Home / Buah Pikiran UU Hamidy / Puasa dan Orang Semenda, Oleh: UU Hamidy
Foto : thetelegram.com

Puasa dan Orang Semenda, Oleh: UU Hamidy

Kualitas puasa kita boleh dikatakan sebagian besar bergantung pada kemampuan kita mengendalikan tingkahlaku dan perasaan kita. Kesulitan akan terjadi dalam pergaulan dengan orang-orang yang dekat dengan kita. Pergaulan kita dengan isteri (suami) anak dan cucu kita, relatif dapat kita kendalikan. Sebab, kita memang punya hubungan tertentu dan ada tanggungjawab yang jelas dalam syariat Islam.

Tidak demikian halnya dengan orang semenda. Orang semenda adalah lelaki mana saja yang menjadi suami saudara perempuan kita. Jadi hubungan kita terjadi karena dia nikah-kawin dengan saudara perempuan kita. Dia mungkin serumah dengan kita; mungkin juga menjadi tetangga di sebelah rumah kita. Kita punya hubungan emosional dengan lelaki ini, bagaimana dia memperlakukan saudara perempuan kita, sebagai isteri dia.

Maka ada empat macam orang semenda yang dapat mengganggu kualitas puasa kita. Pertama, orang semenda kain buruk hanyut di sungai. Inilah orang semenda yang tak pernah berada di rumah. Selalu berkelana kemana-mana, bagaikan kain buruk hanyut. Di mana ada tunggak, dia tersangkut; di mana orang memanggil dia berbual, di situ dia singgah.

Kedua, orang semenda langau hijau. Orang semenda tipe ini hanya berada di rumah untuk melepaskan hawa nafsunya kepada saudara perempuan kita. Tidak lama kemudian dia akan barcerai, bagaikan langau hijau meninggalkan bangkai.

Ketiga, orang semenda kungkung dapur. Inilah orang semenda yang hanya ‘’maunur’’ di rumah saja, tidak mau bekerja ke luar rumah. Dia hanya paling-paling hanya mau membelah kayu api untuk keperluan isterinya betanak menggulai.

Keempat, orang semenda kacang miang. Orang semenda kacang miang selalu menggelisahkan kita. Sebab kelakuannya, perangai dan ucapannya, tak ada satupun yang yang sejalan dengan ajaran Islam. Dia bagaikan kacang miang, sepintas lalu tampak baik. Tetapi ketika kita sentuh kita akan kena miang, lalu gatal-gatal dan gelisah.

Empat macam orang semenda yang tersebut di atas, niscaya akan mengganggu tingkat emosi kita dalam menjalankan puasa. Kalau kita tidak sabar dan awas, barangkali puasa kita bisa rusak. Karena itu, hanya orang semenda ninik-mamak yang dapat membuat kita tenteram berpuasa. Sebab, orang semenda ninik-mamak adalah lelaki atau suami yang benar-benar memelihara saudara perempuan kita serta juga anak dan cucunya sesuai dengan panduan agama Islam. Kita senang berhadapan dan bergaul dengan dia, sebab dia juga berpuasa dengan baik dalam rangka memelihara diri dan keluarganya dari siksaan api neraka. Orang semenda yang amanah ini juga dapat diharapkan pesannya tentang kebenaran serta mengatakan yang hak kepada kita. Dengan demikian, dia juga dapat dalam setiap penampilannya memberi arah untuk memperteguh iman kita.***

Check Also

Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (13)

Pekanbaru, 8 Sya’ban 1429 Hijrah 10 Agustus 2008 Masehi Yth  Bung TA Sakti di Darussalam, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *