Masing-masing kenegerian mengirimkan calon gerilya menurut kemampuan masing-masing. Tapi pada umumnya berjumlah sekitar 10 sampai 30 orang. Tiap kenegerian komandannya adalah: 1. Kari > Matdusin 2. Koto Taluk > Malik 3. Seberang Taluk > Kamaluddin 4. Kopah > Ali Basa …
Baca SelengkapnyaGunung Kasiangan dalam Mitos dan Perang Gerilya di Kuantan (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
Berikutnya, masih muncul lagi ujian mental itu. Dalam perjalanan menuju Cerenti, melalui Pulau Kulur dan Selat Panjang Inuman, para gerilya ini berjalan dalam beberapa rombongan dengan jarak antara rombongan sekitar 250 meter. Rupanya, dalam rombongan yang terdahulu ada pula orang-orang …
Baca SelengkapnyaTafsir ALEGORI MELAYU, Oleh: UU Hamidy
Riau punya jalan hidup bagaikan mimpi Kecantikannya ibarat penampilan Siti Mahdewi >> (Siti Mahdewi adalah tokoh utama dalam lakon Mendu di Natuna) Ketampanannya seperti Sutan Nan Garang >> (Sutan Nan Garang adalah tokoh silat Rantau Kuantan, di atas Ji Usu …
Baca SelengkapnyaKadar Syariah Islam dalam Tradisi Merantau Orang Melayu, Oleh: UU Hamidy
Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana telah menjamin rezeki semua makhluk melata di muka bumi. Karena itu, setelah manusia beribadah kepada Allah Ta’ala maka hendaklah dia bertebaran di muka bumi mencari rezeki atau rahmat Allah. Rezeki itu ada yang …
Baca SelengkapnyaWarisan Budaya; Sisi Kehidupan yang Sering Diabaikan (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
Masyarakat desa di Riau, bukan sama sekali tidak memahami apa artinya hidup bahagia. Mereka juga mengaharapkan hidup dengan bahan makanan, pakaian dan kondisi perumahan yang layak. Mereka juga sudah mengerti dan dapat membaca apa artinya pendidikan bagi perbaikan hidup. Tetapi …
Baca SelengkapnyaWarisan Budaya; Sisi Kehidupan yang Sering Diabaikan (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
Setiap masyarakat dikenal melalui seperangkat tanda-tanda yang dimilikinya. Dalam seperangkat tanda itu, ada sisi warisan budaya yang diterima dan terus berlanjut. Sisi warisan ini lazim disebut tradisi. Setiap tradisi sebenarnya tidak lain daripada semacam bingkai. Orang yang terpengaruh oleh uap …
Baca SelengkapnyaManusia B e r h a s i l, Oleh: UU Hamidy
Al Quran kitab peringatan umat manusia petunjuk jalan yang benar, telah memberi penjelasan yang mudah dipahami, bagaimana membangun diri menjadi orang yang berhasil. Tidak gagal mempergunakan umurnya dalam menunaikan kehidupan. Insan yang mendapat hidayah menjadi orang berhasil pertama-tama mempercayai yang …
Baca SelengkapnyaSariamin Ismail dalam Horison Sastra dan Budaya Indonesia (Bagian 1), Oleh: UU Hamidy
‘’Saya bukan seorang yang ingin menonjolkan diri atau ditonjolkan, tetapi di akhir hidup saya ingin juga orang tahu siapa saya yang sebenarnya. Jangan ada yang menyangka, bahwa Sariamin Ismail itu hanya seorang penulis roman atau pengubah syair yang kuno, kolot …
Baca SelengkapnyaSariamin Ismail dalam Horison Sastra dan Budaya Indonesia (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy
3. Kegiatan dalam Pendidikan Tahun ajaran 1915/1916 dia masuk sekolah yang bernama Gouvernement School dan tamat tahun ajaran 1920/1921. Berkat kehidupan orangtuanya yang di samping bertani juga bekerja sebagai pemborong bangunan (yang di tempat itu disebut ‘’andema’’) tapi terutama tentu …
Baca SelengkapnyaSariamin Ismail dalam Horison Sastra dan Budaya Indonesia (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy
5. Kegiatan dalam Organisasi dan Politik Suatu tujuan, akan tetap tinggal tujuan bila dibiarkan tanpa ada suatu strategi dan badan yang mau bekerja untuk mencapainya. Sariamin Ismail juga telah lama paham apa artinya suatu organisasi. Dia melihat organisasi sebagai tali …
Baca Selengkapnya
Bilik Kreatif Bersatu di Ujung Mata Pena