Home / Buku UU Hamidy / Bahasa / Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu, UU Hamidy, Bumi Pustaka, 1981

Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu, UU Hamidy, Bumi Pustaka, 1981

Publikasi dan tulisan mengenai Riau, masih amat sedikit sekali. Kelangkaan itu lebih terasa lagi dalam bidang bahasa, sastra, dan kebudayaan. Kekurangan dalam hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi kehidupan masyarakat Riau khususnya, dan kehidupan bangsa kita. Sebabnya ialah karena dengan kekurangan seperti itu, masyarakat akan makin tipis mengenal unsur-unsur budayanya sehingga menyebabkan masyarakat kehilangan identitasnya pada suatu masa.

Oleh sebab itu, disadari betapa pentingnya menggali dan memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya dalam tiap masyarakat itu, kepada pendukungnya. Kepentingan itu bukan hanya dalam jangkauan pembentukan pribadi masyarakat dan identitas bangsa sahaja, tetapi lebih penting lagi artinya dalam usaha memperbaiki martabat masyarakat dan bangsa. Kita berpikir seperti itu, karena kebudayaan merupakan perjuangan manusia terus menerus untuk menyempurnakan kondisi-kondisi hidupnya dalam zaman dan waktu yang selalu berubah. Hanya dengan nilai-nilai kebudayaan itulah manusia dapat mempertahankan kemanusiaannya.

Haruslah disadari bahwa kumpulan tulisan mengenai Riau ini begitu kecilnya dibandingkan dengan segala segi bahasa dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat di daerah ini. Tetapi sungguhpun begitu, bagaimanapun juga karya ini hanya bagaikan mendapat sebatang pohon dalam rimba belantara kebudayaan Melayu.

Buku ini membendangkan tentang ”Bahasa Melayu Kerajaan Melayu Riau”, ”Bahasa Melayu Riau”, ”Pembinaan Bahasa dan Sastra Melayu oleh Rusydiah Klab”, ”Sastra Melayu Abad Ke-19”, ”Strategi Kerajaan Riau-Lingga Menghadapi Kolonial Belanda dalam Bidang Bahasa dan Kebudayaan”, ”Kegiatan Percetakan dan Penerbitan di Riau pada Abad Ke-19 dan Awal Abad Ke-20”, ”Sumbangan dan Peranan Cendekiawan Riau dalam Pembinaan Kebudayaan Nasional Indonesia”, ”Dimensi Bahasa dalam Budaya Melayu”, ”Silat Rantau Kuantan”, ”Menumbai” serta berbagai lampiran penting lainnya.

Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Bumi Pustaka, Pekanbaru pada tahun 1981. Cetakan II dilakukan pada tahun 1984, cetakan III pada tahun 1987. Unri Press melakukan cetakan IV pada tahun 2003.

Check Also

Naskah Melayu Kuno Daerah Riau, UU Hamidy, Yayasan Sagang, 2014

NASKAH KUNO merupakan JEJAK KEHIDUPAN generasi umat manusia yang telah MENDAHULUI kita di muka bumi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *