Home / Buah Pikiran UU Hamidy / Bahasa dan Sastra / Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (3)
Foto: qcostarica.com

Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (3)

Bung TA Sakti yang disegani,

Surat Anda bertanggal 12 Juni 1408 telah saya terima pada tanggal 17 Juni 1408. Mungkin saja surat Bung tidak hilang, tapi memang sampailah kepada saya. Oleh beberapa urusan kehidupan, saya mungkin lupa membalas surat itu atau lalai.

Tetapi dalam ingatan yang kurang jelas, rasanya kalau saya membalas surat Bung, selalu saya sertakan karangan saya yang terbaru, atau ada sesuatu yang memang perlu saya lihat saya memberikan keterangan kepada Anda. Rasanya dalam surat saya yang terakhir juga demikian dan sekali lagi rasanya saya alamatkan kepada Fakultas Sastra UGM, sebagai alamat fakultas Anda.

Kalau Bung senang memperhatikan bagaimana tatacara orang Melayu memelihara dan mengerjakan hutan tanah secara tradisional, maka hal itu dapat dijawab oleh kitab saya yang telah diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta, pada bulan Desember 1987. Mungkin dengan mengirimkan uang Rp3.500 kepada Balai Pustaka, Jalan DR Wahidin Nomor 1 Jakarta Pusat, Anda sudah dapat memperoleh kitab Rimba Kepungan Sialang, satu buah.

Supaya Bung tidak begitu berlebihan melihat diri saya, maka dengan ini saya beritahukan kepada Bung paling kurang ada 5 lagi yang benar-benar dapat dipandang sebagai ahli dunia Melayu di daerah Riau. Saya sendiri sebenarnya hanyalah seorang pengamat pinggiran; tapi secara kebetulan Bung kenal, sehingga Anda melihat saya begitu baik. Oleh karena itu saya berikan kepada Anda secara berurutan 5 orang ahli tersebut:

1. Prof Dr Muchtar Lutfi (sekarang Rektor Universitas Riau, Jalan Pattimura 5 Pekanbaru) seorang pengamat sejarah dan budaya Melayu. Beliau telah menurunkan karyanya Sejarah Riau 1.000 halaman lebih, mengulas (meneliti) Rusydiah Klab (Kaum Cendekiawan Melayu) secara sistematik.

2. Prof Suwardi MS, ahli sejarah Riau, telah membukukan berbagai karyanya tentang keturunan Bugis dalam Kerajaan Melayu, serta telah berhasil menokohkan Raja Haji Fisabilillah sebagai Pahlawan Nasional. Alamat beliau, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat, Universitas Riau, Jalan Pattimura 5 Pekanbaru.

3. Drs Muhammad Daud Kadir, Lektor Kepala Universitas Lancang Kuning. Ketua Proyek Melayulogi. Beliau adalah ahli seni budaya Melayu dan telah membukukan pula berbagai seni budaya Melayu dalam berbagai seri Melayulogi. Amat khas beliau ini dalam musik Melayu. Alamatnya, Universitas Lancang Kuning, Km 18 Rumbai, Pekanbaru.

4. Drs Said Mahmud Umar,Lektor Kepala Universitas Riau, pengamat khusus sastra Melayu dan telah menulis sejumlah kitab tentang hal itu. Malah pernah meneliti Suku Sakai di Riau tahun 1984 dengan hasil yang amat menakjubkan. Alamatnya, Universitas Riau Jalan Pattimura 5 Pekanbaru.

5. Tenas Effendy, seorang pengamat sejarah dan budaya Melayu yang amat tekun. Sejumlah ukiran bangunan (arsitektur Melayu) dialah yang merancangnya. Berbagai pahlawan Melayu telah ditulisnya dengan amat mencengangkan ramai. Alamat beliau ialah Rumah Adat Riau, Jalan Diponegoro 105 Pekanbaru.

Saya yakin kelima ahli tersebut akan sangat besar artinya bagi Bung, sehingga kehausan Anda terhadap dunia Melayu akan terjawab dengan saksama. Mereka itu benar-benar dapat menjadi guru (bahkan guru besar) bagi Anda. Saya yakin pula mereka akan memberikan perhatian kepada Bung.

Dengan demikian Bung akan memperoleh sejumlah kitab-kitab penting dari mereka, jika Bung berhasil mendekati mereka. Kirimkanlah surat kepada mereka dengan segera. Dan tidak ada salahnya jika kopi surat tersebut Bung berikan juga kepada saya, sekadar saya tahu langkah-langkah yang telah Bung lakukan.

Sekadar untuk menghibur Anda, dengan ini saya kirimkan satu kitab kecil yang kurang begitu baik dicetak oleh Bumi Pustaka. Agaknya sebagai satu butir debu budaya Melayu ada artinya kepada Bung.

Kemudian saya beri tahukan kepada Bung, bahwa di Malaysia telah terbit kitab Tradisi Johor Riau oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP). Dalam kitab itu ada tulisan saya, di antara 18 tulisan. Jika kebetulan ada hubungan, pesanlah. Saya sendiri tidak memiliki kitab itu, hanya menerima honor dari DBP.

Selanjutnya di Pekanbaru akan terbit insya Allah 2 kitab saya:
-Sikap dan Pandangan Hidup Ulama di Riau, oleh UIR Press
-Sastra Islam di Rantau Kuantan, Riau, oleh Payung Sekaki

Mengenai surat kabar Warta Karya, Bung bisa berkirim surat kepada penanggung jawab surat kabar itu yaitu Drs Ruskin Har, pegawai Walikota Kotamadya Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. Dia juga seorang budayawan yang handal, sehingga Bung juga akan banyak memperoleh bahan dari dia.

Bung TA Sakti, begitulah sejumlah keterangan dan bahan yang dapat saya berikan. Dengan saya berikan 5 nama para ahli itu, Bung akan dapat lebih dalam memperoleh uap dan air budaya Melayu, sehingga ketergantungan Bung kepada saya akan bisa dikurangi begitu rupa. Selamat berhubungan dengan mereka, semoga sukses.

Wassalam

UU Hamidy


Catatan oleh TA Sakti :

Surat ini saya terima di Yogyakarta hari Selasa sekitar pukul 11.00 WIB, 20-6-1408 atau 9 Februari 1988.
Ke 5 ahli dunia Melayu tersebut di atas tidak seorang pun sempat saya hubungi. Karena sekitar 32 bulan sebelum surat itu saya terima, keadaan saya sudah menjadi sebagai orang sakit-sakitan akibat kecelakaan jalan raya tanggal 25 Ramadhan 1405/15 Juni 1985 sepulang dari tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa di pedalaman Jawa Tengah.

Hanya saja, perihal saya tidak diketahui Bapak UU Hamidy, sehingga beliau tetap memompa semangat/pikiran saya dengan menambah 5 orang pakar dunia Melayu lagi. Surat pemberitahuan musibah itu memang pernah saya kirimkan sekeluar saya dari rumah sakit, tetapi hilang dalam pengirimannya.

Ini mungkin akibat Bapak UU Hamidy pernah pindah alamat. Kecelakaan lalu-lintas itu nyaris menyebabkan skripsi saya tentang tokoh Riau yakni Tengku Sulung tidak selesai, sebab setiap berpikir dan mengetik, kaki kanan saya yang patah menjadi bengkak.

Kalau dulu, sebuah artikel 6 halaman dapat selesai dalam sekali ‘duduk’, setelah musibah, setiap selesai satu halaman, saya harus istirahat dulu–dan harus mengosongkan pikiran/melupakan kegiatan itu–barulah kemudian bisa menulis lagi.

Namun Alhamdulillah, skripsi itu selesai juga akhirnya, sehingga saya menjadi salah seorang peserta yang diundang ke Seminar Nasional Tengku Sulung di Tembilahan, Riau pada 23 sampai dengan 25 Juli 1999. Baru ketika itulah Bapak UU Hamidy mengetahui perihal saya terkena musibah, karena sebelum ke Tembilahan, terlebih dulu saya berkunjung ke rumah beliau di Pekanbaru.

Pada acara seminar Tengku Sulung itulah saya bertemu dengan Prof Drs Suwardi MS, seorang ahli dunia Melayu seperti yang disarankan/tersebut dalam surat di atas. Beliau adalah Ketua Panitia Seminar Nasional Panglima Besar Tengku Sulung, sehingga saya sering menjumpai beliau untuk berbagai keperluan.

Hubungan baik saya dengan Prof Drs Suwardi MS masih terjalin hingga hari ini. Sepulang dari Tembilahan, Riau, saya segera menyurati Bapak UU Hamidy dan kembali mengimbau beliau agar tidak mengurangi mutu surat beliau lantaran saya sudah menjadi orang sakit-sakitan.

Ternyata, beliau tanggap dengan permohonan saya. Surat-surat Bapak UU Hamidy tetap penuh makna bagi saya. Setelah menetap di Aceh, disamping mengajar, menulis artikel budaya kecil-kecilan, fokus kegiatan sampingan saya adalah melakukan transliterasi/alih aksara naskah lama sastra Aceh dari huruf Jawi/Arab Melayu ke aksara Latin.

Sampai saat ini sudah 32 judul atau 6.700 halaman lebih aksara Latin selesai saya kerjakan. Namun amat sedikit yang sudah dicetak/diterbitkan. Kegiatan alih aksara, hampir sama sekali tidak membutuhkan pikiran dan itulah jalur ‘pelarian’ yang saya tempuh hingga sekarang. Dalam kegiatan ini, surat-surat Bapak UU Hamidy terus ‘berkibar-kibar’ di batin saya!

Banda Aceh, Senin, 7 Syakban 1431 H/19 Juli 2010 M, pukul 8.14 WIB, TA Sakti.

Check Also

Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (13)

Pekanbaru, 8 Sya’ban 1429 Hijrah 10 Agustus 2008 Masehi Yth  Bung TA Sakti di Darussalam, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *