Home / Buah Pikiran UU Hamidy / Mau ke Mana?, Oleh: UU Hamidy
Foto: i.ytimg.com

Mau ke Mana?, Oleh: UU Hamidy

Allah Maha Perkasa, Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana menyampaikan kepada umat manusia lewat Alquran bahwa tidak ada Tuhan yang wajib diibadahi selain Dia. Jika ada tuhan selain Dia di langit dan di bumi tentulah keduanya sudah rusak binasa. Dia terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Segala bencana yang menimpa bumi dan segala makhluk, telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Allah menciptakannya.

Demikianlah Allah memelihara dan mengatur segala sesuatu di jagad raya ini. Semuanya berlaku dengan ilmu Allah Yang Maha Benar, tidak main-main. Sebab, jika kebenaran menurut hawa nafsu niscaya binasa langit dan bumi. Jika manusia mau membaca Alquran dengan hati yang jernih dan akal sehat, insya Allah akan menyadari bahwa dia adalah hamba Allah yang bodoh, lemah dan hina. Jika tidak diberi petunjuk oleh Allah dengan Alquran, akal pikiran dan panca indera, manusia itu hanya akan jadi apa? Inilah pertanyaan yang mendasar dari Alquran kepada umat manusia.

Pertanyaan itu hendak memberi arah kepada manusia agar mau memilih arah yang benar dalam kehidupannya, dengan merenungkan kebesaran Allah yang dapat disaksikan siang dan malam. Pertama, manusia selalu menyaksikan kematian, baik kematian dengan sebab-akibat maupun kematian tanpa sebab. Maka seyogianya sadar bahwa hidup dunia akan berakhir.

Alquran dan as-Sunnah telah menyampaikan dengan sejelas-jelasnya bahwa kehidupan manusia akan berakhir di akhirat. Di akhirat hanya ada surga dan neraka. Surga untuk orang beriman dan bertakwa yang mendapat kemuliaan, sedangkan neraka untuk orang yang engkar yang hina. Karena itu, manusia yang punya akal sehat niscaya akan mengisi kehidupannya dengan amal saleh sebagai bekal ke akhirat agar dapat mengharapkan surga dari Allah. Jika tidak demikian, manusia hanya membuang hidupnya dalam keadaan sia-sia yang berujung kelak dengan penyesalan dan siksa.

Kedua, Alquran dan as-Sunnah telah berpesan agar manusia melaksanakan amar makruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Inilah jalan yang ditempuh berbuat amal saleh, sehingga kehadirannya di mana dan bila saja selalu mendatangkan kebaikan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Tanpa amar makruf nahi mungkar manusia itu tidak bernilai kehadirannya dalam masyarakat dan negara. Amar makruf nahi mungkar akan menjadi jejaknya dalam beramal saleh di dunia, yang akan diterima pahalanya di akhirat.

Ketiga, manusia hendaklah mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala kecintaan nafsu duniawi dan bendawi. Inilah karakter yang akan mendorong insan itu untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga akan rela dan ikhlas melaksanakan perintah serta meninggalkan larangan dari Allah dan Rasul-Nya. Ini juga akan membuat dirinya punya akidah yang kokoh, jauh dari syirik serta melaksanakan sunnah Nabi Shalallallahu Alaihi Wassalam, lalu menjauhi bid’ah. Jika ini diabaikan akan membuat manusia jatuh kepada sifat munafik yang akan menghancurkan segala amalnya.

Keempat
, manusia harus memilih agama yang benar, yakni agama yang diterima di sisi Allah yaitu agama Islam yang sempurna yang berada di atas segala agama. Agama lain dari Islam tidak akan diterima Allah, sehingga nanti akan jadi orang yang merugi lagi menyesal di akhirat. Maka terimalah agama Islam itu dengan ikhlas, laksanakan ajarannya dengan sempurna, tidak dipilih-pilih dengan akal yang sempit atau dengan nafsu yang liar.

Janganlah sampai berani mengkritik apalagi mencela Alquran dan as-Sunnah dengan maksud mendapat kedudukan dan kehormatan dari manusia. Kedudukan dan kehormatan di mata manusia jika tidak bersandar kepada Alquran dan as-Sunnah tidak ada nilainya di akhirat. Bahkan dapat mengundang azab yang pedih dalam neraka.

Kelima
, manusia harus yakin bahwa hukum yang benar lagi adil hanyalah hukum Allah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shalallallahu Alaihi Wassalam dengan kata, perbuatan dan persetujuan Baginda Shalallallahu Alaihi Wassalam. Nabi Muhammad Shalallallahu Alaihi Wassalam telah memberi teladan bagaimana hidup diatur oleh Alquran dan as-Sunnah, mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat sampai pada negara.

Sebab itu, pilihlah jalan hidup yang diatur oleh Syariah Islam yang memberikan batas dengan tegas yang hak dengan yang batil, yang halal dengan yang haram serta mana yang berpahala dan mana yang berdosa. Inilah kunci mendapatkan keselamatan dunia akhirat. Jangan keliru memilih aturan buatan manusia yang dapat diubah setiap waktu sesuai dengan kehendak hawa nafsu, sehingga hanya mendatangkan bencana sepanjang masa.

Jadi Alquran dan as-Sunnah telah menyampaikan dengan jelas mudah diterima akal sehat, supaya memilih pandangan hidup, sikap dan perbuatan agar terpelihara di dunia dan akhirat. Jadi manusia itu sebenarnya mau ke mana yang hanya dengan akalnya yang sempit serta nafsunya yang liar membuat aturan tentang hidupnya sebagaimana berlaku dalam kehidupan demokrasi sekuler serta negara komunis?

Hasilnya, hanyalah mereka membuat kerusakan sepanjang tahun dengan aturan yang menentang kebenaran Allah Yang Maha Bijaksana. Itulah sebabnya ajaran Islam harus selalu disampaikan dengan sempurna kepada umat manusia, agar mereka sadar bahwa dunia ini hanya dapat diurus dengan aturan dari Allah, agar umat manusia mendapatkan kesejahteraan terhindar dari kezaliman aturan buatan manusia.***

Check Also

Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (13)

Pekanbaru, 8 Sya’ban 1429 Hijrah 10 Agustus 2008 Masehi Yth  Bung TA Sakti di Darussalam, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *