Home / Buku UU Hamidy / Kearifan Puak Melayu di Riau Memelihara Lingkungan Hidup, UU Hamidy, UIR Press, 2001

Kearifan Puak Melayu di Riau Memelihara Lingkungan Hidup, UU Hamidy, UIR Press, 2001

Gambaran masyarakat adat puak Melayu di Riau harus didedahkan kepada khalayak. Ini suatu peristiwa sejarah yang benar-benar memilukan dan harus dipertanggungjawabkan. Betapa tidak, karena nasib mereka telah dipermainkan BAGAIKAN HABIS MANIS SEPAH DIBUANG. Ironinya ini berlaku oleh tangan-tangan yang bernama pemimpin bangsa ini.

Masyarakat adat yang semestinya dilindungi dan dipelihara kekayaannya, justru malah dipermainkan dengan kata PEMBANGUNAN, sehingga mereka kehilangan potensinya dan kekayaan mereka berkecai-kecai jatuh ke tangan yang serakah. Di hadapan mata mereka sendiri, mereka menyaksikan bagaimana rimba belantara, sungai dan lautan yang lestari dalam rentang ratusan tahun, dalam tempo yang singkat berubah menjadi padang tekukur.

Sungguh suatu malapetaka yang tak pernah terbayangkan oleh masyarakat adat puak Melayu di Riau. Sebab, Belanda sendiri yang datang sebagai penjajah, tetap menghargai otonomi masyarakat adat serta kekayaan hutan tanahnya. Belanda hanya mengurangi kekuasaan pemangku adat (lembaga adat) dalam hal perkara pidana. Dalam pemerintahan bangsa sendirilah, terutama kebijakan pemerintah Orde Baru, justru masyarakat adat diharu-biru. Akibatnya, masyarakat adat terlantar, hutan tanahnya rusak binasa, sehingga kepenghuluannya, pebatinannya atau negerinya BAGAIKAN NEGERI DIKALAHKAN GARUDA.

Buku ini mengupas tentang ”Identifikasi Riau dan Melayu”, ”Toponomi Riau”, ”Pengertian Orang Melayu”, ”Pandangan Tradisional Puak Melayu di Riau”, ”Pandangan terhadap Kerajaan (Negara)”, ”Pandangan terhadap Bahasa”, ”Pandangan terhadap Harta Benda”, ”Lambang Sosial Budaya”, ”Tingkat Emosi”, ”Orientasi Nilai Tradisional”, ”Keadaan Geografi dan Kekayaan Alam Riau”, ”Keadaan Sosial Budaya Daerah Riau” ” Kearifan Sistem Nilai”, ”Kearifan Sistem Budaya”, ”Kearifan Memakai Perkakas dan Peralatan” ditambah 8 lampiran tentang surat izin/undang-undang terkait hutan tanah Melayu dan ungkapan/pantun tentang lingkungan hidup serta beberapa hal lainnya.

Check Also

Naskah Melayu Kuno Daerah Riau, UU Hamidy, Yayasan Sagang, 2014

NASKAH KUNO merupakan JEJAK KEHIDUPAN generasi umat manusia yang telah MENDAHULUI kita di muka bumi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *