Home / Buku UU Hamidy / Bahasa / Bukan Saya Orangnya ; Nukilan Peristiwa dengan Dunia Melayu, UU Hamidy, Bilik Kreatif, 2021

Bukan Saya Orangnya ; Nukilan Peristiwa dengan Dunia Melayu, UU Hamidy, Bilik Kreatif, 2021

Dengan rahmat dan kehendak Allah saya mendapat peluang mempelajari dan meneliti dunia Melayu dengan menampilkan lebih dari 50 buku. Ini adalah nikmat Allah yang benar-benar tidak pernah saya bayangkan dalam kehidupan saya. Dari seorang budak Melayu yang bodoh, bunyi burung pergam disangka harimau, hidup dengan ibu-bapa di tepi rimba belantara, saya diberi kemudahan oleh Allah Yang Maha Pemurah, mengenal bahasa, adat, tradisi, budaya dan agama Islam yang dianut oleh dunia Melayu.

Ini mempertajam akal budi saya memahami ayat-ayat Allah pada jagad raya ini. Setelah membaca Al-Qur’an dan as-Sunnah, saya benar-benar yakin hanya Allah yang berhak diibadahi lagi disembah dengan benar. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya pada Allah kita minta tolong menyandarkan harapan dan bertawakkal.

Allah mengatur segala sesuatu dengan hukum yang adil lagi benar. Allah menurunkan Syariah Islam kepada umat manusia agar dapat membedakan yang haq dengan yang bathil, membedakan yang haram dengan yang halal, serta membedakan yang berdosa dengan yang berpahala, agar manusia itu selamat hidupnya dari dunia sampai akhirat.

Dalam buku yang sederhana ini saya nukilkan beberapa peristiwa yang telah saya alami sebagai jalan nasib yang telah ditentukan oleh Allah Yang Maha Perkasa. Ini adalah bukti kebesaran Allah di mana apa yang ada di langit dan di bumi selalu bertasbih memuji-Nya.

Saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kiranya semua peristiwa hidup saya itu jadi rahmat dan berkah. Saya berharap kepada Allah hal itu akan membersihkan aqidah saya dengan berpegang teguh pada panduan Al-Qur’an dan as-Sunnah, yang telah membuat para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jadi generasi umat terbaik di muka bumi ini.

Saya berharap pada Allah apapun yang ditimpakan-Nya kepada saya adalah rahmat, sehingga saya selalu bersyukur kepada-Nya setiap ruang dan waktu. Bagi sidang pembaca, kiranya nukilan kisah yang dibentangkan ini dapat jadi cermin pembanding agar terbuka pintu rahmat dan hidayah dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyantun.

Check Also

Perangkap Demokrasi dan Bunga Kehidupan, UU Hamidy, Bilik Kreatif, 2013

Kehidupan memberi tanda manusia bernasib malang karena lebih mementingkan budaya daripada agama. Ini terjadi karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *