Home / Buah Pikiran UU Hamidy / Hanya Satu Jalan, Oleh: UU Hamidy
Foto: fly4free.com

Hanya Satu Jalan, Oleh: UU Hamidy

Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Perkasa menegaskan dalam Al Quran bahwa agama Islam berada di atas segala agama. Hanya Islam yang diterima di sisi Allah. Yang mengambil selain Islam akan merugi di akhirat. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam memberi contoh tauladan kepada para sahabat memakai Islam dalam segala bidang dan tingkat kehidupan, sehingga generasi sahabat menjadi generasi terbaik mengamalkan Islam dengan sempurna.

Mereka hidup dengan Syariah Islam yang meliputi kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan negara dengan meneladani Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Hanya ada satu ketaatan yaitu terhadap Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam jalan maksiat. Hanya ada satu jalan menentukan yang hak-batil, halal-haram dan pahala-dosa yaitu timbangan Al Quran dan as-Sunnah. Itulah kategori untuk amar makruf nahi mungkar, bukan hukum buatan manusia yang hanya sia-sia.

Tidak ada kebenaran selain dari kebenaran yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya. Kebenaran manusia hanyalah persangkaan saja yang tidak ada dasarnya. Tidak ada jalan menegakkan keadilan dan kebenaran selain daripada memakai Syariah Islam dengan totalitas. Hukum atau aturan di luar Syariah Islam tertolak karena akan menyesatkan manusia.

Karena itu, jika umat Islam berselisih dalam suatu perkara, maka tidak ada jalan penyelesaian yang benar lagi adil, selain daripada kembali kepada ketentuan Al Quran dan as-Sunnah. Hanya ada satu tujuan penciptaaan umat manusia yaitu beribadah dengan ikhlas kepada Allah sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.

Beribadah selain daripada kepada Allah hanya menjatuhkan diri ke dalam jahannam. Karena itu jalan menuju Allah adalah pedoman dari Al Quran dan as-Sunnah. Jalan demokrasi yang dipakai oleh orang banyak di muka bumi tidak akan sampai, sebab jalan ini menyesatkan umat manusia.

Hanya ada satu jalan tidak akan menyesal di akhirat, yakni mempergunakan umur, akal sehat, kesempatan dan harta untuk beramal saleh. Jika itu diabaikan, kelak di akhirat akan minta kembali ke dunia kepada Allah, yang tentu permintaan yang tidak berguna. Hanya ada satu gambaran yang benar tentang perjalanan hidup manusia dari dunia sampai akhirat, yaitu dari Al Quran dan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.

Berita di luar itu hanyalah bohong belaka. Hanya bagi orang beriman disediakan nikmat yang tiada tara di akhirat, yaitu surga. Nikmat dunia baru seperseratus dari nikmat surga atau nikmat dunia itu hanyalah bagaikan setetes air pada jari yang dicelupkan kepada lautan nikmat di akhirat. Bagi orang kafir, munafik, zalim dan fasik, tersedia selimut dan kasur api di dalam neraka jahannam.

Tidak ada jalan lain mendapat kehormatan selain daripada memeluk Islam dengan kaffah. Tidak ada ilmu yang dapat memberi cahaya kepada jalan akhirat daripada ilmu tentang Al Quran dan as-Sunnah. Tidak ada penampilan yang terbaik daripada akhlak mulia. Inilah yang akan menjadi amal saleh yang berat timbangannya di akhirat.

Tidak ada jalan lain agar terbebas dari beban dosa, selain daripada tobat dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Hanya ada satu jalan agar berhati-hati dari perbuatan dosa yaitu memperhatikan peringatan Al Quran serta memperhatikan kematian. Jangan hidup dalam alam demokrasi yang tak pernah menghiraukan peringatan Al Quran dan tak mau merenungkan kematian yang pasti tiba. Dengan demokrasi manusia tertipu hidup dalam angan-angan yang palsu.

Hiduplah dengan aturan Allah dan Rasul-Nya yakni Syariah Islam. Allah mengetahui segala-galanya dengan ilmu yang tiada batas. Jangan hidup dengan aturan manusia yang ilmunya terbatas oleh panca indera. Allah mengetahui setiap daun yang jatuh, sedangkan manusia sering ditipu oleh panca inderanya.

Andaikan lautan jadi tinta dan ranting kayu jadi pena, sampai kering lautan itu tidak juga akan mampu menuliskan ilmu Allah, walaupun ditambah dengan 7 lautan lagi. Sedangkan ilmu manusia belum tentu sampai sebuah buku. Itupun makin tua makin banyak yang dilupakannya.

Maka sadarilah, manusia hanyalah makhluk yang kerdil tak berdaya di hadapan Allah. Manusia tak punya apa-apa, baik kekuatan, kekuasaan maupun harta benda. Semuanya itu dibuat sirna oleh Allah dengan kematian. Karena itu hanya ada satu jalan keselamatan, yakni bergantunglah senantiasa kepada Allah dengan tauhid yang bersih dari syirik, laksanakanlah segala perintah serta tinggalkan segala larangan Allah dan Rasul-Nya.

Berusahalah menjadi umat terbaik dengan amar makruf nahi mungkar dalam bingkai Syariah Islam. Hanya ada satu jalan memutus segala perkara yakni dengan hukum Allah. Memutus perkara dengan tidak memakai hukum Allah akan membuat jatuh kafir, zalim dan fasik. Sebab tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah, bagi orang yang bertakwa yang meyakini kebenaran Islam.***

Check Also

Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (13)

Pekanbaru, 8 Sya’ban 1429 Hijrah 10 Agustus 2008 Masehi Yth  Bung TA Sakti di Darussalam, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *