Home / Bunga Rampai / Ustad Felix Siauw di Bilik Kreatif

Ustad Felix Siauw di Bilik Kreatif

Syukur alhamdulillah, di penguhujung Juli 2016 ini, kediaman UU Hamidy @Bilik Kreatif kembali kedatangan tamu yang istimewa. Beliau adalah Ustad Felix Siauw, penulis dan pengemban dakwah yang bersama barisan orang-orang yang menginginkan tegaknya syariah-khilafah.

Dalam kunjungannya dengan waktu yang cukup kasip di Pekanbaru, ternyata Ustad Felix bersedia meluangkan waktu untuk singgah ke Bilik Kreatif pada Ahad (31/7/2016) siang. Padahal, pada pagi harinya beliau mengisi acara ‘’Yuk Ngaji’’ bersama sedikitnya 2.000 orang di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Ba’da shalat Ashar, dilanjutkan dengan mengisi kajian plus bedah buku beliau yang bertajuk How to Master Your Habits bersama Ustad Abdul Somad di Mesjid Al Falah Jalan Sumatera, Pekanbaru. Di sela-sela kedua acara tersebutlah Ustad Felix berkunjung ke Bilik Kreatif.

Pertemuan dengan gaya bersela di lantai dan ditemani ubi jalar rebus tersebut berjalan penuh keakraban. Ketika Ustad Felix mengatakan bahwa beliau lahir di Palembang, Pak UU segera menimpali bahwa salah seorang budak Melayu yang menjadi pemegang teraju di Palembang pada masa dahulu adalah Demang Lebar Daun. Rupanya, Ustad Felix pernah merasa heran juga dengan nama ini. Mengapa namanya Lebar Daun? Ternyata, seperti yang dijawab oleh Pak UU, itu karena lebar daun telinganya. Hehehe… ternyata…

Pak UU sendiri sebenarnya juga telah lama membaca buku-buku Ustad Felix. Di antaranya tentu saja salah satu buku Ustad Felix yang fenomenal, Muhammad Al-Fatih 1453 dan Beyond The Inspiration. Salah satu hal yang dianggap unggul oleh Pak UU adalah kecepatan Ustad Felix mempelajari sejarah-sejarah Islam walaupun beliau seorang mualaf. Ustad Felix pun sempat geleng-geleng kepala ketika Ustad Muhammadun dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengatakan bahwa meskipun Pak UU telah menulis sedikitnya 60 buah buku, Pak UU tetap masih setia menggunakan mesin tik.

Hasrat bebual dan bersembang masih menggebu, apalah daya disekat oleh waktu. Berkali-kali tim mengingatkan bahwa Ustad Felix harus segera bersiap menuju ke tempat acara berikutnya, berkali-kali pula perbincangan tetap jua diteruskan. Apalagi, setelah acara di Mesjid Al-Falah, Ustad Felix segera bertolak meninggalkan Pekanbaru.

Di tengah cukup pesatnya dakwah Islam di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, gesekan-gesekan antar kelompok tentu saja ada. Tapi inilah salah satu lagi kehebatan Ustad Felix. Ke manapun beliau pergi berdakwah, beliau mau mengunjungi pihak lain untuk menjalin ukhuwah islamiyah.

Kalau mau dicari-cari perbedaan, niscaya tentu akan banyak pertandingan perbedaan. Karena masing-masing kelompok dakwah tentu punya visi dan sasaran yang berbeda. Semua pun sebenarnya sudah punya kavling masing-masing, tinggal hanya saling mengisi. Sebab pada dasarnya kita sama-sama disatukan oleh kalimat tauhid, berasaskan Al-Quran dan As-Sunnah. Apalagi jika ditambah ketika kita punya azam yang satu, sama-sama ingin menegakkan syariah-khilafah. Kalau perbedaan yang terus dikedepankan, orang kafir lah yang akan bertepuk tangan.

Meminjam pena penulis Melayu nan piawai, Raja Ali Haji,

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
Bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Di dalam dunia mengambil bekal.
Jika orang muda kuat berguru,
Dengan syaitan jadi berseteru.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.

 

Semoga siapapun kita, apapun kondisi dan kemampuan kita, kita sama-sama menyediakan diri untuk ikut ambil bagian dalam barisan ini. Dan semoga pula Allah menetapkan hati kita untuk tetap istiqamah di jalan dakwah.

Terima kasih banyak untuk Tim Yuk Ngaji, Hizbut Tahrir Indonesia dan Redaksi Tafaqquh yang telah membantu terselenggaranya pertemuan ini.***

Kredit foto untuk Tim Yuk Ngaji

Check Also

”Apa yang Sudah Bung Tulis?”, Oleh: Purnimasari

Selain karena berkah dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang paling utama, salah satu hal …

2 Komentar

  1. Luar biasa, anak muda memang harus rajin berguru dan bersemangat tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *