Home / Buah Pikiran UU Hamidy / Berbuat Maksiat dengan Sungguh-sungguh, Oleh: UU Hamidy

Berbuat Maksiat dengan Sungguh-sungguh, Oleh: UU Hamidy

Mengapa umat Islam jatuh hina dewasa ini dan orang kafir memegang kendali dunia, telah dijawab oleh kata kunci dalam Alquran, kitab pedoman hidup umat manusia dan pembuka rahasia alam semesta. Dalam Surah Maryam ayat 83 ditegaskan yang artinya: ‘’Tidakkah kamu lihat bahwasanya Kami telah mengutus syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?’’

Ayat ini jarang sekali dibentangkan oleh para ulama dan juru dakwah kepada kaum muslimin. Itulah barangkali sebabnya, kebanyakan umat Islam tak menyadari bagaimana keberadaan mereka terhadap orang kafir pada medan dunia sekarang ini. Dengan ayat ini Allah Yang Maha Bijaksana telah membukakan suatu rahasia panting yang berlaku dalam kekuasaan-Nya.

Rahasia penting itu ialah syaitan dan orang kafir berbuat maksiat dengan sunggguh-sungguh. Jika demikian halnya, umat Islam sebagai umat yang taat kepada Allah dan Rasulnya tentu tidak tinggal diam, menanti nasib malang. Umat Islam harus menghadapi perbuatan maksiat itu dengan melaksanakan Syariah Islam dengan sungguh-sungguh pula. Perbuatan maksiat orang kafir itu akan mengharu-biru Syariah Islam, sehingga kehidupan umat Islam akan berantakan.

Perhatikanlah bagaimana langkah-langkah syaitan dengan orang kafir berbuat maksiat. Lebih dari 1200 tahun umat Islam telah memegang kendali dunia dengan sistem Syariah dan Khilafah. Dua adidaya dunia Persia dan Romawi ditaklukkan, sehingga terbukalah cakrawala yang luas bagi umat manusia untuk memeluk agama Islam yang akan memberi rahmat bagi segenap alam.

Negara khilafah Islam menjadi satu-satunya negara di muka Bumi yang benar-benar disegani dan juga ditakuti oleh negara-negara kafir. Melihat kenyataan itu, orang kafir membuat tipu daya agar cahaya Islam yang begitu cemerlang dapat dibuat redup jadi padam.

Langkah strategis dimulai dengan meruntuhkan Khilafah Turki Usmani tahun 1924 sebagai kerajaan terakhir yang mempersatukan umat Islam. Setelah itu, umat Islam terpecah menjadi beberapa negara bangsa. Akibatnya,negara-negara kafir dengan mudah mengadu-domba, lalu kemudian menjajah mereka. Beriringan dengan itu, maka umat Islam yang dijajah mulai merasa rendah diri, sementara orang kafir yang menjajah dipandang mulia.

Orang kafir amat paham, tidak mudah membuat umat Islam murtad dari agamanya. Maka dipakailah siasat menggeser idiologi Islam kepada demokrasi dengan corak kapitalis, sosialis dan komunis, sehingga umat Islam murtad tanpa sadar. Setelah idiologi bernegara digeser kepada sistem demokrasi, maka langkah selanjutnya ialah mengganti Syariah Islam dengan hukum buatan manusia atau hukum jahiliyah, yakni hukum yang menyalahi hukum Allah.

Sementara, dengan terjajahnya negeri-negeri kaum muslimin, karena tak ada lagi negara khilafah Islam yang menyatukan mereka, maka kendali dunia dengan mudah dipegang oleh negara-negara kafir.

Perhatikan bagaimana akal licik orang-orang kafir membuat makar terhadap umat Islam. Setelah negara khilafah Islam diruntuhkan sebagai kekuatan kekuasaan Islam, lalu diganti dengan negara bangsa yang tidak lagi bersatu oleh iman (Islam) kemudian disusul oleh sistem demokrasi sekuler, yang menolak Alquran dan Sunnah Nabi Saw sebagai pedoman hidup umat manusia. Syariah Islam sebagai satu-satunya pedoman bagi keselamatan umat manusia, disingkirkan oleh berbagai hukum dan aturan buatan manusia, yang hanya dibuat menurut kehendak hawa nafsunya.

Perbuatan maksiat itu belum lagi berakhir sampai disitu. Sebab, belum lagi memberikan tendangan penalti kepada umat Islam untuk membuatnya teruk. Orang kafir akhirnya membuat maksiat dengan cara mengganti ketaatan umat Islam. Jika semula umat Islam taat kepada Allah dan Rasul-Nya sesuai dengan bimbingan Alquran dan Assunnah, akhirnya umat Islam cukup hanya taat kepada pemimpinnya yang tidak tunduk kepada Syariah Islam.

Inilah yang membuat umat Islam tetap taat kepada pemimpinnya yang zalim, bahkan juga mematuhi perintah pemimpin negara kafir. Dengan demikian, maka benar-benar sempurnalah kedengkian orang kafir itu terhadap umat Islam. Kenyataan ini juga memberi bukti begitu hebatnya langkah-langkah syaitan menyesatkan kita umat Islam. Maha benar Allah yang telah melarang kita mengikuti langkah-langkah syaitan.***

 

 

Check Also

Surat-surat UU Hamidy kepada TA Sakti di Aceh (13)

Pekanbaru, 8 Sya’ban 1429 Hijrah 10 Agustus 2008 Masehi Yth  Bung TA Sakti di Darussalam, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *