Politik

Kritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 3), Oleh: UU Hamidy

3. Rembang Petang “Rembang Petang” adalah sajak Rida K Liamsi yang benar-benar teduh, tenang, sunyi dan transendensi. Sebelumnya Rida menyentak kehidupan dengan semangat kilatan tajam tempuling. Rida menggesa agar bertindak kreatif, bahkan hampir menganjurkan bertarung habis-habisan memenangkan tekad yang telah …

Baca Selengkapnya

Kritik Rida K Liamsi terhadap Melayu dalam Kumpulan Puisi ’’Tempuling’’ (Bagian 2), Oleh: UU Hamidy

2. Kritik terhadap Melayu Dari penjelasan Rida K Liamsi mengenai puisinya, kita harus menyadari bahwa tak mungkin kita dapat memahami dan menghayati bermacam sikap dan pandangan, bahkan angan hati, yang telah mewarnai sajak-sajaknya. Ketidakmampuan itu pertama, karena begitu banyaknya warna …

Baca Selengkapnya

Kisah Buya Muhammad Nur Mahyuddin (Bagian 2) : Menanamkan Kepercayaan dan Kebersihan Diri Santri, Oleh: UU Hamidy

Mengenai berbagai upacara tradisional di Kampar, seperti ratib beno (meratibkan benih padi yang akan diturunkan ke ladang) dan upacara tolak bala (yang mempertemukan dukun dan ulama serta membacakan mantera), Buya Nur Mahyuddin melihatnya sebagai realitas kehidupan yang merakyat. Meskipun tradisi …

Baca Selengkapnya