan mati dalam kemuliaan di …
Baca SelengkapnyaAir di Hulu, Oleh: UU Hamidy
Hubungan antara pemerintah dengan rakyat dalam tatanan sistem demokrasi sekuler hampir tak pernah diperhatikan dengan saksama serta dievaluasi dengan teliti. Cogan kata demokrasi ”dari, oleh dan untuk rakyat” ternyata hanya fatamorgana — lautan pasir pada panas matahari yang kelihatan bagaikan …
Baca SelengkapnyaAmuk Massa, Tingkat Emosi dan Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Amuk massa makin banyak terjadi. Dulu semasa Orde Baru hampir tak terjadi, karena ada sistem otoriter yang menekan terus gejolak perasaan rakyat. Sistem otoriter itu memperlambat gejolak yang bagaikan bengkak akan meletus. Tekanan itu berlaku terus bagaikan pompa yang menekan …
Baca SelengkapnyaDemokrasi Direbut Bukan Dipilih, Oleh: UU Hamidy
Banyak orang terpukau oleh demokrasi yang bersifat munafik. Kemampuan kritis dan akal sehatnya surut, karena mengikuti selera orang banyak. Padahal kalau kita mengikuti orang banyak, niscaya kita disesatkannya dari jalan Allah. Mereka mengatakan demokrasi memakai kebebasan memilih. Padahal yang berlaku …
Baca SelengkapnyaCakap Rampai-rampai Budaya Melayu di Riau, UU Hamidy, Unilak Press, 1997
Buku ini mengulas tentang ”Riau sebagai Daerah yang Khass”, Sistem Nilai”, ”Sistem Sosial”, ”Hutan Tanah”, ”Budaya Dagang Orang Melayu”, Ragam Seni Budaya dan Peninggalan Sejarah” dan lain sebagainya. Buku ini dicetak ulang edisi kedua pada tahun 2002…
Baca SelengkapnyaPermainan Pemilukada, Oleh: UU Hamidy
Kehidupan telah berlangsung bagaikan permainan. Permainan juga telah terjadi bagaikan kehidupan. Kenyataan ini menjadi bukti kebenaran firman Allah Swt dalam Alquran kitab semesta alam, yang maksudnya dapat terbaca bahwa tiadalah kehidupan dunia itu melainkan permainan dan senda gurau. Dunia ini …
Baca SelengkapnyaHarga Diri dalam Demokrasi, Oleh: UU Hamidy
Harga diri, inilah perlombaan hidup manusia abad ini. Pertarungan ini terjadi setelah manusia penghuni planet bumi ini mengikuti ajaran demokrasi yang membuka pintu kehidupan liberal, sekuler, kapitalis dan kesamaan jenis kelamin atau gender. Masing-masing merasa punya harga diri dan tidak …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena